Rabu, 15 April 2026

Belu Terkini 

Harapan Warga di Perbatasan RI-RDTL Agar Pemerintah Tidak Menaikkan Harga BBM

Pengawas SPBU 54.85709 Fatubenao, Yander Tavetin, menyampaikan bahwa pelayanan sejak pagi hari masih berjalan normal tanpa kendala. 

Penulis: Agustinus Tanggur | Editor: Oby Lewanmeru
POS-KUPANG.COM/AGUS TANGGUR
TANPA ANTREAN - Suasana di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kota Atambua, Kabupaten Belu, tetap beroperasi normal tanpa antrean panjang, meski beredar informasi terkait rencana kenaikan harga dan pembatasan pembelian BBM subsidi per 1 April 2026. 

Ringkasan Berita:

 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Agustinus Tanggur

POS-KUPANG.COM, ATAMBUA - Di tengah beredarnya isu kenaikan harga dan pembatasan pembelian BBM per 1 April 2026, warga di Kota Atambua, Kabupaten Belu, Wilayah Perbatasan RI-RDTL berharap pemerintah tidak menaikkan harga BBM, meski hingga saat ini belum ada pengumuman resmi terkait kebijakan tersebut.

Isu kenaikan harga dan pembatasan pembelian BBM sempat beredar luas di tengah masyarakat dalam beberapa hari terakhir. 

Informasi tersebut menimbulkan kekhawatiran, terutama bagi warga di wilayah perbatasan seperti Kabupaten Belu yang sangat bergantung pada stabilitas harga bahan bakar.

Kondisi ini membuat masyarakat berharap tidak ada perubahan kebijakan yang dapat berdampak pada kehidupan sehari-hari.

Baca juga: Polres Belu Gerebek Judi Sabung Ayam di Raihenek, Pelaku Kabur Tinggalkan Motor

Salah satu warga Kota Atambua, Alfonsius, usai mengisi BBM jenis Pertalite di SPBU Fatubenau mengaku sempat khawatir setelah mendengar informasi yang beredar. Ia menyebut isu tersebut menyampaikan adanya kenaikan harga sekaligus pembatasan pembelian BBM subsidi.

“Informasi yang beredar bilang hari ini ada kenaikan dan pembatasan pembelian BBM, tapi ternyata belum ada kejelasan resmi. Kita tetap berharap pemerintah tidak menaikkan harga BBM,” ujarnya.

Menurutnya, kenaikan harga BBM akan berdampak langsung pada biaya hidup masyarakat, termasuk transportasi dan harga kebutuhan pokok. Hal ini dinilai cukup memberatkan, terutama bagi masyarakat dengan penghasilan terbatas.

Selain itu, isu pembatasan pembelian BBM subsidi juga menjadi perhatian warga. Ia berharap jika kebijakan tersebut diterapkan, pelaksanaannya dilakukan secara tepat sasaran dan tidak menyulitkan masyarakat kecil.

Di sisi lain, kondisi di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kota Atambua, Kabupaten Belu, tetap beroperasi normal tanpa antrean panjang, meski beredar informasi terkait rencana kenaikan harga dan pembatasan pembelian BBM subsidi per 1 April 2026.

Pantauan POS-KUPANG.COM, pada Rabu (1/4/2026) sekitar pukul 11.20 Wita di SPBU 54.85709 Fatubenao, Kecamatan Kota Atambua, menunjukkan aktivitas pengisian BBM berjalan lancar. Tidak terlihat adanya lonjakan kendaraan maupun antrean panjang.

Pengawas SPBU 54.85709 Fatubenao, Yander Tavetin, menyampaikan bahwa pelayanan sejak pagi hari masih berjalan normal tanpa kendala. 

Ia mengaku, hingga saat ini belum ada instruksi resmi yang diterimanya terkait isu kenaikan harga maupun pembatasan pembelian BBM subsidi yang beredar di masyarakat.

“Informasi itu memang ada di media sosial, tetapi kami belum menerima petunjuk resmi. Jadi pelayanan di SPBU Fatubenao tetap normal dan aman,” ujarnya.

Selain itu, ia memastikan stok BBM dalam kondisi aman. Ketersediaan Pertalite mencapai lebih dari 30 kiloliter, sementara Solar sekitar 8 kiloliter yang masuk pada hari ini. 

Kondisi serupa juga terpantau di SPBU 54.85701 Wekatimun, Kecamatan Atambua Barat. Aktivitas pengisian BBM berjalan normal tanpa antrean panjang. (gus)

Ikuti Berita POS-KUPANG.COM Lainnya di GOOGLE NEWS 

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved