Info Gempa Bumi

Daftar 13 Megathrust yang Mengepung Indonesia, Mentawai-Siberut & Selat Sunda Tinggal Menunggu Waktu

Daftar 13 Megathrust yang Mengepung Indonesia, berikut lokasi dan Prediksi kekuatannya, Mentawai-Siberut & Selat Sunda tinggal menunggu waktu

Penulis: Adiana Ahmad | Editor: Adiana Ahmad
Reuters.com
Ilustrasi getaran gempa - Daftar 13 Megathrust yang Mengepung Indonesia, Selat Sunda dan Metawai Siberut tinggal menunggu waktu. 

Menurut data BMKG, sejak gempa besar di Jepang pada pekan lalu, tercatat ada 7 kali gempa mengguncang wilayah Indonesia. Kendati demikian, Daryono memastikan gempa-gempat tersebut tidak terkait dengan Megathrust Nankai yang melanda Jepang.

Kendati demikian, Daryono memastikan gempa-gempa tersebut tidak terkait dengan Megathrust Nankai yang melanda Jepang.

"Tidak ada ada sama sekali (hubungan rentetan gempa pasca-megathrust di Jepang). Gempa kita memang banyak," kata dia.

Belakangan isu soal gempa besar berhembus kencang di kalangan masyarakat Indonesia. Kabar tersebut beredar setelah gempa dahsyat berkekuatan 7,1 Skala Richter (SR) terjadi di Pulai Kyushu, Jepang, pada Kamis (8/8) lalu.

Sebab, di zona gempa megathrust ini terdapat palung bawah laut sepanjang 800 kilometer yang membentang dari Shizouka di sebelah barat Tokyo hingga ujung selatan Pulau Kyushu.

Gempa dahsyat 2 pekan lalu dikhawatirkan menjadi pemicu atau pembuka gempa dahsyat berikutnya di Sistem Tunjaman Nankai.

Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG Daryono mengatakan, kekhawatiran ilmuwan Jepang terhadap Megathrust Nankai sama persis dengan yang dirasakan ilmuwan Indonesia.

Baca juga: Mengerikan, BMKG Sebut 16 Megathrust Kepung Indonesia,Mentawai hingga NTT,Gempa Tinggal Tunggu Waktu

Khususnya yang perlu diwaspadai di Indonesia adalah Seismic Gap Megathrust Selat Sunda (M8,7) dan Megathrust Mentawai-Suberut (M8,9).

"Rilis gempa di kedua segmen megathrust ini boleh dikata tinggal menunggu waktu karena kedua wilayah tersebut sudah ratusan tahun belum terjadi gempa besar," kata dia dalam keterangan resmi beberapa saat lalu.

Sebagai langkah antisipasi dan mitigasi, BMKG sudah menyiapkan sistem monitoring, processing, dan diseminasi informasi gempa dan peringatan dini tsunami yang makin cepat dan akurat.

Lebih lanjut, Daryono menjelaskan jika gempa dahsyat di Megathrust Nankai benar-benar terjadi, kemungkinan besar dapat memicu tsunami. Karena setiap gempa besar dan dangkal di zona megathrust akan memicu terjadinya patahan dengan mekanisme naik (thrust fault) yang dapat mengganggu kolom air laut (tsunami).

Pertanyaannya, jika gempa dahsyat megathrust itu terjadi apakah ada efeknya terhadap lempeng-lempeng tektonik yang ada di Indonesia?

Jawabnya, jika terjadi gempa besar di Megathrust Nankai, dipastikan deformasi batuan skala besar yang terjadi tidak akan berdampak terhadap sistem lempeng tektonik di wilayah Indonesia.

"Karena jaraknya yang sangat jauh, dan biasanya dinamika tektonik yang terjadi hanya berskala lokal hingga regional pada sistem Tunjaman Nankai," jelas Daryono.

"Tentu saja hal ini perlu kita waspadai, karena tsunami besar di Jepang dapat menjalar hingga wilayah Indonesia," ia menambahkan.

Halaman
123
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved