Berita NTT
Investor Pasar Modal di Indonesia Capai 14 Juta Lebih SID
Menurutnya, industri pasar modal memiliki peran yang sangat penting untuk mendorong pertumbuhan perekonomian negara.
Penulis: Elisabeth Eklesia Mei | Editor: Oby Lewanmeru
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Eklesia Mei
POS-KUPANG.COM, KUPANG - Investor pasar modal di Indonesia mencapai sebanyak 14 juta lebih Single Investor Identification (SID).
Data tersebut telah dikeluarkan oleh PT Bursa Efek Indonesia (BEI) yang diterima POS-KUPANG.COM, Rabu 16 Oktober 2024.
"Jumlah investor pasar modal di Indonesia telah melampaui 14 juta single investor identification (SID). Tepatnya pada Kamis 3 Oktober sejumlah 14.001.651 SID, tumbuh 1.833.590 SID baru dibanding posisi di akhir tahun lalu sebesar 12.168.061 SID," kata Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Iman Rachman.
Iman menyebut, pencapaian tersebut berhasil di raih berkat sinergi yang erat antara BEI dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Self-Regulatory Organizations (SRO), serta para pemangku kepentingan lainnya, dan didukung oleh strategi inovasi digitalisasi edukasi yang efektif untuk meningkatkan literasi keuangan masyarakat yang senantiasa dilakukan oleh BEI.
Menurutnya, industri pasar modal memiliki peran yang sangat penting untuk mendorong pertumbuhan perekonomian negara.
"Pasar modal Indonesia yang maju dan stabil akan menciptakan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan. Walau demikian, hal tersebut tetap harus disertai dengan kolaborasi yang baik antara pemerintah, sektor bisnis, dan masyarakat," ujar Iman.
Dia menjelaskan, sejak awal tahun 2024 hingga akhir September 2024, BEI telah mengadakan 19.779 kegiatan edukasi yang menjangkau lebih dari 24 juta peserta. Kegiatan yang dimaksud termasuk Sekolah Pasar Modal (SPM), program Duta Pasar Modal (DPM), dan berbagai webinar yang dirancang untuk meningkatkan pemahaman masyarakat di seluruh Indonesia tentang investasi.
"BEI juga aktif mengkampanyekan gerakan "Aku lnvestor Saham" yang sukses menarik perhatian generasi muda. Saat ini, sekitar 79 persen dari total investor baru berusia di bawah 40 tahun yang menunjukkan tingginya partisipasi dan ketertarikan generasi muda dalam berinvestasi di pasar modal," ungkapnya.
Sebagai bagian dari upaya meningkatkan literasi keuangan, kata dia, BEI terus mengembangkan infrastruktur digitalnya. Yang mana, terdapat Platform IDX Mobile yang saat ini sudah memiliki 193.968 pengguna, kini menjadi salah satu pilar edukasi digital yang memungkinkan masyarakat untuk mendapatkan informasi pasar modal yang mudah diakses dan akurat.
"Pengembangan digital ini adalah bagian dari strategi BEI dalam mengatasi tantangan akses literasi pasar modal di Indonesia," katanya.
Dia menambahkan, pertumbuhan investor yang disertai dengan peningkatan literasi keuangan masyarakat diharapkan dapat memperkuat daya tahan pasar modal Indonesia dalam menghadapi dinamika global, termasuk aliran dana investor asing.
Baca juga: BEI NTT Sebut Investor di NTT Didominasi oleh Kalangan Pelajar
Sementara, Direktur Pengembangan BEI Jeffrey Hendrik mengatakan, angka jumlah investor pasar modal saat ini sebenarnya masih sedikit, khususnya jika dibandingkan dengan jumlah penduduk Indonesia. Meski demikian, dengan semakin berkembangnya digitalisasi teknologi saat ini maka semakin banyak pula perusahaan sekuritas yang menyediakan wadah bagi investor untuk bertransaksi saham.
"Hal tersebut dapat semakin memudahkan masyarakat Indonesia untuk menjadi investor di pasar modal Indonesia," kata Jeffrey.
Selain itu, kata dia, sinergi antara BEI dan berbagai pemangku kepentingan juga memainkan peran penting dalam strategi pengembangan pasar modal. Yang mana, Galeri Investasi (GI) BEI menjadi salah satu pilar utama dalam mendukung literasi keuangan dan pasar modal di seluruh Indonesia.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Investor-Indonesia.jpg)