Kamis, 16 April 2026

Renungan Harian Katolik

Renungan Harian Katolik Selasa 24 September 2024 ,“Mereka Tidak Dapat Mencapai Dia” 

kuat kuasa Tuhan yang  dapat mengalir  ke  mana  saja yang dikehendakinya dan yang dapat menguji hati manusia.

Editor: Rosalina Woso
FOTO PRIBADI
Bruder Pio Hayon SVD menyampaikan Renungan Harian Katolik Selasa 24 September 2024 ,“Mereka Tidak Dapat Mencapai Dia”  

Oleh: Bruder Pio Hayon, SVD

POS-KUPANG.COM - Renungan Harian Katolik Selasa 24 September 2024 ,“Mereka Tidak Dapat Mencapai Dia” 

Hari Selasa Biasa Pekan XXV
 
Bacaan I:  Ams. 21: 1-6.10-13

Injil : Lukas  8: 19-21      

Saudari/a yang terkasih dalam Kristus

Salam damai  sejahtera untuk kita semua. Ada banyak cara orang berusaha untuk  menemukan Tuhan dalam  doa. Namun yang terjadi usaya untuk mencapai dan menemukan Tuhan itu sangat sulit bahkan doa sampai sekian lama dan bahkan ribuan kali tapi  terasa biasa dan tak ada perubahan apa-apa. Masih tetap hidup dalam ketidakpastian selalu bahkan sampai mempersalahkan Tuhan.

Saudari/a yang terkasih dalam Kristus

Kita kembali lagi di hari kedua pekan biasa ke XXV dalam liturgi  gereja. Hari ini, bacaan yang akan kita renungkan adalah tentang usaha kita untuk menjadi pelaku firman dalam hidup.  Dalam bacaan pertama, kitab Amsal memberi tekanan pada kuat kuasa Tuhan yang  dapat mengalir  ke  mana  saja yang dikehendakinya dan yang dapat menguji hati manusia.

Bagi siapa saja yang melakukan kebenaran dan keadilan dalam hidupnya, dialah yang  akan  berkenan di hadapan Allah. Bagi yang melakukan kejahatan dia aka dihukum dan  orang yang  tidak memperhatikan jeritan orang lemah, suaranya dalam doa-doanya tidak akan didenganrkan  Tuhan ketika mereka berseru-seru kepada Tuhan. Dan selaras dengan hal itu, Yesus dalam injilNya hari ini mengajarkan kepada  kita bahwa orang yang disebut saudara atau saudari atau ibuKu adalah mereka yang mendengar  dan melaksanakan Sabda Allah.

Ungkapan Yesus ini dimulai  dari kisah Yesus yang sedang mengajar dan datanglah saudara-saudara Yesus  hendak bertemu dengan Dia. Namun mereka tidak dapat mencapai Dia karena orang banyak. Maka mereka berkata kepada Yesus : “Ibu dan saudara-saudaraMu ada di luar dan ingin bertemu dengan Dikau.” Tetapi Yesus menjawab : “Ibu dan saudara-saudaraKu ialah mereka yang mendengarkan Sabda Allah dan melaksanakannya.”

Bagi Yesus, keluarga yang dimaksudkannya adalah satu keluarga jemaat atau umat Tuhan yang masuk dalam kriteria yang  melaksanakan  ibadah Sabda dalam perjumpaan iman mereka yang diungkapkan dalam mendengarkan firman Tuhan dan yang terlebih lagi  Firman Tuhan itu dilaksanakan dalam hidup mereka.

Maka sebenarnya Yesus tidak bermaksud untuk menolak ibu dan saudara-saudaraNya  tetapi  ketika menjawab demikian, Yesus sendiri merujuk  langsung kepada ibu dan saudara-saudaraNya yang telah berbuat demikian dan yang telah masuk dalam satu keluarga umat beriman yang  selalu  berhimpun bersama  untuk mendengarkanNya dan melaksanakan apa yang difirmankanNya  termasuk  semua yang saat itu sedang mendengarkan Dia dan yang  akan  melaksanakan  FirmanNya. Dan pada hari ini, fokus kita ada pada usaha ibu dan saudara -saudara  Yesus yang hendak menjumpaiNya tetapi tidak dapat mencapaiNya karena terlalu banyak orang yang sedang  mendengarkan  pengajaranNya.

Kita beranggapan bahwa Yesus sedang mengajar di dalam  rumah ibadah  dan  banyak orang  yang datang  dan memenuhi  rumah ibadah  itu sedemikian rupa sampai orang yang datang kemudian tak akan bisa masuk sampai ke dalam karena terlalu banyak orang yang memenuhi ruangan itu. Maka ibu dan saudara-saudaraNya  yang  dikenal oleh orang-orang itu lalu mau menyampaikan situasi itu kepada Yesus. Keadaan atau  situasi  orang-orang yang  datang begitu banyak ini memberikan gambaran bahwa orang-orang ini benar-benar  mau  mendengarkan pengajaran Yesus.

Namun juga pada saat yang sama,  semua  orang  yang ada  itu, juga adalah orang-orang  yang  ego yang bisa menjadi  penghalang bagi  orang-orang lain yang mau berjumpa dengan Yesus Tuhan.  Ada banyak hal yang memang  membuat kita tak mampu mencapai Yesus saat kita berdoa atau mau mengalami pengalaman iman dengan Tuhan.

Kita sudah mencoba berulang-ulang kali untuk bisa mencapai Tuhan dalam satu pengalaman iman. Tapi tidak pernah jadi juga untuk bisa mencapai Yesus. Maka jawabannya bisa kita temukan dalam injil  hari ini. Masih ada begitu banyak orang  yang ada di sekitar kita juga yang bisa menjadi penghalang tapi juga dalam hati kita juga masih begitu banyak  ‘orang’ yang  ada di kepala dan hati kita dan merekan menjadi penghalang  kita yang utama untuk bisa mencapai Yesus, maka kosongkan dulu semua itu supaya kita bisa lebih gampang untuk berjumpa dengan Yesus.  

Sumber: Pos Kupang
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved