Sabtu, 9 Mei 2026

Renungan Harian Katolik

Renungan Harian Katolik Sabtu 28 Desember 2024, Jaga dan Peliharalah Kehidupan 

isak tangis masyarakat yang menyaksikan kebengisan Raja Herodes yang telah membunuh anak-anak yang tidak berdosa itu.

Tayang:
Editor: Rosalina Woso
POS-KUPANG.COM/HO-DOK
Pastor John Lewar, SVD menyampaikan Renungan Harian Katolik Sabtu 28 Desember 2024, Jaga dan Peliharalah Kehidupan  

Oleh : Pastor John Lewar SVD

POS-KUPANG.COM - Renungan Harian Katolik Sabtu 28 Desember 2024, Jaga dan Peliharalah Kehidupan 

Biara Soverdi St. Yosef Freinademetz, STM Nenuk Atambua Timor

Hari keempat Oktaf Natal
Pesta Kanak-kanak Suci
Lectio: 1Yohanes 1:5-2:2; Mazmur 124:2-3,4-5,7b-8;
Injil : Matius 2:13-18.

Meditatio:
Kelahiran Yesus yang akan menjadi „Raja Israel‟ sungguh menggetarkan hati Raja Herodes. Raja Herodes merasa terganggu dan terancam karena kelahiran Yesus yang dinubuatkan akan menjadi Raja atau Mesias oleh para nabi.

Selain itu, Raja Herodes merasa dilecehkan oleh orang-orang Majus yang telah bertemu dengan Bayi Yesus dan tidak mau kembali ke istana Herodes.

Baca juga: Renungan Harian Katolik Jumat 27 Desember 2024, Rasul Cintakasih

Dia sangat marah lalu memerintahkan para prajuritnya untuk mencari dan membunuh kanak-kanak Yesus dan semua bayi yang ada di Betlehem. Tanpa mempedulikan ratap tangis ibu-ibu, disuruhnya membunuh semua kanak-kanak di daerah Betlehem.

Maka terjadilah isak tangis masyarakat yang menyaksikan kebengisan Raja Herodes yang telah membunuh anak-anak yang tidak berdosa itu.

Keputusan Herodes ini adalah salah satu strategi untuk mempertahankan kekuasaan duniawinya.

Berita tentang perintah Herodes juga sampai ke telinga Yusuf dan Maria. Allah mengetahui rencana jahat Herodes. Oleh karena itu, Allah memerintahkan Yusuf dalam mimpi untuk pergi meninggalkan Betlehem.

“Bangunlah, ambillah Anak itu serta Ibu-Nya, lahirlah ke Mesir dan tinggallah di sana sampai Aku berfirman kepadamu, karena Herodes akan mencari Anak itu untuk membunuh-Nya” ( Mat. 2:15).

Perlindungan dan pertolongan Tuhan luar biasa. Usaha Herodes gagal. Pada malam itu mereka, Yusuf, Maria dan bayi Yesus harus meninggalkan kampung halaman dan pergi ke tempat yang asing.

Jika Yusuf tidak taat, mungkin tamatlah riwayat Yesus. Sebagai orang beriman, Santo Yusuf percaya pada Penyelenggaraan Ilahi meskipun belum jelas apa yang akan terjadi di Mesir.

Hal ini mengingatkan kita akan pengalaman Bapa Abraham, yang juga taat untuk meninggalkan kampung halamannya dan pergi ke negeri lain serta belum tahu akan apa yang terjadi di kemudian hari (lih. Kej. 12:1-3).

Santo Yusuf siap dengan zona tidak nyaman, yakni mengadakan perjalanan yang jauh dan akan memulai kehidupan dari nol di Mesir.

Sumber: Pos Kupang
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved