Tokoh NTT

Profil Tokoh NTT, Andini Gwenda Cahyadewi Aklis Raih Emas di PON Targetkan Masuk Pelatnas

Andini memiliki target manakala dengan hasil yang diraih ini minimal bisa masuk Pelatnas agar bisa membela Indonesia di ajang internasional

Editor: Edi Hayong
Istimewa
Andini Gwenda Cahyadewi Aklis (tengah) atlet Pencak Silat pose bersama kedua rekan putra yang juga meraih emas untuk kontingen NTT di PON ke XXI Aceh-Sumut 2024 

POS-KUPANG.COM- Sosok Andini Gwenda Cahyadewi Aklis yang juga mahasiswi pada Universitas Muhammadyah Kupang mendadak viral setelah sukses meraih emas pertama buat kontingen NTT di PON XXI Aceh-Sumut 2024.

Gadis berusia 21 tahun ini baru pertama kali tampil di arena PON namun mengukir prestasi gemilang.

Yang lebih mengagetkan, Andini tampil percaya diri mengalahkan pesilat DKI Jakarta, Suci Wulandari.

“Alhamdulillah sangat senang dan bahagia pastinya, apalagi ini ajang PON pertama saya dan langsung dapat emas. Emas ini saya persembahkan terutama ibu saya yang telah melahirkan saya,” kata Andini usai pengalungan emas di Arena 2 GOR Veteran Disporasu, Medan, Jumat (13/9/2024) pagi.

Dikatakan Andini, dirinya merasa bangga karena atlet yang dikalahkannya ini merupakan atlet Pelatihan Nasional (Pelatnas) Indonesia untuk kategori tarung kelas A putri.

Andini menghadapi lawannya ini sejak awal belum pernah bertemu hingga babak semifinal.

Tetapi Andini mengaku kalau pernah sekali sparing dengan Suci Wulandari di Bali.

Andini memiliki target manakala dengan hasil yang diraih ini minimal bisa masuk Pelatnas agar bisa membela Indonesia di ajang internasional.

Adapun tiga emas dari cabang olahraga Pencak Silat ini selain disabet Andini juga dua rekannya yang lain yakni Antonius Efrem Tuke Eduk (kelas A putra), dan Muhammad Zaki Zikrillah Prasong (kelas B putra).

Baca juga: Profil Tokoh NTT, Arsyad asal Pota Manggarai Raih Kalpataru 2023 Penyelamat Komodo Langka

Kegembiraan meraih emas pun dirasakan pesilat Antonius.

Ini merupakan pertama kalinya pesilat berusia 19 tahun itu tampil di PON dan langsung membuahkan emas.

Di balik itu semua, Antonius mengaku harus melalui banyak perjuangan dengan salah satunya keterbatasan fasilitas.

Namun, hal itu tak membatasinya untuk penuh semangat dalam mengikuti PON kali ini.

Meskipun selama setahun mempersiapkan diri menghadapi PON dengan banyak keterbatasan dan kekurangan dalam fasilitas tetapi dia bertekad membawa pulang emas untuk NTT.

Pada laga final Antonius berhasil mengalahkan pesilat Jawa Timur, Muchamad Ilyasya. 

"Saya merasa terharu dan bangga. Baru pertama kali tanding di PON, saya langsung menang, dan saya tidak menyangka dengan capaian saya hari ini,” kata Antonius bangga.(*)

Ikuti Berita POS-KUPANG.COM lainnya di GOOGLE NEWS

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved