Gunung Lewotobi Erupsi

Terkuak Isu Penjualan Beras Bantuan Bencana Lewotobi di Ile Gerong Terjadi dari Dapur Umum

Terkuak Isu Penjualan Beras Bantuan Bencana Lewotobi di Ile Gerong Terjadi dari Dapur Umum, berikut pengakuan para saksi.

Editor: Adiana Ahmad
HUMAS BNPB
Tim Dapur Umum sedang mempersiapkan makan siang bagi para pengungsi yang ada di pengungsian Desa Kringa, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur pada Jumat (8/11/2024). 

Laporan Reporter POS-KUPANG,COM, Paul Kabelen

POS-KUPANG.COM, LARANTUKA - Isu Penjualan Bantuan Logistik Bencana Gunung Lewotobi Laki-laki di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT) perlahan mulai terkuak.

Informasi yang diperoleh POS-KUPANG.COM dari beberapa saksi, Penjualan Bantuan Logistik benana Gunung Lewotobi Laki-laki di Flores Timur terjadi di dapur umum

Seorang saksi pada Sabtu, 4 Januari 2025 membuat pengakuan mengejutkan. Penjualan beras diduga terjadi di dapur umum.

Seseorang yang menceritakan hal ini mengaku berada di sana kala itu. Beras kemudian dimuat dengan sepeda motor oleh sesama warga setempat.

Baca juga: Koordinator Logistik Ile Gerong Telusuri Penjualan Bantuan Bencana Lewotobi Lewat Pemdes

Harga satu karung beras ukuran 50 kilogram dijual seharga Rp 450.000. Ia tidak tahu pasti berapa banyak yang laku terjual, namun warga disebutnya mau membeli karena harganya terjangkau. 

"Masyarakat mau saja karena harganya murah," kata sumber itu. Namanya dirahasiakan karena khawatir akan mengalami intimidasi.

Sumber POS-KUPANG.COM lain, mengaku enggan membeli sekalipun harganya sangat murah ketimbang dibeli dari kios. Sebab beras yang diperuntukan bagi penyintas bukan untuk diperdagangkan

Penjualan beras ini menyisahkan tanda tanya. Biasanya, barang yang masuk maupun keluar gudang logistik didata dengan teliti. Di gudang logistik Poslap Ile Gerong, pengurus logistik dinilai ketat mengontrol tiap barang, bahkan dijuluki 'pelit'.

"Menurut saya, kejadian bukan di (gudang) logistik, tapi di luar logistik. Saya pernah main ke sana, itu pelitnya minta ampun," ujar warga itu. Pelit yang ia maksud adalah pola mengatur bantuan yang tak asal memberi.

Baca juga: Gunung Lewotobi Laki-laki Kembali Erupsi Sabtu 4 Januari 2025 Malam, Kolom Abu Mencapai 700 Meter

Kepala Desa (Kades) Ile Gerong, Wili Klore, menanggapi informasi yang semakin panas diperbincangkan itu. Ia mengaku tak tahu soal isu yang belakangan diperbincangkan warga dan penyintas. Dia menanggapi tenang atas tudingan keterlibatan perangkat desa.

"Itu mungkin perkiraan orang karena setiap hari ada beberapa perangkat desa yang membantu angkat-angkat logistik. Mereka bantu-bantu di sana karena kekurangan tenaga," katanya. (*)

ikuti berita POS-KUPANG.com di GOOGLE NEWS

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved