Anker UMKM
Arak Boba Basmi Penyakit Darah Pisang
Persoalan penyakit pisang di Kabupaten Ngada tidak hanya melanda Desa Boba, sebagian besar tiga kecamatan di wilayah pantai selatan.
POS-KUPANG.COM - Salah satu proyek yang akan dikembangkan peserta Kemah Budaya Kaum Muda (KBKM) 2024 di Kabupaten Ngada yaitu membuat biopestisida untuk membasmi hama pisang yang sudah berlangsung lama di daerah itu.
Persoalan penyakit pisang di Kabupaten Ngada tidak hanya melanda Desa Boba, sebagian besar tiga kecamatan di wilayah pantai selatan sebagai wilayah lumbung pisang.
Pengembangan biopestisida ini akan memanfaatkan potensi lokal seperti lontar dan enau atau arak Boba yang sangat berpotensi menjadi bahan baku.
Koordinator PTKL Kemendikbud Siti Utami Haryanti mengatakan dari 9 desa yang memiliki potensi di Kabupaten Ngada mereka menemukan persoalan penyakit pisang di tengah masyarakat. Hal inilah yang menjadikan Desa Boba 1 menjadi salah satu proyek yang akan dikerjakan peserta Kemah Budaya Kaum Muda se-Indonesia.
"Saat kita survei dan melihat apa saja potensi yang ada di daerah tersebut. Di Desa Boba, kita tanyakan secara langsung kepada masyarakat mau dibantu dalam hal apa saja. Mereka mengalami tantangan di mana makanan utamanya termasuk pisang. Tetapi ternyata ribuan pisang itu tidak bisa berbuah maksimal. Kalaupun berbuah itu terkena virus darah pisang," ungkap Siti Utami saat membuka kegiatan (KBKM) di Aula Jhon Thom, Bajawa, Kabupaten Ngada, Kamis (24/10).
Hal itu mereka temukan saat melakukan survei di Desa Boba 1, Kecamatan Golewa Selatan. Banyak bantuan pemerintah pusat seperti mesin produksi tidak bisa dimanfaatkan karena bahan baku utama seperti pisang terkena penyakit.
Dengan demikian, kehadiran peserta kemah budaya akan melakukan identifikasi dan menemukan solusi yang bisa berguna bagi masyarakat setempat.
"Kita akan membuat produk bio pestisida. Jadi untuk memulihkan penyakit pisang yang ada di sana tentunya menggunakan bahan lokal yang tersedia banyak di Boba 1 itu. Ada lontar dan enau itu nanti akan di proses secara kimiawi . Dijadikan bio pestisida yang akan nanti dipasarkan di masyarakat Boba untuk memulihkan kondisi penyakit darah pisang," tambah Utami.
Ketua DPRD Ngada Romilus Juji menyambut baik kehadiran peserta kemah budaya di Kabupaten Ngada. Ia berharap kemampuan dan keahlian peserta kemah di Kabupaten Ngada membawa dampak yang besar dalam kemajuan daerah.
Salah satu hal menarik yang menggembirakan bagi kabupaten Ngada menurut Politisi Golkar ini adanya kelompok yang berfokus pada persoalan penyakit pisang di Desa Boba, Kecamatan Golewa Selatan.
"Kegiatan mahasiswa ini selain kemas daya tarik wisata, salah satu hal mengatasi wabah pisang yang menimpa tiga kecamatan di Kabupaten Ngada dengan pengambilan sampel di Boba 1," kata Romi.
Tentu hal ini kata Romi, inovasi yang dibawah oleh mahasiswa dari berbagai penjuru di Indonesia ini akan membantu masyarakat, petani dan pemerintah.
"Kehadiran mahasiswa ini sebuah kabar baik, menggembirakan membantu pemerintah membantu masyarakat, membantu para petani di mana pisang itu memiliki manfaat yang cukup banyak sebagai pangan dasar, sebagai pakan ternak," lanjut Romi.
Sebagai Anggota DPRD Ngada Ia juga menyambut baik kehadiran peserta kemah budaya kaum muda ini.
"Sebagai perwakilan DPRD kabupaten Ngada tentu ini sebuah hal yang kita dukung secara penuh kita akan ikut terlibat," tambahnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Siti-Utami-Haryanti-saat-memberikan-keterangan-pers.jpg)