Kunjungan Paus Fransiskus
Nur Syahwa Syakhila, Tunanetra yang Lantunkan Ayat Al Quran Saat Kunjungan Paus di Masjid Istiqlal
Sosok Nur Syahwa Syakhila (16), seorang hafizah Al Quran tunanetra, yang tampil dalam acara kunjungan tersebut menjadi salah satu fokus perhatian.
POS-KUPANG.COM, JAKARTA - Kunjungan Paus Fransiskus ke Masjid Istiqlal Jakarta, Kamis (5/9/2024) pagi, selain diwarnai penyampaian deklarasi bersama yang diikuti penandatanganan bersama Imam Besar Umar Nasaruddin, juga terdapat momen lantunan ayat Al Quran, kitab suci umat Islam, dan pembacaan Injil.
Sosok Nur Syahwa Syakhila (16), seorang hafizah Al Quran tunanetra, yang tampil dalam acara kunjungan tersebut menjadi salah satu fokus perhatian. Dialah yang maju ke mimbar untuk melantunkan ayat Al Quran dari Surat Al-Baqarah Ayat 62 dan Surat Al-Hujurat Ayat 13.
Jadilah kedatangan Paus Fransiskus ke Masjid Istiqlal tidak hanya menjadi momentum kerukunan lintas agama, tetapi juga momentum untuk menunjukkan kelebihan dari mereka yang terbatas (disabilitas).
Makna Surat Al-Baqarah Ayat 62 menunjukkan betapa Allah Maha Pengampun lagi Maha Pemberi rahmat bagi semua manusia. Kemudian, makna Surat Al-Hujurat Ayat 13 menegaskan tidak ada perbedaan nilai kemanusiaan antara laki-laki dan perempuan.
Kepala Bidang Riayah Masjid Istiqlal Ismail Chawidu, Kamis (5/9/2024), mengatakan, pembaca kitab suci Al Quran saat kunjungan Paus ke Masjid Istiqlal adalah seorang remaja perempuan bernama Nur Syahwa Syakhila (16). Kayla (sapaannya) lahir di Makassar, Sulawesi Selatan, dengan keterbatasan penglihatan.
Anak pertama dari tiga bersaudara ini tengah menimba ilmu sebagai siswi kelas 9 di SLB-A Pembina Tingkat Nasional Jakarta di Jakarta Selatan. Kayla saat ini tinggal di Pamulang, Tangerang Selatan.
Diketahui, Kayla merupakan peraih juara di Hafiz Indonesia yang tayang di RCTI pada 2018. Selain gemar murajaah, melantunkan shalawat, serta bisa menghafal Al Quran 30 juz, Kayla juga jago memainkan alat musik kibor.
Kayla juga sempat mengharumkan nama Tanah Air setelah menjadi tamu kehormatan Sultan Brunei Darussalam dalam acara Musabaqah Tilawatil Quran.
Sementara itu, pembacaan ayat Injil dalam bahasa Indonesia dibacakan oleh Romo Mikail Endro Susanto. Ayat yang dibacakan adalah Lukas 10:25-37 yang membahas tentang Orang Samaria yang murah hati.
Bersama melawan dehumanisasi
Pertemuan antaragama di Masjid Istiqlal Jakarta juga diwarnai dengan penyampaian deklarasi yang ditandatangani Paus Fransiskus dan Imam Besar Nasaruddin Umar.
Deklarasi itu mengajark umat beriman untuk bekerja sama dalam membela martabat setiap orang dalam konflik dan dalam perjuangan melawan perubahan iklim.
Berjalan melalui ‘terowongan persahabatan’ antara masjid dan katedral, Paus mengajak umat untuk ‘melihat secara mendalam’ untuk mencari apa yang menyatukan agama-agama dan untuk ‘menghargai ikatan persahabatan’ yang memungkinkan perjumpaan dalam keberagaman.
Dehumanisasi yang terjadi dalam konflik yang meluas menyebabkan ‘jumlah korban yang mengkhawatirkan, terutama perempuan, anak-anak dan orang lanjut usia’, sementara ‘peran agama harus mencakup peningkatan dan penjagaan martabat setiap kehidupan manusia’. Dan kemudian tantangan penyalahgunaan ciptaan oleh manusia dengan ‘konsekuensi yang merusak seperti bencana alam, pemanasan global dan kondisi cuaca yang tidak dapat diprediksi’.
Baca juga: Paus Fransiskus Pimpin Misa Akbar di GBK Jakarta, Ini Terjemahan Lengkap Khotbahnya
Inilah dua bidang komitmen yang tertuang dalam 'Deklarasi Bersama Istiqlal “Mempromosikan Kerukunan Beragama untuk Kebaikan Kemanusiaan”', dokumen yang ditandatangani pagi ini oleh Paus Fransiskus dan Imam Besar Nasaruddin Umar di Masjid Istiqlal – masjid terbesar di Asia Tenggara - sebagai bagian dari pertemuan antaragama juga dihadiri oleh perwakilan umat beragama lain di Indonesia.

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.