Minggu, 12 April 2026

Perang Iran Israel

Jalan Utama Lebanon-Suriah Putus Akibat Serangan Israel

Jalan utama Lebanon-Suriah putus akibat serangan Israel. Jalur tersebut digunakan ribua orang untuk mengungsi dari pengeboman Isreal.

Editor: Alfons Nedabang
KOMPAS.COM/AFP HASSAN JARRAH
Warga Lebanono melarikan diri dari pengeboman Israel menunggu untuk menyeberangi perbatasan dengan Suriah melalui penyeberangan Masnaa di Lebanon timur, pada 24 September 2024. 

POS-KUPANG.COM - Jalan utama Lebanon-Suriah putus total akibat serangan Israel. Jalur tersebut digunakan oleh ratusan ribu orang untuk mengungsi dari pengeboman Isreal, Jumat 4 Oktober 2024.

Israel menggempur wilayah perbatasan Masnaa Lebanon dengan Suriah

Menteri Transportasi Lebanon Ali Hamieh mengatakan, serangan tersebut menghantam wilayah Lebanon di dekat penyeberangan perbatasan, menciptakan kawah selebar 4 meter. 

Seorang juru bicara militer Pasukan Pertahanan Israel (IDF) sempat menuduh kelompok Hizbullah Lebanon yang didukung Iran menggunakan perlintasan tersebut untuk mengangkut peralatan militer ke Lebanon.

“IDF tidak akan membiarkan penyelundupan senjata-senjata ini dan tidak akan ragu-ragu untuk bertindak jika dipaksa untuk melakukannya, seperti yang telah dilakukan selama perang ini,” ujar Juru bicara IDF Avichay Adraee pada X.

Menurut statistik pemerintah Lebanon, lebih dari 300.000 orang telah menyeberang dari Lebanon ke Suriah selama 10 hari terakhir untuk menghindari pengeboman Israel yang terus meningkat. Sebagian besar dari mereka adalah warga Suriah.

Sementara itu, Militer Israel pada Jumat mengatakan kepada penduduk di lebih dari 20 kota di selatan Lebanon untuk segera mengungsi, saat Israel terus melanjutkan serangannya di wilayah tersebut.

Pertempuran yang meningkat antara Hizbullah dan Israel telah meningkatkan kekhawatiran bahwa Amerika Serikat dan Iran akan terseret ke dalam konflik Timur Tengah yang berkecamuk di beberapa bidang.

Baca juga: TNI Siap Tarik Pasukan Bila Situasi Lebanon Memburuk

Baca juga: Iran Serang Israel, Jokowi Perintahkan Menlu Evakuasi WNI di Lebanon

Negara-negara di seluruh dunia telah menyiapkan rencana darurat untuk mengevakuasi warga negara mereka dari Lebanon setelah terjadi eskalasi dramatis dalam konflik antara Israel dan gerakan bersenjata Hizbullah Lebanon.

Meskipun belum ada negara yang meluncurkan evakuasi militer berskala besar, beberapa negara telah menyewa pesawat. Orang-orang juga mengungsi dengan cara mereka sendiri.

Presiden AS Joe Biden mengatakan bahwa ia tidak yakin akan terjadi “perang habis-habisan” di Timur Tengah, karena Israel mempertimbangkan opsi-opsi untuk melakukan pembalasan setelah serangan terbesar yang pernah dilakukan oleh Teheran terhadap musuh bebuyutannya.

Namun, Biden mengatakan lebih banyak yang harus dilakukan untuk menghindari perang Timur Tengah, karena militer Israel menghantam Beirut dengan serangan-serangan udara baru dalam pertempurannya melawan kelompok bersenjata Hizbullah Lebanon.

Ketika ditanya oleh para wartawan di Washington pada Kamis, seberapa yakin dia bahwa perang semacam itu dapat dihindari, Biden berkata,“Seberapa yakin Anda bahwa tidak akan terjadi hujan? Dengar, saya tidak yakin akan terjadi perang habis-habisan. Saya pikir kita bisa menghindarinya. Tapi masih banyak yang harus dilakukan, banyak yang harus dilakukan".

Sementara Amerika Serikat, Uni Eropa, dan sekutu-sekutu lainnya telah menyerukan gencatan senjata 21 hari segera dalam konflik Israel-Lebanon, Biden mengatakan AS sedang mendiskusikan dengan Israel mengenai pilihan-pilihannya untuk merespons serangan Teheran, yang mencakup Israel menyerang fasilitas-fasilitas minyak Iran. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com

Ikuti berita POS-KUPANG.COM lain di GOOGLE NEWS

 

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved