Senin, 20 April 2026

Renungan Harian Katolik

Renungan Harian Katolik Jumat 24 Januari 2025, “Memanggil Orang yang Dikehendaki-Nya”

Tema "Memanggil Orang yang Dikehendaki-Nya" mengajak kita untuk merenungkan panggilan Tuhan dalam hidup kita dan bagaimana kita meresponsnya

|
Editor: Rosalina Woso
Dok. POS-KUPANG.COM
Bruder Pio Hayon SVD menyampaikan Renungan Harian Katolik Jumat (24 /1/2025), “Memanggil Orang yang Dikehendaki-Nya” 

Oleh : Bruder Pio Hayon SVD

POS-KUPANG.COM - Renungan Harian Katolik Jumat 24 Januari 2025, “Memanggil Orang yang Dikehendaki-Nya”

Hari Jumat Pekan Biasa II  
PW Sto. Fransiskus dari Sales.
Bacaan I:  Ibr.  8: 6-13
Injil:  Markus 3: 13-19

Saudari/a yang terkasih dalam Kristus

Salam damai  sejahtera untuk kita semua.

Panggilan murid-murid Yesus menjadi kedua belas rasul-rasulNya adalah bukti bahwa Yesus sedang mempersiapkan orang-orang yang dikehendakiNya untuk melanjutkan tugas-tugas penggembalaan yang akan diembankan kepada mereka. 

Tuhan memanggil semua orang yang dikehendakiNya karena Tuhan ingin rencana penyelenggaraanNya kepada manusia dapat berjalan sesuai dengan apa yang dikehendakiNya. Termasuk kita yang dipanggilNya juga untuk satu rencana penyelenggaraan yang dikehendakiNya bagi kita dan bagi orang banyak.

Saudari/a yang terkasih dalam Kristus
Hari ini kita merayakan pesta Santo Fransiskus dari Sales, seorang uskup dan pujangga Gereja yang dikenal karena pendekatannya yang penuh kasih dan pengertian terhadap iman.

Tema "Memanggil Orang yang Dikehendaki-Nya" mengajak kita untuk merenungkan panggilan Tuhan dalam hidup kita dan bagaimana kita meresponsnya. Dalam Injil Markus (3:13-19), Yesus memanggil murid-murid-Nya sesuai dengan kehendak-Nya. 

Setiap panggilan adalah unik dan memiliki tujuan yang jelas dalam rencana Tuhan. Ini mengingatkan kita bahwa setiap orang memiliki peran yang penting dalam karya keselamatan.

Apakah kita menyadari bahwa kita juga dipanggil oleh Tuhan untuk menjalani hidup yang penuh makna dan melayani sesama? Yesus memilih dua belas murid untuk menjadi rekan dalam misi-Nya.

Melalui komunitas, kita dapat saling mendukung dan memperkuat satu sama lain dalam iman. 

Santo Fransiskus dari Sales mengajarkan pentingnya kasih dan pengertian dalam relasi kita dengan orang lain. Bagaimana kita dapat lebih aktif membangun komunitas yang saling menguatkan dalam iman?

Sedangkan dalam bacaan dari Ibrani (8:6-13) menekankan bahwa Yesus adalah perantara dari perjanjian baru, yang membawa harapan dan penyembuhan bagi umat-Nya.

Janji-janji Tuhan yang baru dan lebih baik mengajak kita untuk mempercayakan hidup kita sepenuhnya kepada-Nya. Apakah kita membuka hati untuk menerima janji-janji Tuhan dalam hidup kita dan mengikuti panggilan-Nya? 

Sumber: Pos Kupang
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved