Renungan Harian Katolik
Renungan Harian Katolik Selasa 17 September 2024, "Hai Pemuda, Bangkitlah"
dalam satu permenungan yang diambil dari bacaan-bacaan yang kita dengar dan renungkan hari ini. Inti permenungan kita hari ini adalah bangkit dari k
Renungan Harian Katolik
Bruder Pio Hayon SVD.
Hari Selasa Biasa Pekan XXIV
Selasa, 17 September 2024.
Bacaan I: 1Kor. 12: 12-14.27-31a
Injil : Luk. 7: 11-17
“Hai pemuda, bangkitlah”
Saudari/a yang terkasih dalam Kristus
Salam damai sejahtera untuk kita semua. Bangkit itu berarti bangun berdiri dari satu keadaan tidur atau keadaan terkelumpuk .
Dalam bahasa kiasan, kata bangkit juga berarti bangun dari situasi terpuruk atau kalah dalam hidup karena situasi yang membelenggu. Maka bangkit itu tanda orang telah hidup kembali dari situasi yang telah membuatnya ‘mati’ atau tidur.
Saudari/a yang terkasih dalam Kristus
Dalam hari biasa pekan ke XXIV ini kita masuk lagi dalam satu permenungan yang diambil dari bacaan-bacaan yang kita dengar dan renungkan hari ini. Inti permenungan kita hari ini adalah bangkit dari keterpurukan dan bersatu sebagai anggota tubuh Kristus yang adalah kepala dan kita adalah anggotanya.
Saat kita dibaptis, kita dibaptis dalam satu Roh menjadi satu tubuh dengan banyak anggotanya. Kita semua dari latar berlakang yang berbeda bukan hanya beda tempat tinggal tapi juga beda bahasa dan negara namun tetap menjadi satu tubuh yaitu tubuh Kristus karena di dalam Kristus itu, kita semua telah dibangkitkan dari kematian dosa dan diselamatkan.
Dan dalam kebersatuan dengan Kristus itu, masing-masing kita telah diberi karunia yang berbeda-beda sesuai dengan karunia yang telah dianugerahkan kepada kita.
Namun persoalan yang kita hadapi paling besar dalam hidup kita adalah kita masih terkungkung dengan ‘kematian’ diri kita yang sejati dan dikuasai oleh diri kita yang dikuasai oleh daging sehingga biarpun kita sudah dibaptis, kita masih saja mati dalam diri kita.
Maka untuk bisa bangkit itu, kita butuh satu kekuatan lain yang akan mengubah kita yakni kekuatan Tuhan sendiri melalui RohNya yang kudus.
Sejalan dengan itu, dalam Injil kita diajak untuk melihat betapa Tuhan selalu ada untuk kita dalam situasi keterpurukan kita. Dalam injil hari ini, Yesus dikisahkan sedang memasuki kota Nain dan para muridNya dan orang banyak menyertaiNya.
Ketika memasuki pintu gerbang kota, Yesus berjumpa dengan orang yang sedang mengusung orang mati keluar pintu gerbang. Anak seorang janda yang telah meninggal dan banyak orang yang mengikuti usungan itu sebagati tanda turut berduka bersama janda itu.
Janda itu pasti sangat sedih dan sangat berduka atas meninggalnya anaknya itu. Yesus pasti melihat keadaannya dan tergerak oleh belas kasihan yang besar lalu Tuhan berkata kepadanya: “Jangan menangis!” Ungkapan kedukaan Yesus sekaligus meneguhkan hati ibu itu yaitu bahwa dalam kedukaannya itu, masih ada orang yang memberikan peneguhan itu. Dan peneguhan itu disempurnakan dalam mujizat yang dilakukan Yesus terhadap anaknya itu. Yesus menghampiri usungan jenazah itu dan disentuhNya.
Yesus menghampiri usungan jenazah itu dan menyentuhnya. Itu artinya, Tuhan lebih dahulu mendekatkan diriNya kepada usungan itu dan terlebih lagi menyentuh atau menjamah jenazah itu. Ini satu tindakan spiritual yang dilakukan Tuhan kepada manusia.
Dan inisiatif itu selalu datang pertama dari Tuhan untuk mendatangi dan mendekati kita manusia apalagi ketika kita sedang dalam keadaan susah. Inisiatif dari Tuhan itu diperkuat lagi dengan satu kekuatan Sabda yang keluar dari mulutNya dan membangkitkan anak muda itu: “Hai pemuda, Aku berkata kepadamu, bangkitlah!”
| Renungan Harian Katolik Minggu 19 April 2026, 'Kleopas dan Dinamika Kehidupan Kita' |
|
|---|
| Renungan Harian Katolik Minggu 19 April 2026, Paham Isi Kitab Suci Tinggalkan Beban Masa Lalu |
|
|---|
| Renungan Harian Katolik Minggu 19 April 2026, “Kisah Jalan ke Emaus” |
|
|---|
| Renungan Harian Katolik Sabtu 18 April 2026, "Ini Aku, Jangan Takut" |
|
|---|
| Renungan Harian Katolik Sabtu 18 April 2026, "Kuasa Ilahi: Menuntun Menuju Keteduhan" |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Renungan-Harian-Katolik-untuk-Hari-Rabu-1-Februari-2024.jpg)