Berita Kabupaten Kupang
Sungai Siumate Fatuleu Barat Meluap, Warga Naitae dan Tuakau Terancam Banjir
Namun bila terkait dengan sumbatan material pada duiker dan terutama pada jembatan siumate kata dia perlu intervensi dari dinas PUPR Kabupaten Kupang
Penulis: Yohanes Alryanto Tapehen | Editor: Oby Lewanmeru
Laporan Reporter POS KUPANG.COM- Ryan Tapehen
POS KUPANG.COM, OELAMASI - Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Kupang, Sabtu 21 Desember 2024 membuat sungai Siumate di Desa Naitae Kecamatan Fatuleu Barat meluap.
Meluapnya sungai tersebut membawa material dari hulu seperti batang pohon yang hanyut dan semak belukar menyumbat gorong-gorong Jembatan Siumate.
Akibatnya sungai meluap dan mengancam Pemukiman warga sekitar di Desa Naitae dan Desa Tuakau yang tahun-tahun sebelumnya terdampak banjir akibat luapan sungai tersebut.
"Semua gorong-gorong di jembatan Siumate tersumbat oleh material seperti pepohonan dan semak belukar juga ada duiker di desa Naitae yang putus pada bagian oprit Akibatnya menyulitkan pengguna jalan yg akan melintasi," ungkap Kepala Bidang kedaruratan dan logistik BPBD Kabupaten Kupang Smith Fanggi terkait kondisi saat ini.
Dia menjelaskan, oprit jembatan yang jebol tersebut sudah ada upaya gotong-royong dari warga setempat dan pengguna jalan sehingga saat ini sudah bisa dilalui.
Namun bila terkait dengan sumbatan material pada duiker dan terutama pada jembatan siumate kata dia perlu intervensi dari dinas PUPR Kabupaten Kupang.
"Itu kalau tidak segera ditangani, yang dikhawatirkan jika terjadi banjir susulan di tengah malam nanti atau keesokan harinya maka pemukiman di 2 desa Tuakau dan Naitae akan terancam oleh luapan banjir," tambah Smith.
Saat ini, BPBD telah mengambil langkah mitigasi berupa eskavasi material di jembatan Siumate yang menjadi prioritas demi mengurangi dampak risiko bencana yang lebih besar di sekitar siumate.
Baca juga: Korban Banjir di Siumate-Kabupaten Kupang, NTT Dapat Bantuan Kemanusiaan PDIP
Warga sekitar juga langsung diminta untuk mengevakuasi diri ke tempat yang lebih aman agar mengantisipasi kejadian yang tidak diinginkan.
"Sampai saat ini laporannya hanya berupa kerusakan infrastruktur jalan seperti duiker dan saluran irigasi warga akibat longsor di Desa Honuk Amfoang Barat Laut akibatnya 1 buah saluran amblas sekitar 15 meter," tutupnya. (ary)
Ikuti Berita POS-KUPANG.COM lainnya di GOOGLE NEWS
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Jembatan-siumate.jpg)