Sabtu, 18 April 2026

Berita Belu

Selain Listrik, PLN Beri Dukungan untuk Pertanian di Perbatasan RI-RDTL

program TJSL PLN ini berfokus pada kesejahteraan masyarakat dengan tujuan pembangunan berkelanjutan. 

Penulis: Agustinus Tanggur | Editor: Rosalina Woso
POS-KUPANG.COM/HO-DOK
Marcos Tato, penanggung jawab Yayasan JPM di Kabupaten Belu, secara simbolis menyerahkan bantuan pertanian kepada ketua dan anggota kelompok tani di lahan pertanian Dusun Laka Ikiri, Desa Dualaus, Selasa 12 November 2024. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Agustinus Tanggur

POS-KUPANG.COM, ATAMBUA - Selain menyediakan kelistrikan yang andal, PT PLN (Persero) melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) berkomitmen untuk membantu kesejahteraan masyarakat di berbagai sektor. 

Program TJSL dari PT PLN (Persero) UIW NTT kini memberikan dampak nyata bagi kelompok tani Menanti Kasih 1 dan Menanti Kasih 2 di Desa Dualaus, Kecamatan Kakuluk Mesak, Kabupaten Belu, perbatasan Indonesia dan Timor Leste (RI-RDTL).

Dalam kolaborasi dengan Yayasan Jaringan Peduli Masyarakat (JPM), PT PLN Unit Induk Wilayah (UIW) NTT menyediakan bantuan berupa pompa air lengkap dengan jaringan perpipaan bagi kedua kelompok tani tersebut. 

Selain itu, masing-masing kelompok tani menerima drum plastik serta bibit hortikultura untuk mendukung produksi sayuran di lahan pertanian mereka.

Baca juga: Kadis Lingkungan Hidup Sumba Barat Harap PT PLN Bangun Jaringan Listrik Ke TPA Wone

Marcos Tato, penanggung jawab Yayasan JPM di Kabupaten Belu, secara simbolis menyerahkan bantuan ini langsung kepada ketua dan anggota kelompok tani di lahan pertanian Dusun Laka Ikiri, Desa Dualaus, Selasa (12/11/2024). 

Direktur Yayasan JPM, Yohanis Pakereng, menjelaskan program TJSL PLN ini berfokus pada kesejahteraan masyarakat dengan tujuan pembangunan berkelanjutan. 

“Melalui program ini, kami mendukung kelompok tani hortikultura di Desa Dualaus dengan memberikan fasilitas pompa air, jaringan perpipaan yang sudah diinstal, drum plastik, dan bibit hortikultura. Tujuannya agar para petani lebih mudah mengakses air bersih dan meningkatkan pengelolaan lahan mereka,” ujarnya.

Dengan fasilitas yang mendekatkan akses air bersih ke lahan pertanian, kedua kelompok tani ini dapat lebih efisien dalam mengelola tanaman hortikultura, seperti cabai, tomat, pare, kangkung, ubi kayu, dan sayuran lainnya. 

Ia berharap agar fasilitas ini mampu meningkatkan hasil panen dan mendukung pendapatan mereka.

“Kami berharap produksi hortikultura dari kelompok tani ini semakin baik dan dengan peningkatan produktivitas, pendapatan mereka juga ikut meningkat,” tambah Yohanis.

Ketua Kelompok Tani Menanti Kasih 1, Brigita Bete, menyampaikan rasa syukur dan terima kasihnya atas bantuan dari PLN dan Yayasan JPM. 

"Kami sangat berterima kasih kepada PLN Peduli dan Yayasan JPM. Dengan adanya pompa air dan fasilitas lainnya, kami merasa terbantu sekali. Semoga Tuhan selalu memberkati mereka," ucap Brigita. (Cr23). 

Ikuti Berita POS-KUPANG.COM Lainnya di GOOGLE NEWS

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved