Jumat, 10 April 2026

Lewotobi Erupsi

Jeda Beberapa Pekan, Lewotobi Laki-laki Kembali Erupsi Hingga 2.000 Meter

Gunung Lewotobi Laki-laki di Kabupaten Flores Timur, Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur, erupsi dua kali dan melontarkan material

Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM/HO-PGA LEWOTOBI
ERUPSI - Gunung Lewotobi Laki-laki kembali erupsi, Sabtu, 28 Desember 2024. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Paul Kabelen

POS-KUPANG.COM, LARANTUKA - Gunung Lewotobi Laki-laki di Kabupaten Flores Timur, Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur, erupsi dua kali dan melontarkan material setinggi 2.000 meter, Sabtu, 28 Desember 2024.

Erupsi kembali terekam di seismogram milik Pos PGA Lewotobi Laki-laki setelah beberapa pekan tanpa reaksi. Gunung berstatus Level III (Siaga) ini paling sering mengalami aktivitas kegempaan, sebelum kembali bereaksi sekira pukul 13.47 Wita dan 14.07 Wita.

Pos PGA Lewotobi Laki-laki di Desa Pululera, Kecamatan Wulanggitang, mencatat kolom erupsi pukul 13.47 Wita setinggi 1.500 meter di atas puncak kawah, sementara pukul 14.07 setinggi 2.000 meter.

Dijelaskan, kolom abu saat erupsi pertama teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal condong ke arah utara dan timur laut. Erupsi ini memiliki amplitudo maksimum 7.4 mm berdurasi 14 menit 43 detik.

"(Erupsi kedua) terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 44.4 mm dan durasi sementara ini ± 7 menit 16 detik," demikian isi laporan resmi yang dirilis PGA Lewotobi dalam grup whatsapp.

Masyarakat, pengunjung atau wisatawan diminta tidak melakukan aktivitas apapun dalam radius 5 kilometer dari pusat erupsi dan sektoral barat daya-timur laut sejauh 6 kilometer.

Masyarakat diminta tetap tenang, mengikuti arahan Pemerintah Daerah Flores Timur, dan tidak mempercayai isu-isu yang tidak jelas sumbernya.

Baca juga: Pertamina Bangun Sarana Air Bersih di Wilayah Terdampak Erupsi Lewotobi Flotim

"Waspada potensi banjir lahar hujan pada sungai-sungai yang berhulu di puncak G," imbubnya.

Hingga saat ini, permukiman desa-desa dalam radius bahaya masih mengungsi ke sejumlah Pos Lapangan (Poslap). Jumlah pengungsi terpusat maupun mandiri lebih kurang 9.000 jiwa. Mereka adalah warga Desa Dulipali, Hokeng Jaya, Klatanlo, Nawokote, dan Nobo. (*)

Ikuti berita POS-KUPANG.com di GOOGLE NEWS

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved