Rabu, 22 April 2026

Berita Internasional

Sembilan Orang Meninggal dalam Bencana Banjir di Thailand

Laporan media lokal menunjukkan penduduk berjalan yang terdampak banjir melalui air keruh setinggi dada dan mobil-mobil terendam di jalan-jalan.

Editor: Dion DB Putra
DOK POS-KUPANG.COM
Ilustrasi. Sembilan orang dilaporkan meninggal dunia dalam  bencana banjir di Thailand selatan.  

POS-KUPANG.COM, BANGKOK - Sembilan orang dilaporkan meninggal dunia dalam  bencana banjir di Thailand selatan. 

Bencana alam tersebut juga memaksa lebih dari 13.000 orang di negara tersebut mengungsi. 

Sampai hari Minggu (1/12/2024), tim penyelamat terus berupaya melakukan evakuasi dengan perahu untuk menolong warga yang terlantar. 

Laporan media lokal menunjukkan penduduk berjalan yang terdampak banjir melalui air keruh setinggi dada dan mobil-mobil terendam di jalan-jalan.

"Banjir di delapan provinsi di Thailand selatan berdampak pada 553.921 rumah tangga dan menelan sembilan korban jiwa, mendorong berbagai lembaga untuk memobilisasi bantuan darurat," kata badan bencana Thailand di halaman Facebook resmi.

"Lebih dari 13.000 orang terpaksa meninggalkan rumah mereka, dengan tempat penampungan sementara didirikan di sekolah-sekolah dan kuil-kuil," tambahnya. 

Seorang penduduk provinsi pesisir Songkhla, mengatakan kepada penyiar negara Thai PBS bahwa dia khawatir dengan persediaan makanan yang semakin menipis. 

"Kami baik-baik saja sekarang, tetapi saya tidak yakin berapa lama kami bisa bertahan dalam kondisi ini," ujarnya, dikutip dari AFP. 

Dampak bajir lainnya ialah dua rumah sakit di Provinsi Pattani yang berdekatan menghentikan operasinya untuk mencegah banjir merusak fasilitas medis. 

Departemen Meteorologi Thailand telah memperingatkan, hujan yang sangat deras dapat terus mempengaruhi beberapa daerah di selatan negara itu hingga minggu depan. 

Pemerintah Thailand sudah  mengerahkan tim penyelamat untuk membantu penduduk yang terkena dampak dan menetapkan 50 juta baht atau setara Rp 27 miliar sebagai bantuan banjir untuk setiap provinsi. 

Perdana Menteri Thailand Paetongtarn Shinawatra mengatakan  tujuannya adalah untuk mengembalikan keadaan normal secepat mungkin. 

Thailand mengalami hujan monsun tahunan. Para ilmuwan mengatakan perubahan iklim buatan manusia menyebabkan pola cuaca yang lebih intens yang dapat membuat banjir yang merusak lebih mungkin terjadi. 

Sementara itu di Malaysia yang bertetangga dengan Thailand, lebih dari 122.000 orang terpaksa mengungsi akibat banjir hingga Sabtu (30/11/2024). 

Korban jiwa akibat bencana alam tersebut di Malaysia sebanyak empat orang.

Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved