Rabu, 8 April 2026

NTT Terkini

ICRS - KIJ Gelar Lokakarya Penguatan Kolaborasi Antar Umat Beragama di Kupang

Kegiatan tersebut bertujuan untuk memperkuat nilai-nilai saling menghormati antar agama

Editor: Ryan Nong
POS-KUPANG.COM/HO
Suasana Lokakarya Penguatan Kompetensi Kolaboratif Antar Umat Beragama, Katong Semua Basodara yang berlangsung di Hotel Aston Kupang, Selasa (21/1/2025). 

POS-KUPANG.COM, KUPANG  – Indonesian Consosrtium for Religios Studies (ICRS) bekerjasama dengan Kalijaga Institute for Justice (KIJ) UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta dan Laimena Institute menggelar lokakarya kolaborasi umat beragama di Kupang, NTT. 

Lokakarya dengan judul Penguatan Kompetensi Kolaboratif Antar Umat Beragama, Katong Semua Basodara:  Keagamaan, Kebangsaan dan Kebersamaan dengan Toleransi Pro Eksistensi itu digelar di Hotel Aston Kupang, Selasa (21/1/2025). 

Kegiatan tersebut bertujuan untuk memperkuat nilai-nilai saling menghormati antar agama, membangun kompetensi kolaboratif di era global, serta mengoptimalkan peran media sosial dalam mempererat hubungan lintas agama.

Lokakarya Program penggerak Komunitas klaster Kupang itu melibatkan berbagai organisasi keagamaan dan komunitas di Kota Kupang, di antaranya Aisah NTT, Komunitas Budha, Pemuda Muhammadiyah, FKUB Kota Kupang, Pemuda Katolik Cabang Kota Kupang, PWNA NTT, GMKI, GMNI, GP Ansor, KOMPAK, PMKRI, serta aktivis lingkungan.

Dalam kesempatan itu, Direktur Kalijaga Institute for Justice (KIJ) UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Prof Siti Ruhaini Dzuhayatin, MA, berharap ada kerja sama antar umat beragama di Kupang, Provinsi NTT umumnya. Menurut dia, toleransi bukan sekedar memahami tapi juga harus bisa bekerja sama.

Dia juga menekankan pentingnya literasi dalam memahami diri sendiri dan ajaran agama masing-masing sebelum belajar memahami ajaran agama lain.

Menurutnya, dengan saling memahami, kebencian dan ujaran kebencian dapat dihindari, sehingga isu intoleransi tidak menjadi pemicu konflik di masyarakat.

“Dalam forum ini, kita bukan berbicara soal kebencian, melainkan belajar untuk saling memahami dan menghargai. Kolaborasi antar umat beragama penting untuk menjaga Kupang sebagai Kota Kasih yang harmonis,” ujar Prof. Siti.

Sementara itu dalam sambutannya, Romo Frangki menyampaikan pentingnya menjalankan tiga resolusi utama untuk mewujudkan kerukunan yakni berpikir positif  yakni membuka pikiran dan hati terhadap perbedaan, bersikap sportif yakni saling menerima dan menghargai perbedaan dan produktif – yakni menghasilkan kontribusi nyata untuk masyarakat.

Sebagai penutup, seluruh peserta diajak untuk menjaga Kupang tetap menjadi kota yang rukun dan penuh kasih. Dengan semangat kebersamaan, toleransi, dan kolaborasi, diharapkan masyarakat dapat menghadapi tantangan di era global dengan lebih baik. (*)

 

Ikuti berita POS-KUPANG.COM di GOOGLE NEWS

 

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved