Selasa, 21 April 2026

Pilgub Jawa Barat

Efirza Bicara Soal Anies Baswedan: Jangan Persalahkan Parpol, Tapi Salahkan Diri Sendiri

Fenomena tidak diusungnya Anies Baswedan di Pilkada Jakarta 2024, memancing Pengamat Politik dari Citra Institut, Efriza angkat bicara. Begini katanya

Editor: Frans Krowin
ISTIMEWA/POS-KUPANG.COM
JANGAN SALAHKAN PARPOL – Efriza, Pengamat Politik Citra Institut menyoroti kegagalan Anies Baswedan maju ke Pilkada Jakarta 2024. Ia meminta jangan salahkan parpol tapi salahkan diri sendiri. 

POS-KUPANG.COM – Fenomena tidak diusungnya Anies Baswedan di Pilkada Jakarta 2024, memancing Pengamat Politik Citra Institut, Efriza, angkat bicara. Ia menyoroti dinamika yang berkembang hingga akhirnya mantan capres nomor urut 01 itu terpaksa hanya duduk di kursi penonton.

Bahwa Anies Baswedan yang awalnya mengoleksi elektabilitas tertinggi dari figur yang lain, sehingga pantas diusung untuk periode kedua, ternyata endingnya justeru mengedihkan. Anies ternyata hanya bertepuk sebelah tangan. 

Pasalnya ia tidak mendapatkan tempat di semua partai politik. Padahal sosok yang satu ini mungkin sangat diharapkan oleh publik Jakarta yang menginginkan adanya perubahan untuk hari-hari yang akan datang.

Menurut Efriza, Pengamat Politik Citra Institut, setelah mencermati fenomena itu, ditemukan benang merahnya adalah tidak dipilihnya Anies untuk diusung di Pilkada Jakarta 2024, bukan karena adanya tekanan, tapi akibat dari bentuk kekecewaan partai politik terhadap Anies Baswedan.

"Jadi, jangan salahkan partai politik karena tidak mengusung Anies ke Pilkada, tapi salahkan Anies sendiri. Sebagai politisi mestinya ia merawat dukungan partai, mencari simpatik partai, bukan bergaya punya elektabilitas besar dan pendukung loyal, sehingga dukungan partai diposisikan sebagai yang tidak penting," tandas Efriza.

Sebagaimana dilansir Pos-Kupang.Com dari Tribunnews.com, Kamis 29 Agustus 2024, disebutkan bahwa Anies mestinya melakukan komunikasi dengan partai politik secara intens demi kepentingan bersama di Pilkada Jakarta 2024.

Pasalnya, walau Anies punya elektabilitas tinggi, tapi jika tak ada partai yang mau mendukungnya, maka sia-sialah elektabilitas tersebut. Sama halnya denga napa yang terjadi sekarang ini, Anies akhirnya hanya jadi penonton.

"Bukan unjuk diri merasa sosok terkenal, akhirnya terkenal percuma tanpa partai ya kayak kemungkinan sekarang, Anies hanya jadi penonton," ungkapnya.

Padahal, kata Efriza, Anies memiliki elektabilitas yang tinggi di Jakarta dan juga mantan Calon Presiden 2024 tapi tidak diperhitungkan untuk bertarung di Pilkada DKI. 

"Miris, jadi siapa yang salah? Jawabannya Anies yang harus berkaca, intropeksi diri, kontemplasi, self talk, atau monolog dirinya dengan si Aku, misalnya," imbuhnya.

Tidak Ada Dukungan

Sebelumnya, mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan kehilangan arah untuk maju di Pulgub DKI 2024-2029 karena tidak ada dukungan dari Partai Politik.

Beberapa hari terakhir, isu Anies bakal diusung oleh PDIP ternyata hanya prank saja. Sebab, PDIP mengusung Pramono Anung-Rano Karno di Pilkada Jakarta.

Menyoroti ini, Pengamat Politik Citra Institut, Efriza mengatakan, kegagalan Anies maju di Pilkada DKI bukan karena partai politik.

Ia meminta agar Anies intropeksi diri dan bercermin kepada kenyataan agar ke depan bisa lebih baik lagi.

Sumber: Pos Kupang
Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved