Breaking News

Lewotobi Erupsi

Fidelis Korban Letusan Gunung Lewotobi Tidur Saat Kejadian Karena Minum Satu Botol Moke

Dijelaskan lagi bahwa tidak mengetahui sama sekali kejadian itu, karena tertidur lelap dan ia berpasrah diri dalam kejadian letusan gunung Lewotobi

Editor: Oby Lewanmeru
POS-KUPANG.COM/HO
Petugas sedang melakukan evakuasi korban erupsi Ile Lewotobi Laki-laki di Kabupaten Flores Timur. 

POS-KUPANG.COM LARANTUKA - Kesaksian Fidelis Dedi Embu warga Desa Duripali Kecamatan Ile Bura Kabupaten Flores Timur pasca erupsi Gunung Lewotobi pada Minggu 3 November 2024 malam.

Fidelis Embu menjelaskan terjadinya letusan gunung berapi yang dimana waktu kejadian tersebut membuat suasana berubah sepenuhnya.  Di mana hiruk pikuk pada saat mereka mencari jalan keluar.

“Saya posisi tidur nyenyak, lalu istri anak kasih bangun saya. Pada saat itu, posisinya sudah getar lalu bersaman dengan bunyi gemuru dari atas dan ada rumah-rumah tembok goyang semua, pada saat itu bersamaan dengan listrik padam. Istri anak cari jalan keluar posisi arah ke mana sedangkan saya arah ke mana, pada saat itu sangat hiruk pikuk. Lalu di dalam rumah ada bayi balita umur 7 bulan, anak umur 1 tahun lebih dan umur 2 tahun. Sedangkan anak mantu posisi pada saat itu cari pintu dalam keadaan gelap gulita, lalu mereka semua lari menuju arah keluar rumah lewat pintu samping sedangkan saya bersama cucu saya yang umur 7 bulan mengikuti pintu belakang rumah” ujarnya.

Pada saat mengevakuasikan diri bersama keluarga,anak dari Fidelis Embu ini terjebak di halaman depan rumah tepat di lubang besar dari bongkahan batu letusan gunung tersebut dan mendapat luka disebabkan tajamnya seng yang jatuh.

“Anak saya tiga orang itu dapat luka dari seng yang jatuh karena terjebak di lubang besar dari bongkahan batu, sementara itu saya di belakang bersama cucu saya masih mencari jalan keluar dan tetangga mulai berteriak mengatakan bahwa “Kita arah kemana sekarang” dan saya memberitahu istri dan anak agar lebih dulu mencari tempat aman ke RT 02. Lalu saya posisi masih di depan rumah karena harus mengambil barang-barang penting seperti KK, KTP dan surat penting yang lain” ujarnya lagi.

Pada saat ini mereka mengungsi di Lewolaga. Kecamatan Titehena.

“Kami sudah 2 malam mengungsi di Lewolaga,” imbuhnya.

Dijelaskan lagi bahwa tidak mengetahui sama sekali kejadian itu, karena tertidur lelap dan ia berpasrah diri dalam kejadian letusan gunung Lewotobi ini.

“Saya mungkin serah diri untuk mati, karena kejadian itu saya tidak tahu sama sekali, hari itu hari minggu saya baru pulang dari rumah duka langsung tidur. Saya tidur karena ada minum moke satu botol di rumah duka. Jadi, saya bangun itu juga karena istri anak yang kasih bangun saya dan jarak pecahnya bongkahan batu dengan saya tidur itu sekitar 1 meter 50 senti, “ujar Fidelis.

Baca juga: Kepala BNPB Berkantor di Flores Timur Pasca Erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki

Fidelis juga mengharapkan kepada pemerintah setempat agar kondisi rumah mereka juga dapat di perbaiki dan pemindahan lokasi pengungsian yang baru, yang tidak terancam dari kondisi ini.

“Untuk sementara setelah kejadian ini, harapan kami kepada pemerintah agar bisa memperbaiki seng-seng yang rusak agar kami bisa kembali ke kampung halaman kami, tapi saya juga berharap agar pemindahan lokasi pengungsian yang baru karena kami masih merasa sangat terancam dan sangat khawatir oleh kondisi ini, untuk sekarang ini menjadi harapan kami,” ujarnya lagi.

(Yuliana Hildagardis Magang TribunFLores)

Ikuti Berita POS-KUPANG.COM lainnya di GOOGLE NEWS

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved