Rabu, 15 April 2026

Flores Timur Terkini

Polisi Amankan 3,5 Karung Beras Bantuan Bencana Lewotobi dari Desa Ile Gerong

Bahkan, kasus serius dan tak manusiawi ini akan diselesaikan secara kekeluargaan, bukan dengan jeratan pidana

|
Editor: Rosalina Woso
POS-KUPANG.COM/PAUL KABELEN
Posko pengungsian bagi penyintas bencana Gunung Lewotobi Laki-laki di Kabupaten Flores Timur, NTT. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Paul Kabelen

POS-KUPANG.COM, LARANTUKA - Penanganan kasus dugaan jual beli beras bantuan bencana Gunung Lewotobi Laki-laki di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, menunjukkan kemajuan.

Aparat kepolisian dikabarkan telah mengamankan alat bukti awal berupa beras sebanyak 3,5 karung.

Kabarnya, beras sebanyak 3,5 karung itu dibawa penyidik saat melakukan pulbaket di Desa Ile Gerong, Kecamatan Titehena.

Kasus yang sudah heboh ini terkuak di Ile Gerong, melibatkan oknum di dapur umum dan beberapa perangkat desa.

KN, warga setempat, mengatakan, selain membawa 3,5 karung beras, polisi juga mendokumentasikan sebuah mobil pickup hitam pengangkut beras dari Ile Gerong ke Desa Tuakepa, Kecamatan Titehena.

"Polisi bawa 3,5 karung, satu karung isinya 50 kilogram. Bawa beberapa waktu lalu, mereka juga foto salah mobil pickup yang (diduga) muat beras bantuan itu," ujar KN, salah seorang warga Ile Gerong, Sabtu (18/1/2025).

Baca juga: Lirik Lagu  Daerah NTT dari Flores Timur,  Lirik Lagu Janji Ujo Aro 3 – Fajar Band

Menurutnya, termasuk pengakuan sejumlah warga lain di Ile Gerong, praktik jual beli beras bantuan korban bencana sudah berlangsung berulang kali. Oknum anggota TNI angkatan darat bernama, Alam, disebut menjual beras ke warga setempat.

"Nama lengkapnya kami kurang tahu, tetapi kami kenal dia, namanya Alam. Dia itu anggota TNI bertugas di dapur umum," ujarnya.

Sumber itu mengaku pernah melihat aktivitas bongkar beras dengan sebuah truk. Beras itu lalu dijual ke masyarakat Ile Gerong, bahkan ke Desa Tuakepa, tetangga Ile Gerong yang masih berada dalam wilayah Kecamatan Titehena.

Selain dugaan peran oknum TNI, praktik jual bantuan juga melibatkan seorang perangkat desa berinisial AM. AM diduga kuat sebagai perantara sekaligus mencari pelanggan. Empat perangkat desa lain juga turut membeli beras seharga Rp 450.000 per 50 kilogram.

Kapolres Flores Timur, AKBP I Nyoman Putra Sandita, belum memberikan jawaban ketika dikonfirmasi. Perkembangan kasus dugaan jual beli beras diungkap Kasat Reskrim Polres Flores Timur, Iptu Edi Purnomo.

Terkait perkembangan kasus, Edi Purnomo mengklaim masih belum maksimal. Pihaknya juga belum melapor ke pimpinan. Dalam waktu yang pasti, kasus itu akan diungkap tuntas.

"Nanti kalau sudah baru kita informasikan," jawabnya saat dihubungi via sambungan telepon.

Edi Purnomo menegaskan bahwa anggotanya terus bekerja, diawali dengan pulbaket.

Sumber: Pos Kupang
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved