Berita Sumba Timur

Defile Bentangkan Bendera 340 Meter, Bupati Sumba Timur Sebut Merah-Putih Lambang Pemersatu Bangsa

Defile Pembentangan bendera merah putih 340 meter dilakukan diatas perahu milik nelayan tradisional yang membentang mulai dari dermaga lama

Penulis: Mutiara Christin Melany | Editor: Edi Hayong
POS-KUPANG.COM/CHRISTIN MALEHERE
Para Nelayan Tradisional tampak semangat bekerjasama melaksanakan Defile Pembentangan Merah-Putih sepanjang 340 meter dari Dermaga Lama Pelabuhan Rakyat ke Dermaga Baru Pelabuhan Nusantara Waingapu, Sumba Timur, Sabtu 17 Agustus 2024. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Christin Malehere

POS-KUPANG.COM, WAINGAPU - Pemerintah Kabupaten Sumba Timur melaksanakan Defile Pembentangan bendera merah putih sepanjang 340 meter selepas Upacara Detik-Detik Proklamasi di Dermaga Lama Pelabuhan Rakyat Waingapu, Sabtu 17 Agustus 2024.

Defile Pembentangan bendera merah putih 340 meter dilakukan diatas perahu milik nelayan tradisional yang membentang mulai dari dermaga lama hingga dermaga baru Pelabuhan Nusantara Waingapu.

Bendera mulai diturunkan dari perahu nelayan pertama, kemudian dilanjutkan oleh perahu nelayan lainnya dan semuanya saling bekerjasama dan penuh semangat menjaga keseimbangan bendera merah putih berukuran raksasa tersebut.

Satu per satu nelayan harus bertahan dan menjaga keseimbangan bendera dari panasnya terik matahari dan hembusan angin laut yang nyaris membuat tali penyangga bendera itu putus.

Namun seiring berjalannya waktu, secara perlahan tapi pasti, bendera merah-putih 340 meter berhasil dibentangkan dari di atas belasan perahu nelayan mulai dari Dermaga Lama hingga ke Dermaga baru.

Sementara itu, Bupati Sumba Timur, Khristofel Praing, Dandim 1601/Sumba Timur, Letkol Arh. Doman Endro Pranomo, Kapolres Sumba Timur, AKBP. E. Jacky T. Umbu Kaledi, dan pimpinan OPD memantau jalannya Defile Pembentangan Bendera 340 Meter dari atas Kapal Patroli milik Ditpolairud Polda NTT.

Masyarakat seputaran Kota Waingapu yang memadati dermaga lama juga sangat antusias memberikan semangat kepada para nelayan tradisional hingga berhasil membentangkan Bendera berukuran raksasa tersebut.

Baca juga: ASN, TNI, Polri, dan Pelajar Arak-Arakan Bendera Merah Putih 340 Meter di Sumba Timur

Warga setempat, Damaris mengatakan bahwa kegiatan HUT Proklamasi ke-79 tahun sangat berbeda dari tahun sebelumnya, karena meriah dan menghibur masyarakat.

"Kami sangat senang dan bangga akan semangat persatuan dari masyarakat Sumba Timur dalam Merayakan HUT Kemerdekaan RI ke-79, jaya selalu Indonesia-ku," ungkap Damaris.

Kepada POS-KUPANG COM, Bupati Sumba Timur, Khristofel Praing mengatakan Kegiatan Defile Pembentangan Bendera Merah Putih 340 Meter sebagai bagian dari perayaan HUT RI ke-79 Tahun.

Dalam hal ini, Merah Putih sebagai pemersatu bangsa Indonesia yang beragam suku, agama, ras dan golongan yang berada di atas gugusan kepulauan Nusantara.

"Artinya, berbicara Merah-Putih melambangkan pemersatu bangsa Indonesia, mau dari suku mana pun agama apapun, beragam budaya, namun tetap satu Indonesia,"ungkap Bupati Khristofel.

Selain itu, pihaknya juga mengapresiasi semangat kerjasama yang ditunjukan oleh para nelayan tradisional saat membentangkan Bendera Merah Putih 340 meter, yang mencerminkan falsafah hidup masyarakat Indonesia dalam budaya gotong-royong, rasa semangat nasionalisme dan persatuan bangsa. (zee)

Ikuti Berita POS-KUPANG.COM lainnya di GOOGLE NEWS

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved