Minggu, 12 April 2026

Pembangunan IKN Dilanjutkan Tapi Kecepatannya akan Dikurangi, Begini Kata Menteri PU

Pembangunan IKN pastinya terus dilakukan, hanya kecepatan pelaksanaannya akan disesuaikan. IKN itu akan rampung dalam 4 tahun ke depan.

Editor: Frans Krowin

POS-KUPANG.COM – Setelah tak lagi menjadi Presiden RI, terobosan yang dilakukan Jokowi kala membangun Ibu Kota Nusantara atau IKN diprediksi bakal melemah. Prediksi public itu kini mulai terjawab satu per satu. Salah satunya disampaikan Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo.

Dikatakannya, bahwa pembangunan IKN itu pastinya terus dilakukan, hanya saja kecepatan pelaksanaannya akan disesuaikan. Pembangunan tetap dilanjutkan tetapi fokus utama Pemerintahan Prabowo saat ini adalah ketahanan pangan dan swasembada pangan.

"Untuk IKN itu tetap akan diteruskan, Cuma mungkin kecepatannya tidak seperti dulu," kata Dody saat rapat bersama Komisi V DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu 30 Oktober 2024.

Dody menjelaskan, perhatian Presiden Prabowo Subianto saat ini, lebih difokuskan pada ketahanan pangan. Ini  sebagai dampak dari situasi geopolitik dunia seperti perang yang hingga kini terus terjadi.

Perang di beberapa tempat dunia itu, lanjut Dody Hanggodo, dikhawatirkan dapat menimbulkan masalah sosial di Indonesia, dan hal itu bisa berdampak terhadap kebutuhan pangan dalam negeri yang mungkin tidak dapat dipenuhi secara baik.

"Yang dikhawatirkan bapak Presiden adalah perang benar-benar terjadi secara masif, kemudian kemampuan kita untuk swasembada pangan belum terjadi, dan kita masih butuh beras sana sini," ujar Dody.

"Itu yang dikhawatirkan akan menjadi masalah sosial yang akan lebih besar, makanya ketahanan pangan jadi fokus utama," imbuh Dody.

Ditemui usai rapat, Wakil Menteri PU Diana Kusumastuti yang juga berada di lokasi, mengamini pernyataan Dody.

Ia mengatakan Prabowo telah menegaskan berkomitmen untuk melanjutkan IKN, tetapi swasembada pangan akan menjadi prioritas.

Diana menekankan bahwa proyek IKN melibatkan lebih dari sekadar anggaran dari Kementerian PU, tetapi juga kolaborasi dengan Otorita IKN.

"Ini (pembangunan IKN) komitmen dari bapak presiden. Masalah waktunya, nanti kita kan bersama-sama dengan Otorita IKN kan, bukan semuanya Kementerian PU," kata Diana.

Baca juga: Jokowi Temui Calon Kepala Daerah, Efriza: Ini Bukan Cawe-cawe

Baca juga: AHY Beberkan Pesan Presiden Prabowo: Indonesia Negara Besar, Kita Wajib Pakai Produk Sendiri

"Otorita IKN kan masalah investor dan sebagainya. Tidak semuanya (pembangunan IKN) dengan APBN," lanjutnya.

Diana menyebutkan, perlambatan pembangunan IKN tidak seharusnya membuat investor khawatir.

"Kita harus membuat investor tetap percaya bahwa IKN ini akan tetap lanjut. Kita sudah komitmen untuk nanti pindah ke sana," pungkasnya. (*)

Ikuti Pos-Kupang.Com di GOOGLE NEWS

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved