Senin, 1 Juni 2026

Masyarakat Takut Beli Anggur Shine Muscat Asal China

Anggur Shine Muscat asal China saat ini ramai jadi perbincangan hangat di media sosial. Hal ini karena ditemukan residu kimia melebihi batas aman. 

Tayang:
Editor: Alfons Nedabang
ANTARA FOTO/ARI BOWO SUCIPATO
Pekerja memotong daun tanaman anggur hijau varietas shine muscat yang dibudidayakan di kebun Gamma Grape Experience, Pakis, Malang, Jawa Timur, Selasa (14/5/2024). 

Selain itu, kalau pemerintah tidak mengeluarkan kebijakan yang tegas, Caca juga mengkhawatirkan kerugian dari pedagang yang sudah membeli stok banyak.

"Orang pada enggak beli, terus karena stok yang melimpah tadi, anggurnya pada busuk. Kan rugi pedagangnya. Ekonomi lagi sulit," lanjutnya. 

Dirinya pun berharap anggur Shine Muscat yang ada di Indonesia tidak mengandung residu berbahaya. Selain itu ia menyarankan pemerintah juga mengeluarkan kebijakan untuk menguji keamanan dari anggur Shine Muscat yang ada di Indonesia. 

"Cepat-cepat deh diuji dan diumumin hasilnya.  Serem banget kalo beneran ada residu bahaya, terus terlanjur dikonsumsi secara meluas bisa memicu penyakit hati dan kanker," tutupnya. 

Tanggapan DPR

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dicecar Komisi IX DPR soal temuan anggur shine muscat yang diduga mengandung zat berbahaya. Hal itu disampaikan anggota Komisi IX DPR Irma Suryani dalam rapat kerja antara Komisi IX DPR dan BPOM.

Kepala BPOM Taruna Ikrar menyampaikan pihaknya segera melakukan koordinasi dengan Kementerian Pertanian (Kementan).

"Anggur ini seharusnya kan itu hubungannya dengan Kementerian Pertanian. Kan ada disitu kan barang karantinanya, ya masuk. Nah, tetapi, tentu, karena badan POM punya Tupoksi pengawasan obat dan makanan, ini bagian dari makanan, maka kami tadi ditegur," kata Taruna.

Untuk dijetahui kabar anggur Shine Muscat di Thailand mengandung kontaminasi sekitar 50 zat kimia berbahaya. Kendati demikian, Taruna mengatakan belum ada temuan atau laporan terkait temuan residu pestisida pada anggur shine muscat di pasar Indonesia.

"Kami akan berkoordinasi secara ketat dengan badan karantina di Departemen Pertanian, karena ini kan masuknya ke negeri kita lewat itu. Sekaligus, badan POM akan menjalankan tahapan berikutnya, yaitu melakukan sampling ke beberapa toko-toko atau pasar-pasar yang bisa berdampak kepada masyarakat," ujarnya.

"Kenapa bermasalah? Kasus ini kita sudah dengar, karena katanya mengandung bahan kimia, residu pestisida. Kita tahu residu pestisida kan macam-macam, bisa menyebabkan kanker, bisa menyebabkan kerusakan hati, bisa berbagai macam penyakit tambahan, dan tentu itu menjadi konsen kami," tambahnya.

Badan Karantina Indonesia buka suara terkait temuan anggur shine muscat di Thailand yang diduga mengandung pestisida. Kepala Badan Karantina Indonesia, Sahat M. Panggabean, melakukan sidak ke tempat pemeriksaan karantina (TPK) di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Jawa Timur.

“Kami memastikan bahwa setiap komoditas yang masuk melalui pintu-pintu pemasukan sudah melalui pengawasan yang ketat, serta memenuhi persyaratan karantina tumbuhan termasuk standar keamanan pangan sebagaimana diamanatkan oleh Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2019 tentang Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan,” ujar Sahat M. Panggabean.

Pihaknya menekankan, pengawasan keamanan pangan segar asal tumbuhan terhadap pemasukan komoditas tersebut telah dilakukan melalui sistem karantina yang terintegrasi yaitu prior notice. Melalui sistem ini, dokumen terkait komoditas telah diperoleh sebelum barangnya sampai di pelabuhan.

“Ini merupakan bagian dari sistem pre-border yang terus kami tingkatkan,” jelas Sahat. Sahat mengatakan, setiap pelaku usaha di negara asal wajib mengirimkan dokumen pendukung dimana komoditi telah dipastikan aman dan memenuhi aspek biosecurity protection.

Sumber: Tribunnews
Halaman 2/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved