Senin, 8 Juni 2026

Liputan Khusus

Lipsus - Debat Perdana Pilkada Flotim, Empat Paslon Tiba Sesuai Nomor Urut

Keempat paslon tiba satu jam sebelum dimulainya acara debat yang diselenggarakan di Gedung OMK Larantuka, Rabu (30/10) petang.

Tayang:
Editor: Ryan Nong
Tangkapan layar POS KUPANG
Debat Perdana Pilkada Flotim 

POS-KUPANG.COM, LARANTUKA - Empat paslon Bupati dan Wakil Bupati Flores Timur periode 2024–2029 hadir untuk memaparkan visi, misi dan program dalam debat perdana yang digelar Komisi Pemilihan Umum (KPU) Flores Timur.

Pantauan Pos Kupang, keempat pasangan calon hadir di lokasi debat sesuai nomor urut masing-masing. Debat dijadwalkan mulai pukul 19.00 Wita. 

Keempat paslon tiba satu jam sebelum dimulainya acara debat yang diselenggarakan di Gedung OMK Larantuka, Rabu (30/10) petang.

Pasangan calon hadir didampingi pengurus partai, keluarga dan para pendukung yang jumlahnya dibatasi KPU Flores Timur. Debat tersebut dilaksanakan dalam enam segmen yang diawali dengan pemaparan visi, misi dan program dari masing-masing pasangan calon.

Bangun Politeknik

Pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Flores Timur nomor urut 1, Y. A. T. Lukman Riberu dan Zakarias Paun menjanjikan akan membangun Politeknik di Kota Larantuka.

"Visi misi kami adalah kita ingin mewujudkan Flores Timur yang maju, sejahtera dan bermartabat," kata Lukman.

Dia melanjutkan, maju berarti bisa merealisasikan semua potensi yang dimiliki dan melihat peluang sehingga bisa meningkatkan daya saing terhadap kabupaten-kabupaten yang lain.

"Berikut berkaitan dengan kesejahteraan kita melihat dari dua sisi yaitu, apakah selama ini sudah sejahtera atau belum dan sekarang kita akan tingkatkan. Kita melihat dari kesejahteraan ekonomi dan kesejahteraan sosial masyarakat yang saling melengkapi satu sama lain sehingga untuk itu kita bisa melihat bagaimana keberhasilan kita. Kita melihat pada indeks pembangunan manusia (IPM), angka-angka lain, angka kematian bayi, rata-rata usia sekolah kita, dan juga berkaitan dengan angka pertumbuhan kita," jelasnya.

Sementara berkaitan dengan martabat pihaknya ingin agar kabupaten Flores Timur memberikan pendidikan yang positif tentang harkat dan martabat manusia.

"Kita ingin kultur kemanusiaan kita, martabat manusia kita lakukan dengan baik sehingga tidak ada konflik di mana-mana baik konflik yang memang tiba-tiba ataupun yang sudah tahu masalahnya tetapi kita tidak bisa menyelesaikannya dari awal.
Ini yang berkaitan dengan maju, sejahtera dan bermartabat," urainya.

Misi yang diemban adalah pertama, pelayan kesehatan, pendidikan dan juga berkaitan dengan pariwisata dan sebagainya.

"Pendidikan kita harapkan ke depan masih bisa ditingkatkan, pemerataan juga kesejahteraan bagi pendidik dan karyawan pendidik lainnya, kita memperhatikan juga masalah ini yaitu beasiswa dan sebagainya

Ke depan saya juga ingin ada pendidikan tinggi yang berkaitan dengan vokasi yaitu Politeknik di Larantuka. Ini sangat penting," ujarnya.

Berkaitan dengan kesehatan lanjut Lukman, pasangan ini ingin agar semua sarana prasarana yang belum dimiliki dengan baik akan ditingkatkan di tiga daratan ini

Apakah kaitan dengan cuci darah,CT scan dan sebagainya, juga kesejahteraan sangat penting bagi para tenaga kesehatan, tenaga medis dan sebagainya agar mereka bisa bekerja dengan tenang, senang dan suka hati.

Berikut kaitan dengan masalah perekonomian pasangan ini ingin adanya teknologi yang ataupun kemajuan ilmu pengetahuan dalam rangka meningkatkan sumber ekonomi Flotim yaitu ingin ke depan ada BUMD yang bekerjasama dengan Bumdes sekaligus melakukan pemasaran sehingga masyarakat kita bisa mendapatkan keuntungan dengan baik.

Juga ada BLK bagi masyarakat tetapi bukan bersifat hibah, setelah lulus mereka akan diberikan sertifikasi baik yang mau keluar negeri, buruh migrant. “Kita akan memantau dan kita ingin melihat bagaimana keberhasilan mereka,” ujarnya.

Masalah infrastruktur juga kita lakukan demi kebaikan dengan menanta kembali yang masih kurang. Pasangan ini juga berkeinginan memindahkan kilometer nol yang saat ini ada di Posto untuk dipindahkan ke Basira agar bisa mendapatkan dana dari pemerintah pusat yang berkaitan dengan peningkatan dan pemeliharaan jalan ini.


Ekonomi Jadi Prioritas

Pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Flores Timur nomor urut 2, Antonius Doni Dihen dan Ignasius Boli menjadikan ekonomi sebagai prioritas.

"Flores Timur produktif dan inovatif itu adalah visi kami. Kami tahu bahwa RPJMD RPJPD telah merumuskan visi jangka panjang daerah ini yaitu Flores Timur maju, berdaya saing dan berkelanjutan," kata Antonius.

"Kami melihat bahwa dalam jangka pendek, jangka menengah lima tahun kedepan penekanan pada produktivitas dan inovasi adalah hal yang penting. Inovasi adalah kebutuhan kita. Melakukan perubahan di berbagai sektor kehidupan untuk memastikan bahwa pertumbuhan ekonomi kita cukup untuk kehidupan kita, kita masih stagnan di angka 3 persen setelah turun dari 5 persen sebelumnya," tambahnya.

Dia melanjutkan, Flores Timur juga masih mempunyai angka kemiskinan yang tinggi sekitar 10 sampai 11 persen, setara dengan 30 ribu orang. Indeks pembangunan manusia juga masih dibawah rata-rata provinsi dan rata-rata provinsi masih dibawah rata-rata nasional.

"Sesuatu yang menggugah kita mestinya, untuk melangkah lebih maju karena itu kita butuh kebijakan yang lebih bertenaga untuk memastikan bahwa kita harus bisa mendayagunakan sumber daya kita secara maksimal,” ujar Antonius.

“Bagaimana kebijakan bertenaga yang kami maksudkan, kami telah merumuskannya dalam misi lompatan produktivitas yang secara publik kami komunikasikan, kami kampanyekan sebagai lompatan jauh Flores Timur. Lompatan jauh Flores Timur sesungguhnya adalah lompatan produktivitas yang mengandalkan inovasi di berbagai sektor kehidupan," sambungnya.

Antonius melanjutkan, terjemahan dari itu sudah dirumuskan dalam beberapa hal, pertama, keberanian dan kecerdasan portfolio kebijakan dan anggaran. Pemerintah pusat melalui Undang-undang telah membagi kewenangan, membagi urusan wajib dan urusan pilihan sedemikian rupa sehingga pemerintah daerah cenderung fokus pada urusan-urusan wajib saja, infrastruktur dasar, pendidikan dasar dan kesehatan dasar.

“Kita mau lebih cerdas dan berani untuk menyeimbangkan pada saat ini, memberikan perhatian tidak hanya pada soal-soal dasar infrastruktur tetapi juga pada soal ekonomi. Ekonomi harus kita gerakkan sekarang juga, tidak menunggu waktu ke depan.
Ekonomi menjadi prioritas kami,” ujarnya.

Dalam kaitan dengan ekonomi tambahnya, tentu saja mengandalkan sumber daya pertanian yang ada karena itu mobilisasi teknologi pertanian dengan pendampingan yang kuat dengan terobosan kelembagaan usaha tani diharapkan untuk mampu meningkatkan produktivitas sektor pertanian.

Sektor kelautan dan perikanan juga harus menjadi masa depan yang diandalkan dan dan di sektor kelautan dan perikanan, pendapatan asli daerah harus bisa digalakkan menjadi Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).

Selain itu, pasangan calon ini juga memberikan perhatian pada pendidikan karena angka partisipasi sekolah yang masih rendah, rata-rata lama sekolah masih rendah. Untuk itu Flores Timur butuh kebijakan yang sederhana untuk menjawab tantangan tersebut berupa bis sekolah dan lainnya.

"Tapi ke depan pendidikan juga harus menjawab tantangan besar lapangan pekerjaan, persaingan besar, kita memasuki era industri 4.0 yang menghendaki kompetensi-kompetensi baru. Titik krusialnya ada di guru," tandasnya.

Turunkan Angka Stunting

Pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Flores Timur nomor urut 3, Antonius Hubertus Gege Hadjon dan Matias Werong Enay berkomitmen menurunkan angka stunting ke angka 5 persen di tahun 2029.  

"Ketika menjadi Bupati di tahun 2017 yang lalu, kami memiliki impian untuk membangun Flores Timur. Impian itu kami sajikan dalam visi Flores Timur Sejahtera dalam Bingkai Desa Membangun Kota Menata yang kami laksanakan dalam misi selamatkan orang muda Flores Timur, selamakan infrastruktur, selamatkan tanaman rakyat, selamatkan laut dan reformasi birokrasi," ujar Anton.

Menurut Anton, sumber daya manusia menjadi hal utama untuk kemajuan daerah sehingga paket ini akan menyukseskan program belajar dua belas tahun dan pemberian beasiswa bagi orang muda Flores Timur yang kuliah di Kabupaten Flores Timur.

"Kami juga memikirkan tentang orang muda Flores Timur ke depan untuk itu isu stunting menjadi isu yang luar biasa. Kami berkomitmen menurunkan angka stunting pada titik 5 persen di tahun 2029,” ujarnya.

Menurut Anton, pasangannya juga melihat pengangguran di Flores Timur cukup besar. Untuk itu pasangan ini ingin memastikan orang muda memiliki usaha adalah satu keharusan dan pemberian modal usaha akan dilakukan untuk orang muda Flores Timur.

Misi kedua, selamatkan infrastruktur. Pasangan ini bertekad, jalan harus menerobos seluruh wilayah. Air menjadi kebutuhan dasar bagi masyarakat di desa maupun di kota. Listrik harus menjangkau semua rumah tangga. Infrastruktur pendidikan yang layak untuk membangun Flores Timur serta infrastruktur kesehatan.

"Misi ketiga, selamatkan tanaman rakyat. Kemarin kita fokus pada tanaman mete, sekarang kita fokus untuk peningkatan produksi tanaman kakao di Kabupaten Flores Timur. Kami akan memberikan bantuan benih bagi peningkatan produksi pangan di Kabupaten Flores Timur, memperhatikan JUT (Jalan Usaha Tani) bagi petani dan juga mendekatkan air bagi petani di Kabupaten Flores Timur," ungkapnya.

Sedangkan misi keempat, selamatkan laut Flores Timur. Mari kita jaga laut kita karena itu adalah masa depan Flores Timur. Misi kelima, reformasi birokrasi dengan memastikan birokrasi pemerintahan daerah yang profesional, yang tanggap terhadap permasalahan masyarakat sesuai semangat adat dan kearifan lokal. Pembangunan tata kelola pemerintahan yang bersih dan bebas dari korupsi, profesional, berbasis digital, ramping, gesit dan terpercaya serta berbasis satu data.

Dalam kaitan dengan selamatkan laut paslon ini bersepakat untuk membangun TPI di Pulau Adonara khususnya di Desa Lamahala Jaya dan juga mendorong investasi di bidang perikanan.


Kabupaten Siaga

Pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Flores Timur nomor urut 4, Stephanus Ola Demon dan Rofinus Baga bertekad akan mewujudkan Flores Timur sebagai kabupaten siaga. Kabupaten Flores Timur merupakan kabupaten kepulauan yang terdiri dari 17 pulau dengan luas wilayah 5.983.38 kilometer persegi dengan jumlah penduduk di tahun 2024 sebanyak 288.310 jiwa.

Dikatakan, Stephanus, berdasarkan kondisi tersebut dan Perda RPJPD periode 2024-2045 maka Paket STORY mengusung visi “Terwujudnya Lewotanah Flores Timur Berdaya dan Maju."  

Visi tersebut kemudian dituangkan dalam empat misi yaitu pertama, mewujudkan transformasi sosial dan transformasi ekonomi daerah yang maju. Kedua, mewujudkan tata kelola birokrasi yang handal dan profesional. Ketiga, mewujudkan pembangunan kewilayahan yang merata dan berkeadilan.  Keempat, mewujudkan kondisi daerah yang kondusif demi keberlanjutan pembangunan.

"Dari empat misi tersebut kami tuangkan dalam 9 program strategis yaitu pertama, mewujudkan kabupaten siaga. Siaga di bidang kesehatan, siaga di bidang pendidikan dan siaga bencana," katanya.

Kedua, penguatan ekonomi kerakyatan terutama di sektor primer yaitu perikanan, pertanian, perkebunan dan UMKM.  Ketiga, pengembangan destinasi pariwisata terintegrasi baik darat laut dan udara.

Keempat, percepatan pembangunan sarana dan prasarana terutama di kawasan terisolir, pusat-pusat pertumbuhan dan produksi untuk mendukung pelaksanaan dan keberlanjutan program-program strategis nasional yang ada di kabupaten Flores Timur.

Kelima, birokrasi smart. Keenam, pemenuhan kebutuhan dasar akan sandang, pangan dan papan. Ketujuh, peningkatan PAD. Kedelapan, revitalisasi Kota Larantuka dan relokasi pusat pemerintahan menjadi kawasan civic center.

Kesembilan, membangun sains techno park yang bermaksud untuk mendorong inovasi dan pengembangan iptek.(uzu/cr4)

Tiga Paket di Manggarai

Debat perdana juga dilakukan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Manggarai yang diselenggarakan di Aula MCC Ruteng, Rabu (30/10).
Debat perdana ini menghadirkan tiga pasangan calon masing-masing pasangan nomor urut 1 Maksimus Ngkeros dan Ronal Susilo (Paket MARON), paslon nomor urut 2 Herybertus GL.Nabit dan Fabianu Abu (Paket Hery-Fabi) dan pasangan nomor urut 3 Yohan Halut dan Thomas Dohu (Paket YT).

Debat ini mengusung tema “Peningkatan Pembangunan dalam Upaya Mewujudkan Masyarakat Kabupaten Manggarai yang Sejahtera dan Berdaya Saing.”

Dengan sub tema “Akselerasi dan Pemerataan Kesejahteraan Sosial Bagi Kemajuan Daerah, Transformasi Pelayanan Publik dan Reformasi Birokrasi, Menyelaraskan Pelaksanaan Pembangunan dalam Bingkai Kebangsaan.”

Untuk debat tersebut, KPU menghadirkan para perumus yaitu, Dr. Ahmad Atang, M.Si, Yohanes Jimmy Nami, S.IP., M.IP, Eusabius Seperera Niron, M.IP. Sementara panelis terdiri dari Dr Rudi Rohi, SH, M.Si, dosen Ilmu Politik dan Demokrasi FISIP Universitas Nusa Cendana Kupang, Dr. Samuel Igo Leton,  dosen pada Program Studi Pendidikan Matematika, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Unika Widya Mandira, Emiliana Martuti Lawalu,SE,ME, dosen Program Studi Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekonomika dan Bisnis Unika Widya Mandira dan Sri Chatun, S., M.Si,  dosen Gender dan Kebijakan Publik Universitas Nusa Cendana Kupang. Sedangkan modetaror debat adalah Dewi Leba.

Menurunnya Stunting

Saat pemaparan visi misi, pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Manggarai pasangan nomor urut satu Ngkeros Maksimus -Ronal Susilo bertekad membawa Manggarai maju, sehat dan berbudaya.

Sehat jasmani dan rohani,  kata Maksi sehat dalam perekonomian, sehat dalam pendidikan, sehat dalam lingkungan dan sehat dalam tata kelola pemerintahan.

Selain itu Maksi -Ronal juga bertekad membawa masyarakat dalam meningkatkan kehidupan sosial dengan mencapai tingkat perkembangan yang tinggi dalam bidang ekonomi, pendidikan dan infrastruktur.

Masyarakat yang sejahtera kata Maksi, masyarakat yang tercapai kebutuhan dasar dan kualitas hidup untuk semua anggota keluarganya. Kualitas individu itu memiliki pengetahuan sehingga bisa terlibat dalam pengambilan visi-misi.

Untuk mencapai visi-misi ini maka terdapat misi yang pertama meningkatkan pelayanan kesehatan yang berkualitas dan merata bagi seluruh masyarakat serta mendorong terciptanya masyarakat yang sehat dan produktif. Tujuan dari misi ini untuk mendorong peningkatan indeks pencapaian kesehatan masyarakat Manggarai.

"Sasarannya meningkatkan usia harapan hidup dengan indikator menurunnya kematian bayi, menurunnya kematian Ibu, penanganan penyakit infeksi dan menular, penanganan penyakit regeneratif, pola hidup sehat dan bersih, menurutnya stunting dan penyakit ODGJ dan disabilitas," kata Maksi.

Lanjutkan Pembangunan

Calon Bupati dan Wakil Bupati Manggarai nomor urut 2 pasangan Heribertus GL.Nabit- Fabianus Abu dalam visinya berkomitmen melanjutkan pembangunan yang sudah dikerjakan dalam kepemimpinannya.

Paket Hery-Fabi mengusung visi “Terwujudnya Kabupaten Manggarai yang Sejahtera, Bersih, Berkelanjutan dan Berdaya Saing”.
Menurut Hery, untuk mencapai visi tersebut ada lima misi yang akan dicapai yaitu meningkatkan kualitas SDM, melalui pelayanan pendidikan, kesehatan yang berkualitas, dan terjangkau.

Kedua, membangun perekonomian yang kreatif, inovatif, untuk meningkatkan kesejahteraan. Kemudian meningkatkan ketahanan masyarakat, dalam menghadapi berbagai ancaman dan bencana.

Membangun sarana dan prasarana, untuk terwujudnya kabupaten yang sejahtera dan menciptakan tata kelola yang baik, dengan dukungan teknologi yang baik  untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Dalam debat ini pasangan nomor urut 2 Herybertus GL.Nabit  tidak didampingi Wakil Bupati Fabianus Abu karena sakit..
 
Kesehatan Gratis

Pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Manggarai  nomor urut 3, Yohan Halut -Thomas Dohu, mengusung visi menuju Manggarai yang Adil, Makmur, Sejahtera, Ekologis dan Berkelanjutan dalam Ide membangun Manggarai Lima Tahun ke Depan.

Menurut Yohan, memaparkan misi untuk mencapai kemajuan daerah dengan meningkatkan tata kelola pemerintahan, meningkatkan perekonomian masyarakat, meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, meningkatkan mutu pendidikan.

Dalam tata kelola pemerintahan Yohan menekankan merid sistem dalam pemerintahan, meningkatkan kualitas pendidikan dan pelatihan, termasuk juga menegaskan supremasi hukum dan juga tata kelola pemerintahan yang baik.

Bidang pendidikan pasangan ini bertekad membangun sekolah unggul terintegrasi.

Bidang kesehatan meningkatkan pelayanan kesehatan gratis, pemenuhan dokter ahli dan tenaga kesehatan lainnya di Rumah Sakit Umum Daerah dan Pratama dan meningkatkan sarana prasarana.

“Bidang ekonomi kami berupaya untuk meningkatkan pendapatan asli daerah, meningkatkan hasil pertanian dengan program pertanian terintegrasi dan baru terbarukan,” ungkap calon Wakil Bupati Thomas Dohu.

Sementara di bidang lingkungan hidup, ada pembangunan TPA. pengembang SDM, pembangunan balai latihan kerja. Rehabilitasi, meningkatkan pembangunan rumah tidak layak huni. (Cr2). 

 

 

Ikuti berita POS-KUPANG.COM di GOOGLE NEWS

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved