Sabtu, 11 April 2026

Belu Terkini 

Hujan Intensitas Tinggi, Tembok Ruang Guru SD Negeri Saburaka di Perbatasan Roboh

Hujan deras dengan intensitas tinggi di Kabupaten Belu perbatasan Indonesia-Timor Leste mengakibatkan tembok ruang guru roboh

Penulis: Agustinus Tanggur | Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM/HO
ROBOH - Hujan deras dengan intensitas tinggi yang melanda wilayah Kabupaten Belu perbatasan Indonesia Timor Leste pada pertengahan Januari 2024 menyebabkan sebuah tembok ruang guru di SD Negeri Saburaka, Desa Aitoun, Kecamatan Raihat, Kabupaten Belu, roboh. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Agustinus Tanggur

POS-KUPANG.COM, ATAMBUA- Hujan deras dengan intensitas tinggi yang melanda wilayah Kabupaten Belu perbatasan Indonesia-Timor Leste pada pertengahan Januari 2024 menyebabkan sebuah tembok ruang guru di SD Negeri Saburaka, Desa Aitoun, Kecamatan Raihat, Kabupaten Belu, roboh. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. 

Pasca peristiwa tersebut, para guru memindahkan inventaris ruang guru ke ruang kelas tiga untuk sementara digunakan sebagai kantor. 

Sementara itu, para siswa kelas III terpaksa menggunakan ruang perpustakaan untuk kegiatan belajar mengajar agar proses pendidikan tetap berjalan.

"Kondisi retak pada tembok gedung ini sebenarnya sudah terlihat sejak tahun lalu. Namun, karena keterbatasan gedung, kami tetap menggunakannya. Kini temboknya sudah tidak memungkinkan untuk digunakan lagi karena hampir seluruh bagian sudah retak," ujar Kepala SD Negeri Saburaka, Maternus Silverius Mali Talo, Minggu 26 Januari 2024.

Ia menyampaikan para guru yang bertugas juga mengawasi aktivitas siswa yang berdekatan dengan area tembok roboh untuk menghindari potensi bahaya yang lebih besar.

Ia juga menyampaikan pihak Dinas Pendidikan dan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Belu telah meninjau lokasi kejadian dan memeriksa kondisi gedung tersebut. 

Baca juga: Bupati Belu Panen Padi Unggul Pak Tiwi di Tohe, Kecamatan Raihat

Ia berharap upaya perbaikan segera dilakukan agar siswa dan guru dapat kembali menggunakan ruang kelas permanen dengan aman.

"Semoga proses penanganan dapat berjalan cepat, sehingga para siswa dan guru bisa melanjutkan aktivitas di ruang yang layak dan aman," tutupnya. (*)

Ikuti berita POS-KUPANG.com di GOOGLE NEWS

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved