KUR 2024

Kemenkop Beri Opsi Terbaru, Penyaluran KUR 2024 Bisa Sesuai Klaster

Pemerintah pusat melalui Kementerien Koperasi dan UKM atau Kemenkop UKM memberikan opsi terbaru kepada lembaga-lembaga keuangan di Tanah Air. simakini

Penulis: Frans Krowin | Editor: Frans Krowin
ISTIMEWA/POS-KUPANG.COM
OPSI TERBARU – Pemerintah pusat melalui Kementerian Koperasi dan UKM atau Kemenkop-UKM memberikan opsi terbaru dalam penyaluran dana KUR 2024. Salah satunya adalah penyaluran KUR klaster. 

POS-KUPANG.COM – Pemerintah pusat melalui Kementerien Koperasi dan UKM atau Kemenkop UKM memberikan opsi terbaru kepada lembaga-lembaga keuangan di Tanah Air untuk menyalurkan dana Kredit Usaha Rakyat atau KUR 2024 sesuai klaster.

Opsi itu diberikan sebagai salah upaya pemerintah memberikan ruang inovasi kepada lembaga-lembaga keuangan dalam menyalurkan dana tersebut. KUR Klaster itu juga untuk memudahkan manajemen bank mengontrol para pelaku UMKM dalam mengelola dana tersebut.

Untuk diketahui, bahwa hingga 31 Agustus 2024 lalu, KUR yang telah disalurkan semua lembaga keuangan di Tanah Air, telah mencapai angka yang fantastis, yakni Rp 195,6 triliun. 

Dari jumlah itu, KUR yang disalurkan manajemen Bank BRI relative besar. Angkanya mencapai Rp 126,12 triliun. Sementara dana yang disalurkan manajemen Bank Mandiri sudah mencapai Rp 32,20 triliun dari target sebesar Rp 37,5 triliun.

Atas realisasi penyaluran dana tersebut, Deputi Bidang Usaha Mikro Kementerian Koperasi dan UKM, Yulius angkat bicara. Ia mengatakan bahwa total penyaluran dana sebesar Rp 195,6 triliun itu setara dengan 69,86 persen dari target tahun 2024 sebesar Rp 280 triliun. 

Meski tak disebutkan secara pasti, target tersebut memang ada penurunan dari target awal yang sempat dipatok Rp 300 triliun.

“Penyaluran KUR sudah diberikan kepada 3,32 juta debitur,” ujar Yulius Selasa 3 September 2024.

Lebih lanjut, Yulius mengungkapkan untuk mendorong peningkatan penyaluran KUR, Kementerian Koperasi dan UKM akan melakukan beberapa langkah. Salah satunya dengan mendorong penerapan inovatif credit scoring dalam penilaian kredit.

Di sisi lain, pihaknya juga akan mendorong percepatan penyaluran melalui KUR Klaster dan adanya pendampingan bagi UMKM yang akan mengakses KUR.

“Koordinasi dengan seluruh stakeholders juga dilakukan seperti Kemenko Bidang Perekonomian, Kementerian Keuangan, Penyalur KUR dan Perusahaan Penjamin KUR,” tambahnya.

Sebelumnya, Asisten Deputi Pasar Modal dan Lembaga Keuangan Kemenko Perekonomian Gede Edy Prasetya, mengungkapkan bahwa target penyaluran KUR tahun ini adalah Rp 280 triliun, sedikit lebih rendah dari target awal yang sekitar Rp 300 triliun.

“Target penyaluran KUR tahun 2025 diproyeksikan paling tidak sama dengan target tahun 2024,” kata Edy yang juga Ketua Tim Teknis Sekretariat Komite Kebijakan Pembiayaan UMKM. 

Namun, target tersebut belum final dan akan ditetapkan secara resmi oleh Komite Kebijakan Pembiayaan bagi UMKM dalam forum Rapat Koordinasi pada Triwulan 4 tahun 2024.

Baca juga: Realisasi KUR Terus Menanjak, Akankah Target Rp 280 Triliun Terwujud?

Baca juga: Tinggal 2 Bulan Lagi KUR 2024 Berakhir, Sudahkah Kamu Ajukan Permohonan Pinjaman?

Edy menjelaskan bahwa sasaran penyaluran KUR tahun 2025 akan difokuskan pada UMKM yang produktif dan layak namun belum memiliki agunan tambahan atau agunan tambahan mereka tidak mencukupi. 

Skema KUR tahun depan juga akan lebih tematik untuk menyasar target penerima KUR dengan lebih tepat dan berkualitas, seperti UMKM di sektor produksi, terutama di sektor pertanian. (*)

Ikuti Pos-Kupang.Com di GOOGLE NEWS

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved