Pilkada Sabu Raijua
Bawaslu Sabu Raijua Imbau Masyarakat Pilih Pemimpin Bukan Karena Uang
Dijelaskan, tindakan yang masuk dalam politik uang bukan hanya uang tetapi bisa berupa barang, bahkan berupa janji-janji jabatan.
Penulis: Agustina Yulian Tasino Dhema | Editor: Oby Lewanmeru
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Asti Dhema
POS-KUPANG.COM, SEBA - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Sabu Raijua mengimbau kepada masyarakat agar memilih pemimpin bukan karena uang.
Bawaslu Sabu Raijua kembali melaksanakan Sosialisasi Pengawasan Pemilihan Partisipatif Tingkat Kabupaten Sabu Raijua Tahun 2024 dengan menghadirkan stakeholder seperti FKUB Sabu Raijua, tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, tokoh perempuan, perwakilan SMAN 1 Sabu Barat, SMA PGRI Winirai Sabu, SMTK Sabu Raijua, SMKN 1 Sabu Barat, dan SMKN 2 Sabu Barat.
Ketua Bawaslu Sabu Raijua, Markus Haba mengungkapkan, secara personel, Bawaslu Sabu Raijua terbatas sehingga kerja sama dan partisipasi stakeholder untuk memastikan proses pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Sabu Raijua bisa berjalan dengan baik sesuai dengan aturan yang ada.
Ia mengajak semua elemen partisipatif dalam bentuk apa pun untuk menyampaikan kepada seluruh masyarakat agar memilih pemimpin Bupati dan Wakil Bupati sesuai dengan hati nurani, sesuai dengan rekam jejak yang menurut masyarakat individu pasangan tersebut bisa membawa kesejahteraan bagi masyarakat Sabu Raijua.
"Jangan pernah kita memilih karena faktor politik uang, atau ancaman, intimidasi atau dalam bentuk yang lain untuk memilih atau tidak memilih salah satu pasangan calon," ungkap Markus pada Rabu, 16 Oktober 2024
Markus juga mengajak seluruh masyarakat Sabu Raijua untuk menghindari hoaks, fitnah, dan politik uang. Dalam politik uang bisa ditemukan apabila melakukan politik uang maka pemberi dan penerima sama-sama bisa dikenakan pidana penjara seperti yang sudah terjadi di luar Sabu Raijua.
Dijelaskan, tindakan yang masuk dalam politik uang bukan hanya uang tetapi bisa berupa barang, bahkan berupa janji-janji jabatan.
"Mari kita hindari, jauhkan hal-hal seperti itu karena ketika kita masuk ke ruang-ruang yang seperti itu maka pemimpin yang kita pilih itu bukan pemimpin yang bisa membawa kesejahteraan untuk kita semua tetapi kita pilih hanya karena faktor kita dibayar," tegas Markus.
Sebagai lembaga yang diberi mandat untuk mengawasi proses Pemilihan, Bawaslu Kabupaten Sabu Raijua membutuhkan dukungan banyak pihak dalam pengawasan.
Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan mengajak segenap kelompok masyarakat untuk berpartisipasi dan terlibat mengawasi setiap tahapan Pemilihan.
Keterlibatan masyarakat dalam pengawasan tidak hanya sekedar datang ke TPS dan memilih, tetapi juga melakukan pengawasan atas potensi kecurangan yang terjadi, serta melaporkan kecurangan tersebut kepada Bawaslu Kabupaten Sabu Raijua dan jajarannya sebagai lembaga yang bertugas mengawasi dan menindaklanjuti dugaan pelanggaran Pemilihan.
Baca juga: Bawaslu Libatkan Komunitas Awasi Pilkada Sabu Raijua
Pengawasan partisipatif adalah bagaimana kelompok masyarakat dapat turut serta mengawasi Pemilihan baik dalam tahapan kampanye, masa tenang dan hari H pemilihan.
Adapun aktivitas yang dapat dilakukan yaitu dengan memantau pelaksanaan pemilihan, melaporkan informasi dugaan pelanggaran dan ikut mencegah terjadinya pelanggaran pemilihan.
Salah satu misi Bawaslu adalah mendorong pengawasan partisipatif berbasis masyarakat agar terciptanya penyelenggaraan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati Tahun 2024 yang demokrasi langsung, umum, bebas, rahasia, jujur dan adil (Luberjurdil). (dhe)
Ikuti Berita POS-KUPANG.COM lainnya di GOOGLE NEWS
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Sosialisasi-pengawasan-pilkada-sabu-raijua.jpg)