Kali Warang di Sikka Meluap
Kali Warang di Sikka Meluap, Taksasi Kerugian Mencapai Rp200 Juta
Taksasi kerugian yang dilakukan aparat Polsek Waigete, Pospol Talibura dan Koramil Talibura itu berdasarkan pada tingkat kerusakan rumah
Penulis: Aris Ninu | Editor: Edi Hayong
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Aris Ninu
POS-KUPANG.COM, MAUMERE- Bencana luapan banjir dari Kali Warang di Kabupaten Sikka pada Rabu (1/1/2025) menerjang 32 rumah dan dua diantaranya hanyut terbawa banjir.
Terhadap kejadian di Dusun Habihodot, Desa Talibura, Kecamatan Talibura, Kabupaten Sikka, Provinsi NTT ini, taksasi kerugian diperkirakan mencapai Rp200 juta.
Taksasi kerugian yang dilakukan aparat Polsek Waigete, Pospol Talibura dan Koramil Talibura itu berdasarkan pada tingkat kerusakan rumah yang terendam air serta ternak warga dan kebun juga terkena dampak.
Menyikapi kejadian bencana di Talibura ini, Kasie Humas Polres Sikka, Ipda Yermi Soludale kepada POS-KUPANG.COM di Maumere, Rabu, 1 Januari 2024 sore menegaskan, anggota Polsek Waigete, Pospol Talibura dan Koramil Talibura telah melakukan pendataan kerugian pasca bencana.
"Anggota sudah melakukan pendataan termasuk nama korban dan kerugian yang dialami. Taksasi sementara Rp 200 juta akibat bencana banjir di Talibura," paparnya.
Ia mengimbau warga tetap waspada dan jika hujan terus menerus maka perlu mengungsi ke tempat yang aman.
Sebelumnya diberitakan, bencana banjir di Dusun Habihodot, Desa Talibura, Kabupaten Sikka, Provinsi NTT sudah sering terjadi saat musim hujan setiap tahun.
Pemkab Sikka melalui dinas teknisi diharapkan segera melakukan penanganan cepat agar bencana ini tidak terulang lagi dan merugikan warga.
Baca juga: BREAKING NEWS : Kali Warang Meluap, Pemukiman Warga Talibura Sikka Terendam Air
Ketua DPRD Sikka, Stefanus Sumandi meminta Pemkab Sikka harus mengecek ke lokasi guna dilakukan penanganan jangka menengah dan panjang.
"Langkah apa yang harus dilakukan pemerintah tentunya sangat penting. Pemerintah bisa turun ke lokasi agar melakukan penanganan seperti menguruk kali atau membanguyn turap pengaman. Langkah cepat perlu dilakukan cepat," papar Stefanus di Maumere, Rabu, 1 Januari 2025.
Ia menjelaskan, ke depan harus ada pemetaan daerah yang rawan banjir akibat luapan kali pada musim hujan sehingga tidak mengorbankan warga.(*)
Ikuti Berita POS-KUPANG.COM lainnya di GOOGLE NEWS
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Salah-satu-anggota-kepolisian-tengah-memantau-suasana.jpg)