Minggu, 19 April 2026

Renungan Harian Kristen

Renungan Harian Kristen Senin 23 September 2024, Pengudusan Emosi

Alkitab menolong kita memahami bahwa emosi adalah pemberian Tuhan dan karenanya kita patut bersyukur kepada Tuhan.

|
Editor: Oby Lewanmeru
Bible.com
Pengudusan emosi. Renungan Harian Kristen Senin 23 September 2024 

POS-KUPANG.COM. KUPANG - Renungan Harian Kristen Senin 23 September 2024, Pengudusan Emosi, merujuk pada KITAB MAZMUR 107:17-22.

Artikel ini dikutip dari buku Renungan Harian Suluh Injil yang diterbitkan Gereja Masehi Injili di Timor ( GMIT ).

POS-KUPANG.COM telah mendapat izin dari anggota Tim Penulis Komunitas Suluh Injil edisi September 2024. 

Tema Pelayanan GMIT Bulan September 2024, yakni “Hidup Kudus Bagi TUHAN dan Sesama”. 

Simak selengkapnya Renungan Harian Kristen berikut ini:

Istilah “baper”, terbawa perasaan, menyatakan kondisi emosi kita yang terlalu sensitif terhadap keadaan atau perbuatan orang di sekitar kita.

Bagi jemaat-jemaat GMIT, pelayanan dan pemberitaan di bulan September 2024 ini bertema hidup kudus. Dan dalam minggu ini marilah kita menggumuli teks Alkitab yang mengajarkan kepada kita tentang pengudusan emosi.

Mengapa hal itu penting? Perasaan atau emosi kita manusia sangat kaya, ada senang, bahagia, sedih, marah, suka dan duka.

Dalam ilmu psikologi dikatakan bahwa manusia memiliki enam emosi dasar, yaitu bahagia, sedih, terkejut, ketakutan, kemarahan dan rasa muak.

Untuk dapat mengelola emosi, manusia membutuhkan emotional intelligence, kecerdasan emosi agar dapat berfungsi dengan baik. 

Alkitab menolong kita memahami bahwa emosi adalah pemberian Tuhan dan karenanya kita patut bersyukur kepada Tuhan.

Baca juga: Renungan Harian Kristen Minggu 22 September 2024, Pelayanan Kudus yang Menyembuhkan

Pemazmur menggambarkan ada orang yang membiarkan dirinya dikuasai emosi negatif sehingga ia jatuh ke dalam berbagai kesalahan yang dapat mencelakakan diri (17, 18).

Ia terlalu berfokus kepada perasaan sendiri, menjadi mudah marah dan muak dengan keadaan. Agar emosi negatif tidak menguasai dan mengendalikan kita, kita diingatkan oleh Pemazmur bahwa Tuhan Allah adalah Tuan atas perasaan kita.

Kita tidak mampu mengendalikan emosi, karena itu kita perlu berseru dan memohon Tuhan berkuasa dan mengendalikan emosi kita.

LANGKAH IMAN.

Sumber: Pos Kupang
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved