Kunjungan Paus Fransiskus
Umat Katolik Singapura Siap Menyambut Kunjungan Paus Fransiskus
Sekitar 5.000 sukarelawan terlibat dalam persiapan misa kepausan di Stadion Nasional pada 12 September 2024
POS-KUPANG.COM, SINGAPURA - Sekelompok relawan dari paroki Singapura berkumpul di luar Stadion Nasional pada 10 September, sehari sebelum Paus Fransiskus mendarat di negara kota tersebut.
Lebih dari 5.000 relawan Katolik setempat terlibat dalam persiapan berbagai acara, termasuk misa kepausan – yang merupakan puncak kunjungan Paus Fransiskus pada 11-13 September, menurut Keuskupan Agung Singapura.
Sebuah kelompok kecil sedang menyiapkan lanyard relawan. Pada saat yang sama, satu lagi orang sibuk dengan pengaturan keamanan bagi sekitar 50.000 orang yang diperkirakan akan menyambut Paus dan menghadiri misa di Stadion Nasional pada 12 September 2024.
Namun, Stadion Nasional tidak memiliki spanduk atau papan yang mengumumkan kunjungan kepausan tersebut. Spanduk juga tidak ada di sepanjang jalan dari bandara Changi.
Sekitar 1.000 umat Katolik yang berasal dari 32 paroki akan menghadiri prosesi penyambutan pada 11 September di Jurassic Mile Changi.
Paus Fransiskus dan delegasinya akan mendapat sambutan seremonial di Gedung Parlemen pada 12 September. Presiden Tharman Shanmugaratnam dan Perdana Menteri Lawrence Wong akan menyambutnya.
“Kunjungan Paus ke Indonesia diberitakan di media,” kata seorang relawan Katolik. Namun hanya “umat Katolik di Singapura yang mengetahui hal ini,” katanya kepada UCA News.
Seorang warga Singapura sependapat bahwa “sebagian besar umat Katoliklah yang menunjukkan minat” pada kunjungan kepausan tersebut. Orang-orang non-Katolik tidak sadar atau tidak tertarik sama sekali, tambahnya.
Staf di sebuah hotel murah di Geylang, hanya dua kilometer dari bandara, mengatakan mereka tidak mengetahui adanya kunjungan seorang pemimpin agama. “Tidak ada pemesanan dalam jumlah besar,” kata mereka.
Warga Singapura pada umumnya tampaknya tidak mengenal Paus Fransiskus. Seorang sopir taksi bandara mengatakan dia belum pernah mendengar tentang “Katolik” dan tampaknya lebih tertarik untuk membahas Grand Prix Singapura yang akan datang pada 22 September.
“Banyak orang akan datang untuk F1,” katanya.
Baca juga: Tinggalkan Papua Nugini, Paus Fransiskus Lanjutkan Perjalanan Apostolik ke Timor Leste
Kunjungan kepausan terakhir ke Singapura terjadi pada tahun 1986, ketika Paus Yohanes Paulus II singgah selama lima jam di Singapura.
Paus Fransiskus akan berada di Singapura selama tiga hari sebagai bagian terakhir dari 12 hari perjalanannya di Asia-Pasifik, termasuk Indonesia, Papua Nugini, dan Timor Leste.
Paus Fransiskus saat ini masih berada di Timor Leste, dimana lebih dari 98 persen dari 1,3 juta penduduknya beragama Katolik.
Di Singapura, kurang dari 400.000 orang, atau sekitar 7 persen dari 5,6 juta penduduknya, beragama Katolik.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.