Jumat, 24 April 2026

Flores Timur Terkini

Keindahan Wisata Jalur Pantura Flores Timur Terkendala Akses Jalan

setiap saat lewati jalur rawan. Kalau hujan, banyak jalan putus," kata Simon Duga, warga Desa Duli Jaya, Kecamatan Titehena.

Editor: Rosalina Woso
POS-KUPANG.COM/PAUL KABELEN
Jalur pantai utara (Utara) Flores Timur, Pulau Flores, NTT, Senin (13/1/2025). 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Paul Kabelen

POS-KUPANG.COM, LARANTUKA - Bola mata tak akan terpejam kala menikmati kemolekan sejumlah wisata alam di jalur Pantai Utara (Pantura) dari Kecamatan Lewolema hingga Desa Titehena, Flores Timur, Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur.

Bagi wisatawan lokal maupun luar daerah yang ingin menghabiskan akhir pekan atau hari libur, spot wisata di Pantura sangat cocok.

Di sana ada Pantai Kawaliwu dan Air Panas Kawaliwu (Wai Platin) di Desa Sinar Hading, Kecamatan Lewolema.

Pantai Kawaliwu dengan latar laut biru dan kepala Pulau Flores itu kini dipenuhi sampah. Sejumlah lopo sudah lapuk. Fasilitas di sana tak seindah dulu, begitu juga Wai Platin berada di sebelahnya.

Dua objek wisata yang berdampingan ini sangat dekat dengan Kota Larantuka, Ibu Kota Flores Timur. Terpaut jarak sekira 12 kilometer, wisatawan semakin jarang menggauli kerikil dan onggokan batu hitam nan indah yang kerap dijadikan terapi kesehatan.

Baca juga: Lirik Lagu Daerah NTT, Lagu Sumi dari  Kabupaten Flores Timur

Senin, 13 Januari 2025, POS-KUPANG.COM, menyusuri tempat itu. Menikmati suhu panas air laut yang muncul dari dalam bibir pantai Wai Platin serasa bak terapi alami. Kubangan bisa digali sendiri dengan tangan. Warga sering berendam kaki saat akhir pekan.

Dari Kawaliwu, perjalanan dilanjutkan ke Desa Lewobele, Kecamatan Lewolema, tepatnya di Pantai Telaga Biru. Jaraknya sangat dekat, namun perjalanan sungguh menguras tenaga. Kendaraan juga harus dalam kondisi layak.

Bentangan Pantai Telaga Biru tak luas, namun tempat ini sering dijadikan wahana berenang. Seperti namanya, airnya memang berwarna biru. Sementara bagian pinggiran warnanya sedikit hijau karena berada di bawah rerindang pohon. Sangat sejuk dan menenangkan batin.

Keunikan berikut adalah aliran air tawar yang mengarah ke Telaga Biru. Debitnya akan besar saat musim hujan. Wisata instagrameble satu ini paling sering digandrungi saat musim panas.

Jalur Pantura juga terkenal dengan Pantai Lato di Desa Watowara, Kecamatan Titehena. Pasir putih bertekstur lembut, menjadi wahana indah bagi anak-anak, remaja dewasa bahkan lansia.

Melintasi jalur utara dari Larantuka ke Pantai Lato memakan waktu hampir 2 jam lantaran kondisi jalan, berbeda jika melintasi ruas Jalan Trans Flores memakan waktu kurang dari satu jam.

Pantai Lato banyak ditumbuhi pohon kelapa dan pisang. Pengunjung menikmati ari lautnya yang jernih, sembari menatap laut lepas yang menhadap ke Pulau Sulawesi itu.

Akses Jalan Rusak Parah

Kesenjangan infrastruktur jalan sangat terasa saat melintasi Pantura, dari Lewolema hingga Titehena. Nyaris tak ada potongan aspal, tanda bahwa sejumlah desa di jalur Pantura terisiolir.

Sumber: Pos Kupang
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved