Pilkada Ende
Pilkada Ende, Paket Deo-Do: Solusi untuk Ende Berkarakter, Maju dan Peduli Lingkungan
Ende membutuhkan pemimpin yang berpengalaman dan memiliki rekam jejak jelas, bukan sekadar mencoba-coba
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Albert Aquinaldo
POS-KUPANG.COM, ENDE – Kabupaten Ende kembali menjadi sorotan dengan semangat perubahan yang digaungkan melalui semboyan "Ende Baru untuk Semua."
Dalam debat pamungkas Pilkada Ende, Selasa, 19 November 2025 yang bertemakan "Ende Berkarakter, Maju, Berideologi dalam Menginternalisasi Nilai-Nilai Pancasila dan Peduli Lingkungan," pasangan Yosep Benediktus Badeoda dan dr Dominikus Minggu Mere dalam pernyataan penutupnya memaparkan visi dan komitmen mereka untuk membangun kabupaten yang lebih baik.
Pernyataan penutup Paket Deo-Do yang disampaikan oleh dr Dominikus Minggu Mere selaku calon wakil bupati Ende nomor urut 1, menegaskan, Pancasila adalah pedoman utama untuk menciptakan harmoni di tengah keberagaman suku, agama, dan budaya di Ende.
Nilai toleransi, gotong royong, dan keadilan sosial menjadi landasan kuat dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.
Baca juga: Erupsi Gunung Lewotobi, Kekurangan Surat Suara Pilkada Ende Dikirim Lewat Jalur Laut
"Pancasila adalah pilar kokoh yang akan menjadi fondasi bagi kami dalam menjalankan tata kelola pemerintahan," ujar mantan salah satu mantan birokrat Ende yang cukup diperhitungkan ini.
Selain fokus pada pembangunan karakter bangsa, kepedulian terhadap lingkungan menjadi prioritas.
"Kami ingin memastikan keseimbangan ekosistem tetap terjaga. Setiap tindakan kecil untuk lingkungan akan berdampak besar bagi kualitas hidup masyarakat dan makhluk lainnya," tegas dr Domi Mere.
Dengan semboyan "Ende Baru untuk Semua," pasangan Deo-Do membawa harapan baru untuk Kabupaten Ende.
Kehadiran paket Deo-Do, kata dr Domi Mere, bukan untuk mengambil keuntungan, melainkan untuk melayani.
"Kami percaya bahwa setetes air yang diberikan bisa menjadi lautan bagi mereka yang membutuhkan," ungkap dr Domi dengan penuh keyakinan.
Salah satu fokus utama mereka adalah perbaikan tata kelola pemerintahan. Paket Deo-Do berkomitmen untuk mendampingi Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam menyelesaikan berbagai persoalan hukum yang kerap menghambat proses penyelenggaraan pemerintahan.
Lebih lanjut dr Domi Mere mengatakan, Kabupaten Ende, dengan tantangan minimnya APBD, membutuhkan pemimpin yang tidak hanya memiliki visi tetapi juga akses dan jaringan yang luas untuk menarik sumber daya dari pusat ke daerah.
"Ende membutuhkan pemimpin yang berpengalaman dan memiliki rekam jejak jelas, bukan sekadar mencoba-coba," ujar dia.
Di tengah dinamika politik yang sering kali memecah belah, pasangan Deo-Do menegaskan pentingnya kasih dan persaudaraan.
"Kami percaya bahwa kebencian hanya akan menimbulkan pertengkaran, tetapi kasih mampu menutupi segala pelanggaran," kata dr Domi Mere menutup pemaparan dengan pesan persatuan.
Dengan komitmen yang kuat dan visi yang jelas, Paket Deo-Do menawarkan harapan untuk menjadikan Kabupaten Ende lebih berkarakter, maju, dan peduli lingkungan. Slogan mereka "melayani, bukan menghitung untung atau rugi" menjadi bukti dedikasi mereka bagi masyarakat.
Ikuti Berita POS-KUPANG.COM Lainnya di GOOGLE NEWS
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.