Selasa, 5 Mei 2026

Renungan Harian Katolik

Renungan Harian Katolik Selasa 22 Oktober 2024, Setia Menunggu

setia dan sabar terhadap segala persoalan yang kita hadapan dan berusaha mencari jalan penyelesaian bukan mengkritik dan mencemooh sesama.

Tayang:
Editor: Rosalina Woso
POS-KUPANG.COM/HO-DOK
Pastor John Lewar, SVD menyampaikan Renungan Harian Katolik Selasa 22 Oktober 2024, Setia Menunggu 

Oleh: Pastor John Lewar SVD

POS-KUPANG.COM - Renungan Harian Katolik Selasa 22 Oktober 2024, Setia Menunggu

Biara Soverdi St. Yosef Freinademetz STM Nenuk Atambua Timor

Yohanes Paulus II
Lectio: Efesus 2:12-22; Mazmur 85:9ab-10.11-12.13-14;
Injil: Lukas 12:35-38

Meditatio:
“Hendaklah kamu sama seperti orang-orang yang menanti-nantikan tuannya yang pulang dari perkawinan” (Luk 12:36)
Menanti, menunggu kedatangan yang tertunda dari seseorang, pesawat, kapal laut, kereta api, bus, apalagi keterlambatan tanpa alasan yang jelas, sungguh menjengkelkan dan menjenuhkan serta membosankan.

Ada pengalaman lain. Bila ada anggota keluarga yang sakit, pekerjaan menjaga dan menunggu sungguh sangat melelahkan apalagi penyakitnya dibilang parah. Harap-harap cemas ketika dokter melakukan pemeriksaan lanjut, entah hasil negatif atau positif. Positif berarti pasien harus lama di Rumah Sakit atau Puskesmas atau rawat jalan.

Baca juga: Renungan Harian Katolik Minggu 20 Oktober 2024, "Tiga Cara Saling Melayani Sesama"

Banyak lagi dengan segala macam tetek bengeknya. Termasuk gaji bulanan yang awalnya berjalan lancar tapi belakangan ini mulai tersendat sampai tercetus sudah tanggal tiga puluh sembilan atau tanggal empat puluh. Sekali lagi, menunggu tanpa ada alasan yang jelas, kerap menjengkelkan, menjenuhkan dan membosankan.

Para murid dalam injil Lukas (12: 35-3) hari ini juga diminta untuk menanti, berjaga menanti kedatangan Tuhan saat kesudahan dunia ini terjadi. Mereka menanti bagai para hamba menanti kedatangan tuan mereka pulang dari pesta nikah, tanpa mereka tahu kapan tuan itu kembali. Murid-murid menanti dengan pinggang tetap berikat dan pelita
menyala. Artinya, mereka siap setiap saat menyambut kedatangan Tuhan pada akhir zaman, saat nasib setiap orang ditentukan, saat kesudahan dunia ini.Di sini kita dituntut harus berjaga-jaga dengan setia.

Setia merupakan kata yang sering kita dengar, mudah diucapkan dan membutuhkan perjuangan untuk menghayatinya. Secara sederhana setia berarti mau dan siap melakukan apa yang telah menjadi tanggung jawab
yang telah diterima atau melakukan apa yang sudah diikrarkan dengan komitmen. Makna setia di sini adalah menunjukkan sikap konsisten. Keberhasilan dan kebahagiaan kita dalam mencapai sesuatu tampak dari seberapa besar kekonsistenan dan ketekunan kita.

Tuhan Yesus ingin kita bersikap setia dalam hidup sehari-hari. Dikatakan tadi, “Setia memakai ikat pinggang dan menyalakan pelita.” Ikat pinggang adalah sarana bagi kita agar pakaian kita dapat kokoh melekat di tubuh. Sedangkan pelita adalah sarana penuntun agar kita dapat melewati kegelapan jalan.

Bersikap setia itu memang mulia dan dibutuhkan suatu perjuangan agar mampu bertahan dalam menjalaninya. Setia pada siapa atau apa? Setia beriman pada Tuhan, setia pada janji baptis, setia pada janji nikah, setia pada janji imamat, setia pada kaul, setia pada tugas perutusan dari pimpinan, dsb.

Pertanyaan refleksinya, bagaimana situasi batin Anda akhir-akhir ini? Adakah sesuatu atau seseorang yang sedang Anda tunggu? Semoga penantian Anda segera berakhir. Yang sedang sakit semoga lekas sembuh. Yang menunggu pasangan hidup yang seiman semoga segera mendapatkannya.

Missio:
Hari ini kita belajar setia dan sabar terhadap segala persoalan yang kita hadapan dan berusaha mencari jalan penyelesaian bukan mengkritik dan mencemooh sesama.

Doa:
Tuhan Yesus Kristus, kami bersyukur kepadaMu karena Engkau begitu baik terhadap kami. Engkau mengabaikan kesalahan-kesalahan kami dan menganugerahi kami dengan rahmat yang menguatkan hidup kami.
Betapa agung Engkau ya Tuhan...Amin.

Sahabatku yang terkasih. Selamat Hari Selasa. Salam doa dan berkatku untukmu dan keluarga di mana saja berada: Bapa dan Putera dan Roh Kudus...Amin.(*)

Ikuti Berita POS-KUPANG.COM Lainnya di GOOGLE NEWS

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved