Kunjungan Paus Fransiskus
Markus Solo, Si Penendang Jauh
Pria berjubah putih dengan kancing hitam ditambah sabuk sutera berwarna hitam turut mencuri perhatian. Banyak yang tahu, dia P. Dr. Markus Solo Kwuta
Tendangan jauh ini tentu bukan bertujuan untuk menjadikan Markus sebagai pemain sepak bola mengingat memilih 11 orang terbaik dari 96 novis tentu tidak mudah. Tetapi tendangan jauh dari telapak kaki ‘terbesar’ yang saya pernah temukan ini adalah sebuah simbol bahwa dari kaki Lewotobi di Lewouran ia akan melangkah sangat jauh. Karenanya melihatnya berada di samping Paus adalah ekspresi bahwa putra Lewotobi itu punya pijakan yang kuat yang membuatnya bisa pergi sangat jauh.
Tanda-tanda bahwa langkah sangat jauh itu sudah dimulai sejak di Ledalero. Di tingkat 3, Markus bersama Darmo dan Grace menjadi wakil STFK Ledalero untuk ikut lomba Cerdas Cermat P4 Tingkat Perguruan Tinggi. Mereka menang di tingkat kabupaten, lalu juara di provinsi dan melangkah ke Jakarta. Saat itu ke Jakarta naik pesawat itu seperti ke surga dan Markus sudah mengalami hal itu, sementara kami yang lain masih seperti bis Agogo lintas kabupaten.
Dari Jakarta itu, Markus sudah tidak tertahankan lagi. Ia lalu lanjutkan teologi di Austria. Dari sana Markus tulis bahwa dia sudah mulai belajar main ski di daerah salju. Kami yang di kampung hanya bisa puji-puji dan pujian itu kadang membuat Markus semakin banyak menghadirkan cerita susulannya. Kadang sebagai honor atas pujian, ia titipkan beberapa dollar yang bagi kami saat itu sangat besar.
Kemurahan hati Markus banyak kali sebagai teman kami 'manfaatkan' khususnya saya. Saat Markus di Austria (Innsbruck) dan saya di Madrid, kadang saya berkeluh-kesah. Untuk hal ini Markus sudah paham apa 'umpanan' saya. Karena itu kalau sudah bilang, "Obe, engkau ini", itu berarti kita tunggu saja dia titip sesuatu di surat yang katanya dia dapat dari umat Allah.
Kalau terima kiriman, saya hanya bilang Markus, tidak bisa balas karena saya ini seperti penari tarian persembahan di kampung saya yang kalau menari, satu langkah maju, dua langkah mundur sehingga tidak maju-maju.
Lalu mengapa langkah yang begitu jauh itu sekarang mendekat dalam kunjungan Paus Fransiskus? Teman-teman kelas yang menonton Markus (oh ya. P. Dr Markus Solo Kwuta, SVD) saat mendampingi Paus tiba di Bandara Soetta, tentu punya kata-kata indah yang hanya bisa diungkapkan antarsesama teman. Sebuah harapan, apakah Markus yang sudah begitu dekat dengan Paus bisa dibisikkan untuk kembali ke Indonesia, ke Flores, atau ke Larantuka?
Memang jalan yang Markus lewati itu persis yang dilalui Uskup Paulus Budi Kleden SVD. Mereka bersama-sama melanjutkan teologi di Austria dan kemudian doktorat dalam teologi di Jerman (Budi) dan Austria (Markus). Bedanya, setelah jadi doktor, Uskup Budi pulangke Ledalero, tetapi Markus memulai pengembaraan studi lagi dalam bidang Islamologi di Roma dan kemudian Kairo yang membuatnya sangat mahir berbahasa Arab.
Sebagai teman tentu tidak berbuat lain selain berdoa agar bisa ‘dibawa ke Sion’ seperti lagu gubahan Markus yang sangat mengumat. Sebagai teman bisa berharap kalau selama 3 hari di Indonesia, ia biarkan kami teman-teman untuk mendekati Paus Fransiskus guna membisikkan sesuatu (rahasia dong…).
Tentu bisikan itu tidak disukai pria kelahiran Lewouran 4 Agustus 1968. Ia terkenal rendah hati dan tidak mau tegur teman yang nakal selain bilang, Obe, engkau ini". Sebagai teman kami tahu apa maksudnya. Itu ungkapan bahwa baginya yang terbaik adalah melakukan hal yang biasa. Yang ia lakukan hanyalah tendang bola sekuatnya. Ia tidak mau ikut main apalagi bermain-main dalam tugas. Yang ia tunjukkan adalah keseriusan melangkah, menendang, dan menjadi berarti bagi banyak orang. Terima kasih, Reu.
Robert Bala, teman kelas, sahabat karib Pater Dr. Markus Solo Kwuta, SVD
Ikuti berita POS-KUPANG.COM di GOOGLE NEWS
markus solo kwuta
kunjungan paus fransiskus
penendang jauh
Opini
Robert Bala
penasihat paus
Urusan Dialog Antaragama
Vatikan
Pos Kupang Hari Ini
POS-KUPANG.COM
Paus Fransiskus Desak Umat untuk Memiliki Anak pada Kunjungan Perdana Kepausan ke Corsica Perancis |
![]() |
---|
Paus Fransiskus Bahas Perang di Timur Tengah dan Aborsi di Pesawat Pulang dari Belgia |
![]() |
---|
Universitas Katolik Belgia Kecam Pandangan Paus tentang Peran Perempuan dalam Masyarakat |
![]() |
---|
Kisah Sepatu Suster Irene dan Pertemuannya dengan Paus Fransiskus |
![]() |
---|
Paus Fransiskus Saat Audiensi: Saya Melihat Iman yang Hidup dan Penuh Sukacita di Asia dan Oseania |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.