Manggarai Barat Terkini

Warga Manggarai Barat NTT Diminta Segera Laporkan ke Pemkab Jika Terjadi Bencana Alam

Pemkab Manggarai Barat mewanti-wanti warga yang tersebar di 12 kecamatan yang ada untuk segera melaporkan jika terjadi bencana alam

Editor: Edi Hayong
ISTIMEWA
Ilustrasi Cuaca Ekstrem. 

POS-KUPANG.COM, LABUAN BAJO- Cuaca ekstrem yang tengah melanda wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) berdampak cukup serius terjadi bencana alam.

Terkait kondisi ini, Pemkab Manggarai Barat mewanti-wanti warga yang tersebar di 12 kecamatan yang ada untuk segera melaporkan jika terjadi bencana alam.

Dengan laporan cepat itu maka pemerintah daerah segera mengambil langkah penanganan cepat.

"Ada prosedur dan prosedurnya adalah setelah mendapatkan laporan baik langsung oleh masyarakat maka dilakukan kaji cepat dalam kurun waktu 2 kali 24 jam untuk memastikan bahwa ini kategori bencana," kata Bupati Manggarai Barat Edistasius Endi di Labuan Bajo, Jumat, (10/1/2025) seperti dilansir dari Antaranews.

Bupati yang akrab disapa Edi Endi itu menyampaikan hal tersebut dalam pembukaan masa sidang II tahun 2025 di Labuan Bajo.

Ia menjelaskan dalam musim hujan saat ini walaupun secara kasat mata terlihat banjir di wilayah tertentu namun perlu dilakukan kaji cepat oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat guna memastikan apakah banjir itu termasuk kategori bencana atau tidak.

Kaji cepat merupakan mekanisme birokrasi yang harus dilakukan jika terdapat laporan bencana alam guna menjelaskan penyebab bencana alam serta langkah penanganan yang tepat oleh pemerintah.

"Termasuk curah hujan dan lainnya yang mengakibatkan bencana, setelah itu baru pemerintah bertindak," ujarnya.

Baca juga: Penjabat Gubernur Lapor Presiden Masalah di NTT Kemiskinan Hingga Bencana Alam

 Jika hasil kaji cepat menyimpulkan bahwa laporan warga maupun pemerintah desa merupakan bencana maka bencana alam tersebut akan ditangani dinas terkait termasuk instansi lainnya seperti dinas sosial dan dinas lainnya.

Penanganan bencana alam di daerah, lanjut dia, akan menggunakan anggaran belanja tidak terduga (BTT) yakni pengeluaran anggaran atas beban anggaran belanja dan pendapatan daerah (APBD) untuk keperluan darurat termasuk keperluan mendesak yang tidak dapat diprediksi sebelumnya.

Sebelumnya, Kepala BPBD Manggarai Barat Isfridus Tobong menjelaskan potensi bencana alam seperti tanah longsor dan banjir akibat hujan deras serta angin kencang yang mengakibatkan pohon tumbang sangat berpotensi terjadi di daerah itu.

Pemerintah daerah, lanjut dia, telah memetakan daerah yang rawan bencana seperti Kecamatan Kuwus, Kuwus Barat dan Welak.

"Itu wilayah rawan sekali, setiap tahun langganan bencana," ujarnya.

Ia juga berharap agar warga serta pemerintah desa yang mengalami bencana alam segera melaporkan kejadian itu kepada pemerintah daerah.

"Sehingga cepat kita tangani, sekaligus kita laporkan ke dinas terkait seperti Dinas PUPR atau dinas pertanian bila lahan pertanian warga yang terdampak," katanya.(*/ANT)

Sumber : Antaranews

Ikuti Berita POS-KUPANG.COM lainnya di GOOGLE NEWS

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved