PDIP Tak Masuk Kabinet Prabowo-Gibran, Jamiluddin Ritonga Bilang Begini

Setelah memastikan bahwa tak satu kader PDIP pun yang masuk dalam kabinet Prabowo – Gibran, Jamiluddin Ritonga angkat bicara. Publik lega, katanya.

Editor: Frans Krowin
POS-KUPANG.COM/INSTAGRAM KETUA DPR RI
LEGA – Pengamat komunikasi politik Universitas Esa Unggul M. Jamiluddin Ritonga mengungkapkan kelegaan publik pasca PDIP tak masuk dalam kabinet Prabowo-Gibran. 

POS-KUPANG.COM – Setelah memastikan bahwa tak satu kader PDIP pun yang masuk dalam kabinet Prabowo–Gibran, Pengamat komunikasi politik Universitas Esa Unggul, Jamiluddin Ritonga, angkat bicara.

Dikatakannya, tidak masuknya PDIP ke Kabinet Merah Putih yang dipimpin Prabowo Subianto, tentu membuat lega sebagian anak bangsa, terutama yang pro demokrasi.

Sebab, dengan begitu masih ada partai yang mau berada di luar pemerintahan yang akan menjalankan fungsi partai oposisi.

“Meskipun tidak ingin disebut oposisi, namun dengan berada di luar pemerintahan PDIP dapat melaksanakan check and balances,” ucap Jamil, Selasa 22 Oktober 2024.

Melalui check and balances, kata Jamil, diharapkan kekuasaan legislatif, eksekutif, dan yudikatif tetap sederajat.

Dengan begitu, tiga lembaga negara tersebut dapat saling mengawasi satu sama lainnya.

“Pengawasan dalam kesetaraan diperlukan agar pemusatan kekuasaan dapat dicegah. Hal itu diperlukan agar kesewenang-wenangan lembaga negara tertentu dapat diminimalkan,” ungkap dia.

Jamil menyebut kasus Pemerintahan Joko Widodo (eksekutif) yang terlalu dominan tidak boleh terulang lagi.

Eksekutif tidak boleh lagi mendikte legistif sehingga dalam beberapa kasus menjadi lembaga stempel. Yudikatif juga tak boleh lagi dapat didikte agar mengikuti kehendak eksekutif.

“Karena itu, kesediaan PDIP berada di luar pemerintahan diharapkan dapat mencegah pemusatan kekuasaan di eksekutif. Hal ini tentu baik kepada Prabowo, karena peluang tergelincir menyalahgunakan kekuasaan dapat dicegah secara dini,” jelas Jamil.

Menurutnya, Presiden Prabowo seharusnya berterimakasih kepada PDIP yang mau berada di luar kabinetnya.

“PDIP dapat menjadi pengingat bagi Prabowo agar tetap menjalankan pemerintahan sesuai koridor konstitusi dan prinsif-prinsif demokrasi,” imbuhnya.

“Karena itu, sudah seharusnya anak bangsa mengapresiasi PDIP yang siap berada di luar pemerintahan. Dengan begitu, PDIP sudah membantu bangsa dan negara ini untuk tetap di jalur demokrasi sebagaimana amanah konstitusi dan reformasi,” tutup dia.

PDIP Tak Masuk Kabinet

Sebelumnya diberitakan, Ketua DPP PDI Perjuangan atau PDIP Puan Maharani memastikan, tak ada kader partai berlambang kepala banteng moncong putih yang masuk dalam kabinet Presiden-Wakil Presiden Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka. 

"Karena tidak ada kader PDI Perjuangan yang masuk kabinet. Bekerja sama dan saling mendukung itu tidak perlu atau tidak harus dalam kabinet," kata Puan di gedung DPR, Jakarta, Minggu 20 Oktober 2024. 

Puan mengatakan, mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Budi Gunawan adalah seorang profesional dan bukan kader PDIP. 

"Pak Budi Gunawan masuk dalam profesional," kata Puan.

Namun, ia menyatakan, kalau Fraksi PDIP di DPR akan mendukung berjalannya program pemerintahan Prabowo-Gibran.

"Kami akan mendukung pemerintahan Pak Prabowo di parlemen, namun tidak menempatkan kader di kabinet," ujarnya. 

Menurut dia, dalam membangun bangsa Indonesia itu dibutuhkan sinergitas antar legislatif eksekutif. 

"Walaupun kami juga akan terus mendukung pemerintahan Pak Prabowo, untuk membangun Indonesia," ujarnya.

Baca juga: Usai Dilantik Jadi Menteri HAM, Natalius Pigai Minta Dana Rp 20 Triliun

Daftar 56 Wakil Menteri Kabinet Merah Putih 

Presiden RI Prabowo Subianto mengumumkan nama-nama wakil menteri yang akan mengisi susunan kabinetnya untuk pemerintahan periode 2024-2029.

Presiden Prabowo didampingi Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka saat mengumumkan nama-nama menterinya tersebut. 

"Sebagaimana telah saya umumkan bahwa setelah saya dilantik pada tanggal 20 Oktober 2024, malam harinya saya akan umumkan kabinet pemerintah RI periode 2024-2029," ujar Prabowo.  

Prabowo menjelaskan, nama Kabinet Merah Putih tersebut sudah kesepakatan dengan Ketua Umum Partai Politik pendukung Koalisi Indonesia Maju. 

"Dengan kesepakatan para ketua umum koalisi kami, kami beri nama kabinet ini Kabinet Merah Putih. Dan saya ingin umumkan susunan kabinet merah putih periode tahun 2024-2029," katanya.

Sebelumnya Prabowo lebih dulu mengumumkan nama-nama 53 menteri dan kepala lembaga di Kabinet Merah Putih

Setelahnya Prabowo kemudian mengumumkan nama wakil menteri dalam Kabinet Merah Putih

Berikut daftar Wakil Menteri Kabinet Merah Putih:

1. Lodewijk F Paulus, Wakil Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan

2. Otto Hasibuan, Wakil Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan

3. Bambang Eko Suharyanto, Wakil Menteri Sekretaris Negara

4. Juri Ardiantoro, Wakil Menteri Sekretaris Negara

5. Bima Arya Sugiarto, Wakil Menteri Dalam Negeri

6. Ribka Haluk, Wakil Menteri Dalam Negeri

7. Muhammad Anis Matta, Wakil Menteri Luar Negeri

8. Arrmanatha Christiawan Nasir, Wakil Menteri Luar Negeri

9. Arif Havas Oegroseno, Wakil Menteri Luar Negeri

10. Donny Ermawan Taufanto, Wakil Menteri Pertahanan

11. Aji R Muhammad Syafii, Wakil Menteri Agama

12. Edward Omar Sharif Hiariej, Wakil Menteri Hukum

13. Mugiyanto, Wakil Menteri Hak Asasi Manusia

14. Silmy Karim, Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan

15. Thomas Djiwandono, Wakil Menteri Keuangan

16. Suahasil Nazara, Wakil Menteri Keuangan

17. Anggito Abimanyu, Wakil Menteri Keuangan

18. Fajar Riza Ulhaq, Wakil Menteri Pendidikan

19. Atip Latipulhayat, Wakil Menteri Pendidikan

20. Fauzan, Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi

21. Stella Christie, Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi

22. Giring Ganesha, Wakil Menteri Kebudayaan

23. Dante Saksono Harbuwono, Wakil Menteri Kesehatan

24. Agus Jabo Priyono, Wakil Menteri Sosial

25. Immanuel Ebenezer, Wakil Menteri Ketenagakerjaan

26. Christina Aryani, Wakil Menteri Perlindungan Pekerja Migran

27. Dzulfikar Ahmad Tawalla, Wakil Menteri Perlindungan Pekerja Migran

28. Faisol Riza, Wakil Menteri Perindustrian

29. Dyah Roro Esti, Wakil Menteri Perdagangan

30. Yuliot, Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral

31. Diana Kusumastuti, Wakil Menteri Pekerjaan Umum

32. Fahri Hamzah, Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman

33. Ahmad Riza Patria, Wakil Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal

34. Viva Yoga Mauladi, Wakil Menteri Transmigrasi

35. Suntana, Wakil Menteri Perhubungan

36. Angga Raka Prabowo, Wakil Menteri Komunikasi dan Digital

37. Nezar Patria, Wakil Menteri Komunikasi dan Digital

38. Sudaryono, Wakil Menteri Pertanian

39. Sulaiman Umar, Wakil Menteri Kehutanan

40. Laksamana Madya TNI  (Purn) Didit Herdiawan, Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan

41. Ossy Dermawan, Wakil Menteri Agraria dan Tata Ruang

42. Febrian Alfianto Rudia, Wakil Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional

43. Purwadi Arianto, Wakil Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara

44. Kartika Wirjo Atmojo, Wakil Menteri BUMN

45. Aminuddin Maruf, Wakil Menteri BUMN

46. Donny Oskaria, Wakil Menteri BUMN

47. Ratu Ayu Isyana Bagus Oka, Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Negara

48. Diaz Faisal Malik Hendropriyono, Wakil Menteri Lingkungan Hidup

49. Todo Tua Pasaribu, Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi

50. Ferry Joko Juliantono, Wakil Menteri Koperasi

51. Helvi Yuni Moraza, Wakil Menteri UMKM

52. Ni Luh Ermawati, Wakil Menteri Pariwisata

53. Irene Umar, Wakil Menteri Ekonomi Kreatif

54. Veronica Tan, Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan

55. Taufik Hidayat, Wakil Menteri Pemuda dan Olahraga

56. M Qodari, Wakil Kepala Staf Kepresidenan. (*)

Ikuti Pos-Kupang.Com di GOOGLE NEWS

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved