Senin, 13 April 2026

Prakiraan Cuaca

Peringatan Dini BMKG: Waspada Banjir dan Longsor Akibat Hujan Ekstrem Saat Libur Isra Miraj-Imlek

Peringatan Dini BMKG: Waspada Banjir dan Longsor Akibat Hujan Ekstrem Saat Libur Isra Miraj-Imlek

Penulis: Adiana Ahmad | Editor: Adiana Ahmad
POS-KUPANG.COM/HO
Jembatan Builalu di Desa Makir, Kecamatan Lamaknen, Belu putus akibat longsor yang dipicu oleh banjir, Selasa (31/12/2024) sekitar pukul 16.50 WITA.  

POS-KUPANG.COM - Peringatan Dini BMKG atau Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika, waspada Banjir dan longsor akibat hujan ekstrem saat Libur Isra Miraj-Imlek tahun 2025.

BMKG menyebut ada potensi hujan lebat hingga hujan ekstrem disertai petir yang harus diwaspadai masyarakat saat Libur Isra Miraj-Imlek.

Hujan eksterem ini memicu terjadinya Bencana Hidrometeorologi seperti Banjir dan longsor

"Berhati-hati terhadap jalanan licin yang berpotensi membahayakan keselamatan. Siap siaga menghadapi potensi Bencana Hidrometeorologi, seperti banjir, banjir bandang, dan tanah longsor, yang dapat terjadi kapan saja," demikian peringatan BMKG, dikutip dari situs resmi, Jumat (24/1/2025).

Meski demikian, BMKG mengimbau masyarakat tetap tenang dan siaga menghadapi perubahan cuaca.

Baca juga: 7 Titik Jalan Sabuk Merah Kabupaten TTU Terancam Longsor,Ini Tanggapan Anggota DPRD Rizal Anderias

"Tetap tenang dan siaga menghadapi perubahan cuaca ekstrem, serta pahami langkah evakuasi jika diperlukan. Informasi ini akan terus diperbarui sesuai dengan perkembangan cuaca terbaru," tulis BMKG.

BMKG mencatat, dalam sepekan terakhir, hujan dengan intensitas lebat hingga ekstrem melanda sejumlah wilayah di Indonesia. Kondisi ini diprediksi bisa berlanjut, khususnya di wilayah Indonesia bagian Selatan.

Menurut BMKG, kondisi ini dipicu oleh berbagai faktor, yang dapat mengakibatkan bencana hidrometeorologi seperti banjir dan tanah longsor.

"Pada periode libur Isra Mikraj dan Imlek, curah hujan tinggi masih berpotensi terjadi, dengan peningkatan signifikan yang perlu diwaspadai," tulis BMKG.

Penyebab Peningkatan Curah Hujan

BMKG menjelaskan, pemicunya adalah kombinasi kondisi atmosfer yang aktif, yaitu:

- angin Monsun Asia yang membawa massa udara lembab yang tinggi

- fenomena La Nina lemah yang meningkatkan potensi curah hujan di daerah tropis

- gelombang Madden Julian Oscillation (MJO) yang saat ini aktif di wilayah Indonesiabagian barat

- gelombang ekuator lainnya seperti Rossby dan Kelvin yang mendorong pembentukan awan konvektif

Baca juga: Cuaca Ekstrem, Kapolres Manggarai Timur AKBP Suryanto Imbau Orang Tua Awasi Anak-Anak

Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved