Muktamar VI PKB

Bali Tolak Banser di Muktamar PKB: Ini Demi Kenyamanan Wisatawan 

Hadirnya ribuan banser di Bali dalam rangka Muktamar VI PKB (Partai Kebangkitan Bangsa) rupanya ditolak mentah-mentah oleh para Raja Pelingsir Puri.

Editor: Frans Krowin
ISTIMEWA/POS-KUPANG.COM
TOLAK BANSER – Para Pelingsir Puri di Bali menolak hadirnya ribuan banser dalam Muktamar VI PKB. Mereka mengkhawatirkan kedatangan para banser itu menimbulkan persepsi negative seolah Bali tidak aman dan nyaman. 

POS-KUPANG.COM – Hadirnya ribuan banser di Bali dalam rangka Muktamar VI PKB (Partai Kebangkitan Bangsa) rupanya ditolak mentah-mentah oleh para Raja atau Pelingsir Puri di Pulau Dewata tersebut.

Penolakan terhadap kehadiran belasan ribu banser tersebut, semata-mata bertujuan untuk menjaga kenyamanan para wisatawan yang sedang berlibur di daerah itu. 

Para Pelingsir Puri pun meminta Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo untuk tidak memberikan izin atas rencana kegiatan apel kesetiaan bangsa yang diadakan oleh Gerakan Pemuda (GP) Ansor dalam rangka Apel Kesetiaan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) pada 24-25 Agustus 2024 di Bali.

Pelingsir Puri Agung Pemecutan Badung Ida Anak Agung Ngurah Putra Darmanuraga, menolak kegiatan yang dihadiri oleh ribuan orang dari Banser dan Pagar Nusa dari luar Bali ini, karena akan bisa memberikan dampak negatif bagi industri pariwisata dan ekonomi kreatif di Pulau Dewata. 

"Hal ini karena Bali adalah daerah kawasan  wisata Internasional yang akan menyebabkan ketidaknyamanan para turis dan menganggu aktifitas wisata dan masyarakat lokal, jadi terkesan Bali tidak aman" ucapnya, Jumat 23 Agustus 2024.

Menurutnya, keberadaan Ormas yang menggunakan atribut dan seragam seperti seragam tentara akan menimbulkan ketidaknyamanan wisatawan.

Keberadaan mereka juga berpotensi terjadinya gesekan dengan masyarakat lokal apalagi masyarakat Bali rukun dan damai.

"Kami Kahwatir akan terjadinya anggapan ketidakamanan kawasan Bali dan juga penurunan pariwisata. Serta akan berdampak kurang baik terhadap pelaku usaha dan ekonomi kreatif," ucapnya. 

Hal senada juga disampaikan Penglingsir Puri Agung Kerambitan Ida Anak Agung Gde Puja Utama, dirinya berharap agar Kapolri merespon permohonan para raja Bali,  karena akan berdampak negatif terhadap industri pariwisata.

Apalagi disisi lain pemerintah tengah masif melakukan berbagai manuver agar pariwisata nasional kembali bangkit.

"Ini akan mengganggu upaya pemerintah yang tengah mengembalikan pariwisata nasional yang terpuruk pasca pandemi." ungkap dia.

Sementara itu, Pelingsir Puri Agung Singaraja Buleleng Bali Anak Agung Ngurah Ugrasena, menyampaikan kekhawatirannya akan adanya provokator pada acara apel tersebut,

sehingga dapat menimbulkan kericuhan di Bali yang tentunya akan berdampak negatif bagi semua sektor industri di Pulau Dewata. 

"Kami khawatir akan adanya provokator yang dapat menimbulkan kericuhan. Sehingga mengganggu berbagai aktivitas di kawasan pariwisata terutama di Nusa dua, Badung, Bali. Kami mohon bapak Kapolri bisa merespon hal ini. Demikian Permohonan kami kepada bapak Kapolri Kami Ucapakan terimakasih," jelas dia.

Ratusan Kiai dan Dubes Hadiri Muktamar

Halaman
1234
Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved