Timor Leste

Timor Leste Segera Tandatangani Kesepakatan Proyek Greater Sunrise dengan Australia

Ia juga mengatakan bahwa sebuah kesepakatan proyek Greater Sunriseitu bertujuan untuk memanfaatkan triliunan kaki kubik gas alam di wilayah itu

Editor: Ryan Nong
TANGKAPAN LAYAR VIDEO CGTN
Presiden Timor Leste Jose Ramos Horta 

POS-KUPANG.COM, DILI - Republik Demokratik Timor Leste ( RDTL ) akan segera menandatangani perjanjian Proyek Greater Sunrise dengan Australia beberapa pekan mendatang. 

Hal itu disampaikan Presiden Timor Leste, Jose Ramos-Horta saat berbicara kepada ADF di Dili pada Rabu, 11 September 2024. 

Kkesepakatan dengan Australia dalam proyek bahan bakar fosil besar yang penting bagi masa depan ekonomi negara itu, terang Ramos Horta, akan segera dicapai pada November mendatang.

Ia juga mengatakan bahwa sebuah kesepakatan proyek Greater Sunriseitu bertujuan untuk memanfaatkan triliunan kaki kubik gas alam di wilayah antara kedua negara.

Eksplorasi bagi proyek yang berlokasi di perairan antara kedua negara yang bertetangga tersebut ini telah terhenti selama beberapa tahun. Penyebabnya adalah perselisihan batas maritime dan apakah gas yang dihasilkan seharusnya diolah di Australia atau Timor Leste.

“Saat ini kami memiliki hubungan yang bagus sekali dengan Australia. Australia benar-benar kawan sejati, kawan yang hebat, khususnya perdana menteri yang saat ini menjabat. Dia benar-benar orang yang baik. Sangat pandai. Antony Albanese sangat pandai, dan dia berhati baik,” kata Ramos Horta.

“Segera, kami akan menandatangani sebuah kesepakatan dengan Australia dalam pengembangan Greater Sunrise. Sebuah keputusan akan diambil untuk mengembangkan lapangan gas yang besar,” tambah dia.

Menurut Ramos-Horta, kesepakatan itu akan ditandatangani paling lambat November, atau setidaknya pada tahun ini.

Negara termuda di Asia ini, yang merdeka pada 2002, mencoba menopang masa depan ekonominya yang masih belia, dengan ketergantungan besar pada cadangan minyak dan gas.

“Tiongkok membutuhkan itu, Jepang, Korea Selatan, mereka semua membutuhkan itu,” kata Ramos-Horta terkait Greater Sunrise.

Meski begitu, dia juga mengatakan bahwa apakah sumber daya itu akan disalurkan melalui pipa ke Timor Leste atau Australia, masih akan diputuskan oleh kedua pemerintahan, setelah sebuah studi independen.

Woodside Energy, perusahaan pengelola proyek ini nampaknya juga harus menghadapi ekspektasi investor dalam pertemuan bulan lalu. Mereka mengatakan bahwa Sunrise memiliki sejumlah kompleksitas dan ada banyak pekerjaan yang harus dilakukan.

Para pejabat Australia telah mengkhawatirkan bahwa Tiongkok akan mendanai proyek tersebut, pada saat di mana sudah ada kekhawatiran secara luas terkait pengaruh Beijing yang berkembang di kawasan ini.

Pengaruh itu juga termasuk di Timor Leste, yang berada hanya beberapa ratus kilometer di sebelah utara pesisir Australia. (*)

 

Ikuti berita POS-KUPANG.COM di GOOGLE NEWS

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved