Kamis, 4 Juni 2026

Wisata NTT

Wisata NTT,  Air Terjun Kembar Murusobe di Maumere,  Pesona di Kabupaten Sikka

Kabupaten Sikka ternyata juga memiliki wisata Air Terjun yang tak kalah indah dengan wisata sejenis di tempat lain

Tayang:
Penulis: Alfred Dama | Editor: Alfred Dama
Kompas.com
Wisata air terjun kembar Murusobe di Maumere , Kabupaten Sikka 

POS KUPANG.COM -- Kabupaten Sikka ternyata juga memiliki wisata Air Terjun yang tak kalah indah dengan wisata sejenis di tempat lain . 

Dan, Berwisata ke Kabupaten Sikka , Flores NTT, belum lengkap jika tidak mengunjungi Air Terjun Murusobe

Wisata air terjun Murusobe tidak hanya menawarkan keindahan alam yang memesona, tetapi juga memacu adrenalin para pengunjungnya. Dalam bahasa Lio, Muru berarti terjun dan Sobe berarti lurus seperti bambu. 

Nama ini menggambarkan air terjun yang tinggi dan lurus seperti bambu. 

Murusobe terdapat dua air terjun yang bersebelahan, dengan ketinggian sekitar 100 meter. 

Baca juga: Wisata NTT, Wai Nape Wisata Alam  Mempesona di Flores Timur, Mata Air yang Tak Pernah Kering

Oleh karena itu, Murusobe lebih dikenal dengan wisata air terjun kembar. Air terjun Murusobe berada di Desa Poma, Kecamatan Tanawawo, Kabupaten Sikka

Untuk bisa sampai ke sana pengunjung harus menempuh perjalanan darat sekitar dua jam dari kota Maumere, ibu kota Kabupaten Sikka, naik kendaraan roda dua. 

Akses menuju Murusobe bisa melalui dua jalur alternatif, pertama ke arah utara melewati Wolofeo, Desa Ringgarasi, Kecamatan Tanawawo. 

Kedua ke arah selatan melewati Feondari, Desa Liakutu, Kecamatan Mego. 

“Pengunjung biasanya memilih Wolofeo karena aksesnya sedikit bagus. Jarak tempuhnya juga lebih dekat,” ujar Randis Juno (31) seorang wisatawan asal Maumere saat dihubungi, Minggu (13/3/2022). 

Meski demikian, akses di jalur utara ini cukup menantang. Sebab, jalanannya yang licin dan sedikit tanjakan. 

Banyak aspal yang terkelupas. Oleh karena itu, diperlukan kehati-hatian selama berkendara. 
"Ini akan menjadi tantangan tersendiri bagi para pengunjung. Jalannya belum terurus dengan baik," katanya.

Baca juga: Wisata NTT, Rasakan Sensasi Naik Kapal Kayu Saat Liburan ke Lembata, Pesona Lembata dari Laut

 

Saat tiba di Desa Poma pengunjung akan berjalan kaki sekitar 100 meter, melewati jalan rabat. Selanjutnya akan melintasi jembatan bambu sepanjang 10 meter. 

Lingkungan sekitar air terjun masih sangat alami, karena belum menyentuh kerusakan akibat ulah manusia. 

Sumber: Grid.ID
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved