Lewotobi Erupsi
Bukan Obati Trauma, Bocah Korban Erupsi Lewotobi Malah Dirundung Tangis
Lagu itu ia nyanyikan di hadapan Juliati Sigit bersama para polwan, polisi, guru, serta para orangtua. Bocah itu tak mampu melanjutkan lagu.
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Paul Kabelen
POS-KUPANG.COM, LARANTUKA - Ketua Umum Bhayangkari, Ny. Juliati Sigit Prabowo, ikut bersedih melihat seorang bocah korban erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki, Cino Tobi di Tenda Playground (tempat bermain) di Posko Desa Kobasoma, Kecamatan Titehena, Kabupaten Flores Timur, NTT, Kamis, 14 November 2024.
Cino Tobi adalah siswa kelas VI pada SDN Bawalatang di Desa Nawokote, Kecamatan Wulanggitang. Wajahnya penuh dengan air mata saat menyanyikan lagu "Rindu Rumah".
Lagu itu ia nyanyikan di hadapan Juliati Sigit bersama para polwan, polisi, guru, serta para orangtua. Bocah itu tak mampu melanjutkan lagu.
Suaranya semakin berat. Mulutnya bak tertahan derita yang tersimpan sejak lama.
Di hadapan teman-temannya yang mengalami musibah bencana sama sepertinya, Cino Tobi berhenti bernyanyi.
Kedua matanya bengkak. Isak tangisnya itu merubah suasana trauma healing yang semula riang gembira menjadi kesedihan.
Padahal, sejak awal, trauma healing oleh istri Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo berjalan dalam kegembiraan. Ratusan bocah gabungan dari sejumlah TKK dan SD tertawa lepas, apa lagi diberi hadiah langsung dari Juliati Sigit.
Beberapa pengungsi yang melihat suasana itu merasa kurang senang. Menurut mereka, lagu "Rindu" rumah bukan mengobati trauma anak dan korban umumnya. Psikologis mereka saat itu kembali terbebani dengan kondisi rumah yang hancur disapu bencana.
"Lebih tepat nyanyikan lagu yang membuat kita semua kembali semangat. Lagu ini buat kita kembali ke suasana sedih, jadi tidak tepat kalau dinyanyikan. Akan mengingat apa yang kita punya (rumah dan kampung) sudah rusak akibat letusan gunung," kata salah satu warga yang meminta wartawan tak menulis namanya dalam berita.
Beberapa guru perempuan yang mendampingi trauma healing pun menitihkan air mata. Tak bisa membendung kesedihan meski berada di dalam tenda yang dibanjiri hadiah tersebut.
Sementara Juliati terus membujuk Cino Tobi. Anak itu tampak manggut-manggut. Dia pun diberi hadiah meski masih larut dalam tangis. Hadiah itu juga berisi kontas rosario.
Baca juga: Erupsi Gunung Lewotobi, Kekurangan Surat Suara Pilkada Ende Dikirim Lewat Jalur Laut
Menurut Kepala SDN Bawalatang, Theresia Ose Boleng Tukan (53), Cino Tobi mengingat ayah dan ibunya yang saat ini berada di tanah rantau. Orang tuanya tak pernah pulang sejak ia hidup bersama neneknya di Nawokote.
"Lagu itu selalu dia nyanyikan di sekolah. Dia selalu menangis. Anaknya menag cerdas, tapi itulah, orangtuanya masih merantau," katanya kepada wartawan di posko pengungsian. (*)
Ikuti Berita POS-KUPANG.COM lainnya di GOOGLE NEWS
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Ketua-Umum-Bhayangkari-NyJuliati-Sigit-Prabowo.jpg)