Selasa, 5 Mei 2026

Berita NTT

Marten Harap Lolos Seleksi PPPK Pemprov NTT

Meskipun CPNS dan PPPK termasuk ASN, namun keduanya memiliki definisi, hak, manajemen, dan proses seleksi yang berbeda.

Tayang:
Penulis: Irfan Hoi | Editor: Oby Lewanmeru
POS-KUPANG.COM/IRFAN HOI
Pegawai di Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi NTT sedang beraktivitas 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Irfan Hoi

POS-KUPANG.COM, KUPANG  - Marten Liu (46), pegawai non ASN di Bappeda NTT berharap lolos dalam seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja atau PPPK lingkup Pemprov NTT

Sejak tahun 2016, Marten menghabiskan waktunya di Bappeda NTT. Total 8 tahun ia bekerja di instansi itu. Tugasnya sebagai seorang tenaga lapangan. 

Sebelumnya, ia bersama puluhan pegawai non ASN lainnya telah didata. Nama mereka dikirim Badan Kepegawaian Daerah atau BKD ke Badan Kepegawaian Negara atau BKN dalam database. 

Pendataan itu karena pemerintah berencana meniadakan pegawai non ASN tahun 2025. Batas akhir penghapusan tenaga non ASN adalah sampai Desember 2024. Pemerintah menyiapkan seleksi PPPK untuk menampung tenaga non ASN itu, termasuk Marten. 

Untuk ikut dalam seleksi ini, Marten belajar. Ia hanya bermodal ijasah seadanya. Dia belajar dari siapapun termasuk melihat tips-tips di internet. Dia kemudian mendaftar pada sistem yang disiapkan. 

Setelah dinyatakan lulus administrasi, tahap selanjutnya adalah mengikuti ujian. Marten mengikuti ujian seleksi pada 5 Desember 2024 lalu di Aula Asrama Haji. Ia percaya diri mengikuti tahap itu. 

Saat mendaftar, kata dia, peserta diminta memasukkan ijasah, kartu keluarga, kartu tanda penduduk, dan surat keputusan atau SK pada kantor tempat ia bekerja. 

"Awalnya kirim semua SK sampai 2023, tapi cuman kemarin untuk tes mereka minta SK 2022 dan 2023 saja," kata dia, Senin 9 Desember 2024.

Pada waktu mengikuti ujian, Marten kesulitan. Sebab, selama ini ia jarang berhubungan dengan perangkat lunak seperti komputer. Apalagi sistem ujian dengan batas waktu. 

Dia sendiri memaklumi itu. Lebih dari 20 tahun ia sudah tidak lagi bersentuhan dengan komputer atau sejenisnya. Dalam kondisi semacam ini, dia tetap mengikuti ketentuan yang ada dengan tidak tergesa-gesa. 

Marten harus berkompetisi dengan sejumlah peserta lainnya. Rata-rata peserta yang ikut, menurut dia merupakan lulusan dari perguruan tinggi atau sarjana. Berbeda dengannya yang hanya memegang ijasah SMA. 

Baca juga: SELAMAT! Tenaga Honorer Kategori Ini Jadi Prioritas Diangkat jadi PPPK 2024, Bisa Langsung Dapat NIP

"Beta sudah 20 tahun lebih tamat SMA jadi mau bagaimana. Syukur kemarin lumayan, kebanyakan dapat nilai di atas, itu sepertinya peserta dari sarjana," kata dia. 

Marten sangat menaruh harapan pada seleksi PPPK kali ini. Dia sendiri baru pertama kali mengikuti seleksi semacam ini. Dia sepakat dengan janji pemerintah untuk meniadakan tenaga non ASN, asal, kata dia, semua honorer yang ada diberi ruang lebih luas di PPPK

"Baru ikut pertama kalinya. Sangat berharap sekali bisa lolos di PPPK. Kemarin soal 135 nomor memang, syukur bisa kerja semua," kata Marten mengenang suasana ujian pada pekan lalu. 

Sumber: Pos Kupang
Halaman 1/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved