Kabupaten Kupang Terkini
Satlantas Polres Kupang Imbau Pengguna Jalan Waspada, Ada Longsor di Km 41 Jalan Timor Raya
Untuk itu mereka memberlakukan sistem buka tutup agar meminimalisir risiko kecelakaan dan memastikan keselamatan semua pengguna jalan.
Penulis: Yohanes Alryanto Tapehen | Editor: Oby Lewanmeru
Laporan Reporter POS KUPANG.COM- Ryan Tapehen
POS KUPANG.COM, OELAMASI - Kondisi jembatan dan jalan Timor Raya Km. 41 yang rawan longsor membuat personel Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Kupang terus siaga.
Kasat Lantas Polres Kupang, Iptu Arina Ekklesia Behi mengimbau kepada seluruh warga dan pengguna jalan agar berhati-hati saat melintasi lokasi tersebut.
"Kami mengimbau kepada seluruh pengguna jalan agar lebih berhati-hati dan waspada saat melintasi lokasi tersebut. Selain itu, diharapkan untuk mematuhi rambu-rambu peringatan yang telah dipasang oleh petugas di sekitar area longsor," ujar Iptu Arina Rabu (8/1/ 2025).
Personelnya disiagakan 24 jam di lokasi agar melakukan pengaturan Lalulintas yang sering terjadi penumpukan.
Untuk itu mereka memberlakukan sistem buka tutup agar meminimalisir risiko kecelakaan dan memastikan keselamatan semua pengguna jalan.
Satlantas Polres Kupang juga telah berkoordinasi dengan instansi terkait, termasuk Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Kupang, untuk segera melakukan pembersihan dan perbaikan jalan.
"Kami berharap pengguna jalan bersabar dan mematuhi arahan petugas di lapangan," tambah Iptu Arina.
Sementara, Pejabat Pembuat Komitmen ( PPK) 1.1 Satuan Kerja ( Satker) I PJN – BPJN NTT, Paul Hugo Sacharias kepada wartawan di lokasi longsor, Selasa 7 Januari 2025 mengungkapkan saat ini pihaknya mengambil langkah cepat dengan melakukan identifikasi kelayakan jalan dan jembatan yang terdampak longsor.
"Kita akan indentifikasi dahulu kelayakan jalan dan jembatan apabila tidak terlalu parah dan mengganggu pasti akan tetap digunakan tapi kalau terus tergerus banjir maka kita akan pikirkan jalur alternatif lewat lingkar luar atau kita akan buat jembatan Bailey," jelas Paul.
Lingkar luar yang dia maksud adalah pengalihan jalur melalui simpang menuju Sulamu lalu mengambil jalur lewat perumahan 2100 dan keluar di jalur poros tengah Fatuleu.
Waktu tempuh jalur alternatif ini akan memakan waktu kurang lebih 45 menit karena jalur sempit.
Baca juga: Sungai Siumate Fatuleu Barat Meluap, Warga Naitae dan Tuakau Terancam Banjir
Sementara opsi pemasangan jembatan Bailey yang sering digunakan dalam situasi mendesak seperti bencana alam ini akan dipasang tepat disamping jembatan yang lama yang pondasinya sudah mulai terkikis banjir.
Jembatan Bailey adalah jenis jembatan sementara yang biasanya terbuat dari panel logam yang mudah dipasang dan dipindahkan.
Keunggulan utama dari jembatan ini adalah kemampuannya untuk segera dipasang di lapangan tanpa perlu bahan bangunan permanen seperti beton atau batu bata.
Sehingga dengan pemasangan jembatan portabel ini bisa membuat arus lalulintas tidak macet karena bisa menggunakan dua jembatan sekaligus tanpa ada sistem buka tutup arus lalulintas. (ary)
Ikuti Berita POS-KUPANG.COM lainnya di GOOGLE NEWS
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Ruas-jalan-nyaris-putus.jpg)