Pilkada Lembata
Calon Bupati Lembata Vianey Burin Saran ke Presiden, Koruptor Harus Ditembak Mati
Paket Tujuh Maret ingin menyelenggarakan pemerintahan yang bersih dari praktik korupsi.
Penulis: Ricardus Wawo | Editor: Edi Hayong
POS-KUPANG.COM, LEWOLEBA- Komisi Pemilihan Umum atau KPU Lembata kembali menggelar debat publik kedua Pilkada Lembata untuk enam pasangan calon bupati dan wakil bupati Lembata periode 2024-2029 pada Minggu 10 November 2024.
Dalam sesi debat, Calon Bupati Lembata nomor urut 2 (dua) dari Paket Tujuh Maret Yohanes Vianey Burin alias Vianey Burin berulang kali menyampaikan pendapatnya tentang korupsi dalam birokrasi.
Paket Tujuh Maret ingin menyelenggarakan pemerintahan yang bersih dari praktik korupsi.
Dalam debat publik berlangsung di Aula Ankara, Lewoleba itu, Vianey Burin, menyampaikan jawabannya terkait pertanyaan panelis tentang model kepemimpinan bila dia menjadi kepala daerah.
“Model kepemimpinan partisipatif,” katanya.
Vian menegaskan dia dan Paulus Doni Ruing ingin membuat pemerintahan yang bersih (clean government), tidak korupsi dan menerapkan sistem merit dalam birokrasi.
Dengan sistem ini, dia berharap para ASN tidak perlu merasa takut atau khawatir tentang jabatan mereka.
Menurutnya, jabatan ASN tidak boleh berdasarkan kepentingan politik tertentu, melainkan harus memakai sistem merit.
Baca juga: Pilkada Lembata Paslon Vian Burin-Doni Ruing Akan Intervensi 301 Mata Air Penuhi Kebutuhan Air Minum
Mengenai korupsi, Vianey Burin berujar di negara Cina, koruptor dihukum mati.
Maka dia juga ingin mengusulkan kepala Presiden RI Prabowo Subianto supaya hukuman koruptor menjadi lebih berat yakni ditembak mati.
“Korupsi itu suatu kejahatan yang luar biasa,” pungkasnya.(*)
Ikuti Berita POS-KUPANG.COM lainnya di GOOGLE NEWS
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.