Pilkada Ende

Debat Pilkada Ende: Paket Deo-Do Berkomitmen Tegakan Supremasi Hukum dan Lindungi Masyarakat Adat

Dengan komitmen kuat mereka, Paket Deo-Do tampaknya siap untuk mengubah wajah Ende menuju masa depan yang lebih adil dan berdaya.

Editor: Oby Lewanmeru
zoom-inlihat foto Debat Pilkada Ende: Paket Deo-Do Berkomitmen Tegakan Supremasi Hukum dan Lindungi Masyarakat Adat
POS-KUPANG.COM/ALBERT AQUINALDO
Paket Deo-Do saat mengikuti debat perdana Pilkada Ende tahun 2024 di Hotel Flores Mandiri, Rabu, 16 Oktober 2024.

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Albert Aquinaldo

POS-KUPANG.ENDE - Dalam debat perdana Pilkada Ende 2024 yang digelar di Aula Hotel Flores Mandiri, Rabu (16/10/2024), pasangan calon bupati dan wakil bupati nomor urut 1, Yosep Benediktus Badeoda dan drg Dominikus Minggu Mere, atau yang lebih dikenal sebagai Paket Deo-Do, menegaskan komitmen mereka dalam menegakkan supremasi hukum, khususnya untuk melindungi masyarakat adat dan kelompok rentan dari pelanggaran hak asasi manusia (HAM).

Yosep Benediktus Badeoda, calon bupati yang juga seorang praktisi hukum berpengalaman, mengungkapkan bahwa salah satu prioritas utama Deo-Do adalah membentuk lembaga adat, hukum adat, dan keuangan adat yang kuat dan terstruktur di Kabupaten Ende. 

Hal ini, menurutnya, sangat penting untuk menjaga dan memperkuat tradisi serta hak-hak masyarakat adat Ende-Lio yang erat kaitannya dengan adat istiadat.

"Selama ini, adat kita tidak bisa berjalan maksimal karena tidak ada pengaturan kelembagaan dan hukum adat yang jelas. Kedepan, kami ingin memastikan masyarakat Ende-Lio dapat membangun rumah adat, menggelar upacara adat, dan menjalankan tradisi mereka dengan baik. Semua itu didukung oleh kelembagaan adat, hukum adat, dan sistem keuangan adat yang kami rencanakan," jelas Yosep Badeoda.

Dominikus Minggu Mere, calon wakil bupati yang berpasangan dengan Yosep, menambahkan, dalam upaya melindungi hak-hak masyarakat adat, Paket Deo-Do memiliki komitmen kuat untuk menegakkan supremasi hukum. 

Menurutnya, langkah-langkah konkrit diperlukan untuk memberikan rasa keadilan bagi semua lapisan masyarakat, terutama mereka yang selama ini sering diabaikan dalam konteks pelanggaran HAM.

"Salah satu prioritas kami adalah memastikan bahwa pelanggaran HAM terhadap masyarakat adat tidak lagi diabaikan. Penguatan institusi hukum, perlindungan HAM, serta reformasi sistem hukum yang responsif terhadap adat adalah kunci bagi kami. Kami juga ingin meningkatkan pendidikan hukum bagi masyarakat, agar mereka semakin sadar dan paham akan hak-haknya," ungkap drg Domi Mere.

Tampil percaya diri dalam debat dengan mengenakan kaos putih berkerah yang bertuliskan "Deo-Do Ende Baru" di saku kiri, pasangan ini tidak hanya berbicara tentang hukum, tetapi juga membawa semangat perubahan bagi Ende. 

Mereka tiba di Aula Hotel Flores Mandiri bersama tim dan pendukung mereka yang berjumlah sekitar 30 orang, menjadi pasangan pertama yang hadir dalam acara tersebut.

Baca juga: Debat Pilkada Ende: Bahas Isu Stunting, Erik-Awalludin Komit Bangun Desa Siaga

Debat perdana ini menjadi ajang penting bagi Paket Deo-Do untuk menunjukkan visi besar mereka dalam membangun Ende, dengan fokus pada penguatan tradisi, penegakan hukum, dan perlindungan HAM, yang diharapkan dapat membawa masyarakat ke arah yang lebih baik.

Dengan komitmen kuat mereka, Paket Deo-Do tampaknya siap untuk mengubah wajah Ende menuju masa depan yang lebih adil dan berdaya. (*)

Ikuti Berita POS-KUPANG.COM lainnya di GOOGLE NEWS

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved