Selasa, 2 Juni 2026

NTT Terkini

HMPV Bisa Dicegah dengan Menerapkan Pola Hidup Sehat 

Namanya virus itu memang penularannya cepat. Jadi tidak boleh panik yang penting bisa melakukan pencegahan agar tidak terkenal virus

Tayang:
Penulis: Michaella Uzurasi | Editor: Rosalina Woso
POS-KUPANG.COM/MICHAELLA UZURASI 
Dokter Rumah Sakit Siloam Kupang, dr. Lita Afrianty Puspitasari dan host jurnalis Pos Kupang, Ella Uzurasi dalam Podcast Pos Kupang, Jumat, 17/01/2025.  

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Michaella Uzurasi 

POS-KUPANG.COM, KUPANG - Human metapneumovirus atau (HMPV) yang dikabarkan merebak di Cina ternyata bisa ditangkal dengan menerapkan pola hidup sehat

Hal ini disampaikan dr. Lita Afrianty Puspitasari dari Rumah Sakit Siloam Kupang dalam Podcast Pos Kupang, Jumat, (17/01/2025).

dr. Lita menjelaskan gejala HMPV pada umumnya mirip dengan influenza yakni batuk flu, demam, hidung tersumbat, sakit tenggorokan dan sesak napas. 

"HMPV ini biasanya akan muncul di musim hujan, musim salju, udara dingin yang gejalanya mirip sekali dengan influenza," kata dr. Lita.

Baca juga: Wisata NTT,  Begini Bujet  untuk  Backpacking ke Alor, Mulai dari Penginapan, Makan dan Transtasi 

Virus ini bisa menular melalui droplet yang keluar saat seseorang batuk atau bersin, kontak langsung dengan penderita HMPV dan menyentuh benda atau permukaan yang terkontaminasi virus lalu menyentuh mulut, hidung atau mata. 

Langkah untuk mencegah pun sangat sederhana yakni mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir dengan cara yang baik dan benar. 

Untuk penderita disarankan menggunakan masker jika sedang mengalami gejala. Menghindari menyentuh mata, hitung dan mulut jika tangan belum dicuci, menghindari kontak dengan orang sakit dan rutin membersihkan lingkungan. 

Selain itu, kata dr. Lita, asupan makanan juga perlu dijaga agar nutrisinya seimbang, minum air putih yang cukup disertai olahraga rutin akan memperkuat sistem imun sehingga bisa terhindar dari paparan virus HMPV

Usia rentan yang bisa terpapar virus ini adalah balita dan lansia yang berumur diatas 60 tahun ke atas namun usia selain itu bisa juga terpapar dan menimbulkan gejala berat jika memiliki penyakit penyerta.

"Kasus ini sebenarnya ringan, bisa sembuh dengan sendirinya tetapi pada kasus anak dengan tentang usia balita, lanjut usia dia atas 60 tahun itu berisiko untuk terjadinya komplikasi seperti pneumonia, penyakit saluran napas lainnya seperti bronkitis atau PPOK (Penyakit Paru Obstruktif Kronis)," ujarnya. 

dr. Lita pun meminta masyarakat tidak perlu panik karena penyakit HMPV tidak memberat seperti kejadian pandemi COVID-19, tetapi memang angka kejadian penularan cukup cepat. 

"Namanya virus itu memang penularannya cepat. Jadi tidak boleh panik yang penting bisa melakukan pencegahan agar tidak terkenal virus," tandasnya.(uzu)

Ikuti Berita POS-KUPANG.COM Lainnya di GOOGLE NEWS

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved