Pilgub NTT
Debat Perdana Pilgub NTT, Melki-Johni Pastikan Hilirisasi Produk Non-Tambang
Menurut Melki, peran birokrasi sangat penting karena harus betul-betul sesuai Undang-Undang, membangun, melayani dan melakukan pemberdayaan.
Penulis: Michaella Uzurasi | Editor: Eflin Rote
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Michaella Uzurasi
POS-KUPANG.COM, KUPANG - Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur NTT nomor urut 2, Emanuel Melkiades Laka Lena dan Johni Asadoma memastikan hilirisasi produk non tambang.
"Kami terus mendorong bahwa birokrasi kedepan memastikan hilirisasi produk non tambang bisa kita dorong untuk memastikan bahwa ada penambahan uang yang dipegang oleh rakyat Nusa Tenggara Timur," kata Melki dalam debat publik pertama yang digelar KPU NTT, Rabu, 23/10/2024.
Visi pasangan calon ini adalah NTT Sehat, Cerdas, Maju, Sejahtera.
Sementara misinya adalah memperluas pelayanan kesehatan dan jaminan sosial yang lebih inklusif, terjangkau dan mudah diakses (Sehat), menghadirkan pendidikan berkualitas yang merata, partisipatif dan tepat sasaran (Cerdas), memastikan infrastruktur berkelanjutan demi mewujudkan ekonomi berbasis potensi daerah yang berdaya saing (Maju) dan mewujudkan kesejahteraan sosial, kesetaraan akses serta kualitas hidup yang berkeadilan dan madani bagi seluruh lapisan masyarakat (Sejahtera).
"Kita hidup di kepulauan Flobamora yang merupakan pintu gerbang paling Selatan di Republik Indonesia. Kita terkadang cuma melihat Timur-Barat tapi Utara-Selatan juga itu adalah salah satu bagian dari geografis Indonesia yang harus juga kita lihat bahwa bagian Selatan Republik ini menjadi penting. Kita sama-sama tahu bahwa setelah 66 tahun NTT berdiri kita masih sangat tertinggal, cukup tertinggal dari daerah lain dimana saat ini NTT masih berada pada peringkat empat sebagai daerah termiskin di tanah air dari tiga ke empat itu karena Papua mekar enam provinsi," kata Melki.
"Kemudian pada titik inilah kami melihat bahwa tema malam hari ini yang ingin kita bahas bersama ini, sesuai dengan visi misi kami, ingin membangun bahwa NTT kedepan harus lebih maju, lebih sehat, lebih cerdas, sejahtera dan berkelanjutan," tambahnya.
Menurut Melki, peran birokrasi sangat penting karena harus betul-betul sesuai Undang-Undang, membangun, melayani dan melakukan pemberdayaan.
Pada tiga titik ini Melki-Johni memastikan bahwa semua ini akan dikerjakan sesuai dengan apa yang menjadi tugas pokok pemerintah Provinsi NTT.
"Paling tidak, pada jabatan kami di masa lalu sebagai Ketua Panja RUU Kesehatan, salah satu yang sudah kami kerjakan adalah memastikan agar teman-teman tenaga kesehatan itu tidak lagi repot ketika mengurus STR (Surat TandaRegistrasi) Undang-Undang ini kami putuskan bersama dengan pemerintah, membebaskan STR agar mereka juga bisa melayani masyarakat dengan baik," ujar Melki.
Baca juga: Debat Perdana Pilgub NTT, Melki-Johni Tampil dengan Busana Adat
"Sepanjang kami di DPR RI, kami juga melakukan apa yang menjadi spirit dari pelayanan birokrasi ini. Kami juga menjadi bagian dari pemerintah pusat, kami sudah mendorong kira-kira masuk Rp 3 triliun bagi NTT untuk pembangunan RSUP Ben Mboi. RSUP Ben Mboi ini sudah dinikmati oleh seluruh masyarakat NTT, kita tidak perlu lagi keluar NTT. Kita cukup di NTT untuk mendapatkan layanan kesehatan yang berkualitas, juga 30 balai latihan kerja yang juga sudah tersebar di seluruh NTT dengan baik, sudah membantu banyak tenaga kerja kita untuk melatih diri di NTT maupun bekerja di luar negeri, maupun juga untuk terpenuhnya BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan," jelas dia.
Dalam berbagai kesempatan paslon ini juga sering menyampaikan bahwa paslon ini mendorong untuk adanya 100 ribu Pekerja bisa dijangkau oleh BPJS Ketenagakerjaan.
Calon Wakil Gubernur NTT nomor urut 2, Johni Asadoma mengatakan, reformasi birokrasi akan menjadi langkah penting untuk memastikan pemerintahan yang efisien, efektif, transparan dan bebas korupsi serta pembangunan yang berkualitas.
"Kami pastikan kesejahteraan para ASN sebagai ujung tombak dari birokrasi dimana kami menjamin bahwa TPP yang selama ini tersendat-sendat akan kami salurkan ketika kami memimpin," kata Johni.
Dia mengungkapkan, saat menjabat sebagai Kapolda NTT, tindak pidana perdagangan orang (TPPO) serta kekerasan dan pelecehan seksual sudah menjadi masalah dan langkah-langkah serius telah diambil untuk menangani masalah tersebut.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Pasangan-Calon-Gubernur-dan-Wakil-Gubernur-NTT-nomor-urut-2-Melki-Laka-Lena-dan-Johni-Asadoma.jpg)