Senin, 13 April 2026

Dualisme Pengurus Kadin Indonesia Sudah Berakhir, Anindya dan Arsjad Bersatu

Dia tidak memungkiri adanya kegelisahan publik mengenai Kadin dalam 4 bulan terakhir yang terbagi dalam dua pengurus.

|
Editor: Dion DB Putra
TRIBUNNEWS.COM/JEPRIMA
Arsjad Rasyid. Dualisme kepengurusan Kadin Indonesia telah berakhir pada Kamis 16 Januari 2025. 

POS-KUPANG.COM -  Dualisme  pengurus Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia telah berakhir dalam forum Munas Konsolidasi, Kamis (16/1/2025). 

M Arsjad Rasjid dan Anindya Bakrie Bersatu. Dalam Munas tersebut diumumkan, Anindya Bakrie menjadi Ketua Umum Kadin, dan Arsjad Rasjid sebagai Ketua Pertimbangan Kadin Indonesia. 

Sebelum Munas Konsolidasi, Arsjad menyatakan siap menerima semua keputusan Munas Kadin Indonesia. 

Dia tidak memungkiri adanya kegelisahan publik mengenai Kadin dalam 4 bulan terakhir yang terbagi dalam dua pengurus.

"Beberapa kali saya kunjungan ke luar negeri. kawan-kawan pengusaha khususnya Asia (bertanya), apa yang terjadi dengan Kadin Indonesia dan kapan permasalahan ini selesai," ujarnya seusai pelantikan Dewan Pengurus Kadin Jabar di bawah pimpinan Almer Faiq Rusydi di Bandung. 

Arsjad mengatakan, Munas ini menjadi momentum bagi Kadin untuk mengakhiri dualisme. Pihaknya pun menyadari bahwa ajang rekonsiliasi itu sudah dinantikan banyak pihak. 

"Saya rasa ini jalan yang terbaik. Dengan itu, Kadin bisa bekerja lagi, fokus, dan tak mikir-mikir masalah organisasi. Tapi bagaimana fokus terhadap program 0 persen kemiskinan dan 8 persen pertumbuhan," ungkapnya. 

Dia menyampaikan, Presiden Prabowo Subianto membawa visi besar untuk menerapkan ekonomi keadilan berbasis Pancasila. 

Dalam berbagai agenda ekonomi strategis, pemerintahan Prabowo menargetkan swasembada pangan dan energi dalam lima tahun mendatang. 

Fokus pada hilirisasi sumber daya alam, seperti nikel, bauksit, dan batubara, juga menjadi prioritas untuk meningkatkan nilai tambah ekonomi Indonesia. 

Menurut Arsjad, hilirisasi akan membuka lebih banyak lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. 

"Dengan memanfaatkan sumber daya alam secara optimal, kita dapat mendukung pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan," tandasnya. (*)

Sumber: Kompas.com

 

 

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved