Pilgub NTT

Pilgub NTT, Motivasi Kaula Muda di Sumba Timur, Ansy Lema Ungkap Alasan Maju Calon Gubernur 

Menyala Kaka berarti Kaka Ansy-Jane melangkah bersama masyarakat NTT menyongsong hari depan yang penuh harapan

Editor: Rosalina Woso
POS-KUPANG.COM/HO-DOK
Calon Gubernur NTT, Ansy Lema bersama Kaum Milenial dan GenZ di Waingapu, Sumba Timur, Jumat 18 Oktober 2024 malam 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Christin Malehere

POS-KUPANG.COM, WAINGAPU - Calon Gubernur NTT, Ansy Lema yang akrab disapa Kaka Ansy berkesempatan bertatap muka dengan relawan kaum milenial, GenZ, dan komunitas anak muda di Kabupaten Sumba Timur, Sabtu 19 Oktober 2024 malam.

Dalam kesempatan itu, Kaka Ansy mendapatkan titipan suara dari beberapa perwakilan anak muda yang meminta setelah terpilih sebagai Gubernur NTT, Kaka Ansy dan Jane Natalia Suryanto (Kaka Jane) lebih memperhatikan NTT khususnya Sumba Timur yang masih sangat membutuhkan perhatian dan intervensi pemerintah dalam membangun daerah serta meningkatkan kualitas SDM.

Beberapa kaula muda juga ingin mendengar langsung motivasi Kaka Ansy yang telah lolos DPR RI, namun mengundurkan diri dan lebih memilih untuk mencalonkan diri dan bertarung dalam Pilgub NTT.

Menanggapi hal tersebut, Kaka Ansy mengatakan bahwa generasi muda sebagai pilar pembangunan sekaligus calon pemimpin masa depan bangsa sehingga harus tekun belajar agar dapat meraih cita-cita.

Alasannya maju sebagai Calon Gubernur NTT karena keinginannya murni melayani masyarakat NTT, dan semuanya melalui proses pergumulan yang panjang serta mendapat penyertaan Tuhan dan Dukungan Keluarga.

Baca juga: Ansy Lema: Masyarakat NTT Pemilih Cerdas

"Saya sampai di titik ini melalui proses yang tidak mudah, dengan karir dan kesuksesan yang diraih selama berkarir 30 tahun di Jakarta dengan rekam jejak mulai dari Dosen, Jurnalis, Produser, Pengamat Politik, Juru Bicara Presiden, hingga menjadi Anggota DPR RI, membuat saya sangat nyaman, namun saat Partai PDI-P menunjuk saya sebagai Calon Gubernur NTT, secara politis, saya sebagai kader tetap tegak lurus, namun secara pribadi saya galau dan dilema, karena saya kembali dipercayakan masyarakat NTT dan terpilih sebagai anggota DPR RI Periode 2024-2029 sehingga pergumulan itu membuat saya tidak bisa tidur nyenyak," ungkap Ansy.

Mencari Jawaban, Ansy bersama istrinya berdoa meminta jawaban Tuhan, bahkan rela melakukan ziarah rohani ke Vatikan untuk bertemu dengan Pemimpin Tertinggi Umat Katolik, Paus Fransiskus.

"Saya dan istri melakukan perjalanan Rohani ks Vatikan, dan surat permohonan bertemu dengan Paus Fransiskus dijawab dalam waktu 10 hari, sedangkan untuk kalangan orang biasa, surat permohonan bertemu Paus dijawab paling cepat dua tahun, sehingga banyak orang yang heran, namun terlepas dari itu semua, satu jawaban Tuhan yang pasti bahwa saya harus bisa meninggalkan semua pencapaian dan kesuksesan yang telah diraih selama 30 tahun di Jakarta untuk pulang kembali melayani dan mensejahterakan masyarakat NTT," ungkap Ansy. 

Jika harus memilih, Ansy lebih nyaman menjadi anggota DPR RI saja, daripada Gubernur NTT yang punya tanggungjawab besar dengan lingkup bidang yang luas mencakup semua wilayah 22 Kabupaten/Kota.

"Jika sebagai DPR RI, saya memilih komisi IV dengan Bidang Tugas salah satunya meliputi  Pertanian, Peternakan, Nelayan yang identik dengan kehidupan masyarakat NTT, sehingga telah banyak intervensi bantuan Pemerintah pusat di wilayah NTT termasuk Sumba Timur yang mendapatkan bantuan seperti benih, pupuk, alsintan, sapi ongol, perahu nelayan, dan sebagainya, sedangkan ketika menjadi Gubernur NTT harus memikirkan banyak hal, banyak aspek, dan kebijakan dan tanggungjawab harus bisa menjangkau semua kebutuhan masyarakat," terang Ansy.

Dalam Pencalonan Pilgub NTT, Ansy dipasangkan dengan Jane Natalia Suryanto sebagai Calon Wakil Gubernur satu-satunya yang mewakili kaum perempuan, meski bukan lahir di NTT, namun hati dan komitmennya hadir untuk melayani masyarakat NTT dan komitmen itu sudah dilaksanakan sejak lama dan banyak masyarakat NTT yang telah merasakan kerja keras Kaka Jane baik itu di bidang pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan ekonomi.

"Ada isu yang menjatuhkan bahwa Paslon Ansy-Jane bukan asli NTT, namun malam ini saya tegaskan bahwa tidak ada satu orang pun yang bisa memilih tempat kelahiran, sebab bukan tempat lahir, tapi keinginan, komitmen yang tulus untuk melayani membuat kami rela meninggalkan semua kenyamanan di Jakarta untuk datang ke NTT dan melayani masyarakat melalui jalur politik," ujar Ansy. 

Paket Ansy-Jane dengan Tagline "Menyala Kaka" mempunyai makna khusus, Kata Menyala artinya sinar terang, atau harapan yang berarti menyongsong hari yang baru dengan penuh harapan.

Demikian pula kata "Kaka" yang artinya kakak, abang, saudara, bung, dan Kaka itu identik dengan sapaan masyarakat NTT yang menyatakan kedekatan dan keakraban tanpa sekat, jarak, dan batasan, sehingga memiliki arti persaudaraan yang lebih jekat.

Halaman
12
Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved