NTT Terkini

Status Gunung Iya di Kabupaten Ende Flores Turun dari Level III Siaga ke Level II Waspada

Walaupun Gunung Iya turun status, warga diimbau tetap waspada adanya potensi bahaya gas beracun

Editor: Edi Hayong
POS-KUPANG.COM/ALBERT AQUINALDO
Situasi gunung Iya di Kabupaten Ende, Pulau Flores, Provinsi Nusa Tenggara Timur berstatus waspada 

POS-KUPANG.COM- Status Gunung Iya di Kabupaten Ende, Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT) saat ini turun status dari level III siaga ke level II waspada.

Walaupun Gunung Iya turun status, warga diimbau tetap waspada adanya potensi bahaya gas beracun.

Dikutip dari Kompas.com, Kepala Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Muhammad Wafid merekomendasikan masyarakat sekitar dan wisatawan tidak melakukan aktivitas, baik darat dan laut, di radius 2 kilometer dari kawah aktif Gunung Iya.

“Diimbau juga untuk tidak mendekati lubang tembusan gas yang berada di sekitar kawah untuk menghindari potensi bahaya gas beracun,” ujar Wafid dalam keterangannya, Minggu (12/1/2025).

Wafid juga berharap masyarakat tetap tenang, tidak terpancing isu-isu tentang erupsi, serta senantiasa mengikuti arahan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) kabupaten maupun provinsi.

Pemkab setempat juga diharapkan senantiasa berkoordinasi dengan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi di Bandung, Balai Pemantauan Gunung Api dan Mitigasi Gerakan Tanah NTT.

Sebelumnya, Badan Geologi menurunkan status Gunung Iya dari level III siaga ke level II waspada pada 8 Januari 2025 pukul 18.00 Wita.

Penurunan status ini berdasarkan hasil pengamatan visual dan instrumental aktivitas gunung itu selama periode 1 Januari-7 Januari 2025. 

Baca juga: Meski Turun Status ke Level Waspada, Ada Potensi Longsor Besar di Gunung Iya Ende 

Badan Geologi menerangkan, karakteristik letusan Gunung Iya pada umumnya berlangsung di kawah utama melalui letusan magmatik yang menghasilkan abu vulkanik, lontaran batu pijar, dan aliran lava.

Terdapat rekahan berkembang di sekeliling kawah aktif yang menunjukkan zona lemah di dalam gunung api. Ini berpotensi mengakibatkan longsoran besar ke arah laut jika gunung itu mengalami letusan sangat besar.

Kemudian, perlu diwaspadai apabila terjadi gempa tektonik dengan magnitudo besar di sekitar gunung yang dapat mempengaruhi aktivitas vulkanik.(*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com

Ikuti Berita POS-KUPANG.COM lainnya di GOOGLE NEWS

Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved